Oleh: Biji Sesawi | Desember 21, 2011

JATUH KE DALAM DOSA

Aku tertunduk dan lesu dalam asa yang hampir kandas. Jiwaku menangis di dekap Zaman yang penuh kemunafikan dan cinta diri. Iblis yang bertahtakan pemberontakan dan bermahkota dosa telah memperdaya jiwa-jiwa yang cinta kekuasaan, uang, kehormatan dan kenikmatan dunia.

Lihatlah dunia ini!  Bahwa banyak manusia tidak lagi punya rasa malu. Bahwa banyak manusia justru bangga telah berbuat dosa.  Korupsi, kolusi dan nepotisme bukanlah hal yang aneh. Mata hati mereka yang melakoni  telah dirabunkan  oleh  kerakusan dan tidak perduli bila banyak rakyat yang terhimpit menjadi  korban. Jabatan atau kekuasan menjadi alat memperkaya diri.  Pun agama diperalat untuk pencitraan diri meraih kekuasaan.  Keadilan menjadi mimpi, bila penegak keadilan bersikap terbalik dengan membela ketidakadilan.

Lihatlah! Manusia berlari  kencang dengan menabrak batas-batas kepatutan. Banyak orang tua telah kehilangan kasih kepada anaknya, dan anak-anak telah kehilangan rasa hormat dan kepatuhan kepada orang tuanya. Hamba-hamba yang cinta uang berkedok cinta Tuhan  dalam drama kehidupan.

Ya, manusia berlari menuju kebinasaan karena tidak takut akan Tuhan.

Lihatlah dunia ini! Bila ada yang berseru “jangan angkuh” dalam keangkuhannya, berteriak “bertobatlah” dalam ketidakbertobatannya. Yang lain berkata “kasihilah sesamamu” dalam kebencian dan dendam yang menguasai hidupnya, dan berkata “berilah”  dalam hidupnya yang kikir dan selalu berharap menerima.  Dan bila ada yang berseru “percayalah kepada Tuhan” dalam kekuatirannya yang amat sangat.  Siapakah yang akan sampai kepada seruan itu?

Sungguh, manusia telah jatuh kedalam dosa, semakin dalam dan semakin dalam.

LH/21-12-11

Oleh: Biji Sesawi | November 12, 2011

SYAIR DAN PERJUANGAN

Sudah lama juga saya tidak menonton acara televisi yang disiarkan oleh TVRI. Selain karena  semakin banyaknya TV swasta dengan maraknya acara yang menarik di dalamnya, TVRI terkesan agak kaku baik performance pembawa acaranya maupun acara-acaranya sendiri.

Sebenarnya dapat dimaklumi mengapa TVRI seperti itu, karena bagaimanapun sebagai stasiun TV milik pemerintah TVRI harus menjaga banyak hal. Apalagi dengan dana yang mungkin terbatas akibat tidak diperbolehkannya menjual  space untuk iklan produk.

Namun tadi malam saya iseng-iseng mengganti cannel ke TVRI, dan kebetulan acaranya  Gebyar Keroncong. Dan kebetulan pula saya penikmat hampir semua jenis musik. Walaupun saya tidak pandai memainkan alat musik, tapi saya suka musik pop, dangdut, seriosa, rap maupun rock dan blues. Hanya rock yang terlalu keras sampai yang penyanyinya seperti kesetanan yang saya tidak suka.

Saya sangat menikmati permainan biola dan keroncongnya yang mantap. Lagu-lagu yang dinyanyikan tadi malam adalah lagu-lagu lama yang berkaitan dengan perjuangan. Mungkin ada hubungannya dengan peringatan 11 november sebagai hari pahlawan.

Lagu-lagu yang bernafaskan perjuangan seperti Indonesia Raya, Bagimu Negeri, Bangun Pemuda-Pemudi, Berkibarlah Benderaku, Indonesia Pusaka, Syukur, Maju Tak Gentar, dll, diciptakan untuk membangkitkan semangat kebangsaan masyarakat Indonesia.

Lagu-lagu lawas yang diciptakan masa perjuangan kemerdekaan, baik yang seriosa, pop atau keroncong memang banyak yang bernafaskan perjuangan.
Tidak sedikit yang memiliki kisah nyata dibalik penciptaan lagu itu. Misalnya Halo-Halo Bandung. Tanggal 24 Maret 1946, masyarakat rela meninggalkan bahkan turut membakar kota yang  mereka diami sejak lahir karena tidak rela diduduki oleh NICA (Netherlands Indies Civil Administration). Saat itulah Bandung menjadi Lautan Api.

Dari beberapa sumber mengisahkan bahwa masyarakat yang multi etis bergerilya dan dengan sengaja membakar kota Bandung yang diduduki oleh NICA untuk merebutnya kembali. Sungguh perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa.
Yang membuat lagu-lagu itu sangat menarik bukan hanya karena musik dan syairnya, tetapi juga cerita dibalik penciptaan lagu itu atau yang sering disebut  story behind the song.

Lagu keroncong Sepasang Mata Bola misalnya. Menurut Sri Edi Swasono, menantu Bung Hatta, lagu ini diciptakan oleh Ismael Marzuki berlatar belakang kisah yang dialami oleh ibu Rahmi Hatta yaitu istri dari Bung Hatta sang Prokalamotor Kemerdekaan RI. Waktu itu Bung Hatta dan ibu pergi ke Yogyakarta dengan kereta. Sesampai di Yogya, bung Hatta langsung turun dan cepat-cepat menjumpai Sri Sultan Hamengkubuwono IX untuk membicarakan keadaan negara.

Betapa penting dan urgent bagi Bung Hatta untuk membahas keamanan negeri dan yang mungkin bergejolak di dalam hatinya, sampai-sampai beliau lupa bahwa istrinya ada bersama dia di kereta dan telah ketinggalan di kereta itu. Lalu “sepasang mata bola” ibu Rahmi Hatta mencari-cari Bung Hatta, yang rupanya telah meninggalkan dia untuk bertemu dengan Sri Sultan.

Membaca kisah perjuangan para pejuang sungguh membuat hati ini bersyukur dan berterima kasih. Rasanya bila mereka ada yang masih hidup, ingin rasanya memeluk dan mencium pipi mereka sebagai wujud terima kasih. Bahkan kalau diminta mengangkat sebelah tangan menghormat mereka berjam-jam pun hati ini rela. Baik mereka yang berjuang langsung di medan peperangan maupun mereka yang berjuang melalui syair-syair lagu yang mereka ciptakan.

Kiranya kisah perjuangan dan syair-syair perjuangan para pendahulu bisa memotivasi generasi sekarang, termasuk saya didalamnya, untuk berkarya bagi negeri demi kejayaan Indonesia.
Miris dan pilu melihat keadaan sekarang.

SYAIR BAGI NEGERI

Seperti syair lagu syukur aku bersyukur dengan syair

Dengan sepasang mata bola, ku terawang jasamu dan kutatap masa depan

Semangatmu menjadi benih dalam hati untuk maju tak gentar ditengah keadaan yang pilu keadaan kini

Dan ku mau teriak : “bangun pemuda-pemudi, bebaskan negeri dari penghianatan cita-cita pendiri negeri!”

Mari katakan: “bagimu negeri kami berbakti”, karena Indonesia Pusaka milik kita bersama

Gugur bunga di ujung senjata, mati berkalang tanah demi hari merdeka

Rayuan pulau kelapa yang melambai di tanah yang subur adalah anugerah bagimu negeri

Berkibarlah benderaku, terus dan terus karena aku akan menjagamu

Bila anak negeri mengheningkan cipta, berdoalah terus untuk Indonesia raya.

LH/12-11-11

Oleh: Biji Sesawi | November 5, 2011

Percaya

Mudah mengatakan percaya tapi tidak mudah untuk percaya. (LH)
Oleh: Biji Sesawi | November 5, 2011

Do what you say

It is better you do what you say than you say what you do.(LH)
Oleh: Biji Sesawi | November 5, 2011

Power to be Happy

A power to be happy – His Care. (LH)

Oleh: Biji Sesawi | November 5, 2011

Tenang dan Kwatir

T E N A N G (enam huruf) K H A W A T I R (delapan huruf). Bukan masalah banyak atau sedikit hurufnya tetapi dampaknya. (LH)
Oleh: Biji Sesawi | November 5, 2011

Success and Failure

When Success and Failure come together they can not be refused. If you wanna laugh for the success, just laugh! If you wanna cry for the failure, just cry!! (LH)
Oleh: Biji Sesawi | November 5, 2011

Memperbaiki-2

Memperbaiki dalam arti membuat lebih baik apa yang sudah baik dan memperbaiki dalam arti membuat baik apa yang kurang/tidak baik, harus dimulai dari kesadaran dan pengakuan akan keadaan yang ada sekarang.(LH)
Oleh: Biji Sesawi | November 5, 2011

Memperbaiki-1

Lebih baik mundur beberapa langkah untuk memperbaiki yang salah daripada maju terus dalam kesalahan. (LH)
Oleh: Biji Sesawi | November 1, 2011

Perayaan Natal, Essensi dan Pengeluaran


Sebentar lagi musim perayaan natal akan tiba. Gereja-gereja, persekutuan-persekutuan, kumpulan marga, akan mengadakan perayaan natal seakan tidak mau ketinggalan antara satu dengan yang lain. Satu gereja saja bisa mengadakan beberapa kali perayaan natal dalam satu tahun, mulai natal sekolah minggu, natal remaja, natal pemuda, natal kaum ibu, natal kaum bapak, natal Hamba Tuhan, Natal Umum. Belum lagi natal gabungan dengan gereja/sidang lain, dll.

Dalam satu keluarga, selain perayaan natal gereja yang banyak itu juga akan mengikuti perayaan natal kumpulan marga suami, natal kumpulan marga istri, natal STM, natal sekolah anak, natal kumpulan satu kampung, etc.

Banyak dana yang terkuras, banyak waktu yang tersita, padahal essensi natal adalah untuk memperingati (artinya mengingatkan) bahwa Yesus pernah lahir menjadi manusia untuk menyelamatkan manusia itu.

Tidak sedikit ibu-ibu yang stress, bapak-bapak menjadi pusing, karena harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk perayaan natal dan tuntutan baju baru, dll.

Dan sepanjang hidup saya, saya belum pernah menemukan Perayaa Natal yang tanpa bermasalah, baik masalah kecil atau masalah besar. Ada panitia yang stress karena dana belum juga terkumpul, ada yang uring-uringan karena merasa kerja sendiri, ada yang emosian/marah-marah karena latihan pada terlambat, ada yang maksa harus tampil di acara, dan macam-macam.

Kalau kita coba renungkan, apakah generasi sekarang ini tidak sedang DIPERBUDAK oleh perayaan?

Apa sesungguh yang ingin dicapai dengan banyaknya perayaan ini, bila essensi perayaan itu adalah untuk memperingati (mengingatkan) bahwa Yesus pernah menjadi manusia untuk menyelamatkan manusia?

Tidak cukupkah satu perayaan untuk menyadarkan kita?

(Tulisan ini lahir dari sebuah perenungan panjang)

LH, 01/11/11

Oleh: Biji Sesawi | Oktober 28, 2011

GUE SUMPEHIN LO!

Pagi ini saya menguji kemampuan sejarah anak saya yang kelas 1 SMP. Ketika dia masih golek-golek sebelum mandi untuk berangkat ke sekolah saya sempatkan bertanya kepadanya sehubungan dengan tanggal bersejarah Indonesia.

“Tanggal berapa sekarang, nak?”

“Tanggal 28, pak”

“Hari peringatan apa sekarang”?

Dia diam sejenak, mencoba mengingat.

“Hari Sumpah Pemuda” jawabnya.

“Bagus. Nah, sebagai pemuda Indonesia harus cinta negeri, memikirkan apa yang baik dan jangan malas”

Mungkin dia pikir saya sekalian  menyindir dia, sebab sudah berapa kali mamanya menyuruh dia mandi tapi masih terus golek-golek di ruang tamu.

“Ah, lama sekali kakak ini di kamar mandi” gumamnya sebagai alasan, padahal masih ada satu kamar mandi lagi di belakang.

Di hari sumpah pemuda ini saya melihat ada bermacam-macam respon dari anggota Facebook terhadap hari peringatan ini yang mereka tuliskan di status mereka. Mulai dari hanya menuliskan “Sumpah Pemuda”, yang menuliskan “Selamat hari Sumpah Pemuda bagi para Pemuda/i yang memperingatinya” (he..he.. kaya’ ucapin selamat hari raya kepada yang berbeda keyakina aja), yang mempertanyakan kenapa tanggalan gak merah, sampai yang menuliskan kritik dan kekesalan terhadap pemerintah sekarang yang sudah mementingkan diri sendiri.

Ada satu “status” yang membuat saya tersenyum dan dengan yakin meng-klik “like” di status kawan ini. Statusnya seperti ini:

“Oi para pemuda! Gue sumpehin lo biar tetep nyatu! Satu nusa, satu bangse, n satu bahase”

He..he..gue demen neh sumpeh kaya gene.

Ayo, mari bersatu sing-singkan lengan, bergandengan tangan membangun negeri, tidak usah berantas kemiskinan cukup berantas korupsi dan penguasaan asing di tambang-tambang Indonesia otomatis kemiskinan akan sirna dari bumi Indonesia.
“Hai para pejabat, gue sumpehin lo gak pada korupsi lagi”

 LH, 28/10/11
Oleh: Biji Sesawi | Oktober 26, 2011

POSITIF ATAU NEGATIF, ACIL MEMILIH ENDING NEGATIF

Liputan 6 SCTV bilang, Acil sudah ditangkap oleh polisi. Mengapa dia ditangkap polisi? Karena Ia menjadi tersangka pembunuhan pacarnya Yuyun seperti yang diakuinya kepada polisi. Hah? Pacarnya sendiri dibunuh? Gile juga..

Ya, begitulah. Alasan Acil membunuh  Yuyun  karena dia cemburu sang pacar kerap digoda laki-laki lain lewat statusnya di jejaring sosial facebook. Hm..begitu cemburunya, sampai nekad membunuh.  Ini cinta atau nafsu?

Kalau kita ikuti pemberitaan media selama ini, sudah banyaknya juga yang korban; baik pembunuhan maupun penipuan yang bermula dari facebook. Detik.com pernah mempublikasikan kasus tercatat di Komisi Nasional Perlindungan Anak sebanyak 36 laporan terkait kasus anak dan remaja yang menjadi korban kejahatan lewat situs jejaring Facebook hanya sepanjang Januari hingga Februari 2010. Itu baru yang dilaporkan ke komnas, belum lagi yang tidak dilaporkan dengan berbagai alasan dan pertimbangan.

Kalau sudah begini, apa yang harus dilakukan? Apakah kita perlu demonstrasi ke menkofindo untuk menutup jejaring sosial ini? Ayolah kalau itu yang paling baik, biar pak Tifaful tambah pusing..he..he..

Jejaring sosial ini adalah sebuah bukti dari kemajuan teknologi di bilang teknologi informatika. Sedangkan kemajuan teknologi itu ada karena upaya-upaya manusia yang terus menggali, mencoba/eksperimen dengan tujuan mempermudah setiap pekerjaan dan urusan manusia.

Kemajuan teknologi selalu memiliki dampak yang positif dan negatif, itu menurut saya. Sama halnya facebook.  Dampak positifnya seperti :  Dapat berinteraksi dengan teman atau keluarga dengan mudah, bertemu kembali teman lama dan mendapat teman baru, dapat menjadi sarana berdiskusi dengan banyak orang dan jarak yang tidak terbatas, menjadi sarana promosi usaha dan promosi diri barangkali..he..he.

Waktu saya di luar negeri (cie…) saya bisa berkomunikasi dengan keluarga tanpa mengeluarkan banyak biaya. Salah seorang teman saya berhasil menambah pundi-pundinya dengan menjual “kolor” bayi melalui facebook. Si Otong dan Si Iting (bukan nama sebenarnya) berkenalan di facebook dan menjadi suami-istri yang bahagia. Ada juga dua orang remaja yang “menjual ompongnya” dengan lipsing, yang di upload di youtube dan menyebar luas lewat facebook. Masih ingat Briptu Norman kan? Itu salah satunya.

Nah, kalau dampak negatifnya selain seperti saya sebutkan diatas, dampak lainnya adalah dapat mengganggu pekerjaan karena keasyikan di facebook akhirnya bisa membuat Si Kentung juragan Jengkol marah-marah karena laporan penjualan Jengkolnya gak kelar-kelar, bisa menjadi alat memperluas jaringan teroris yang di pimpin oleh mbah Janggut, bisa membuat Suami atau Istri “lupa” pada pasangannya karena asyik chatting dengan orang lain sampai larut, dan masih banyak lagi.

Akhirnya, menurut saya dampak baik atau buruknya adalah kembali ke pribadi-pribadi penggunanya. Bagi yang sudah dewasa tetaplah mawas diri, pikirkan dan lakukan apa yang baik dan berguna. Buat anak atau remaja, peran orang tua menjadi sangat penting untuk mengawasi, mengarahkan dengan pendekatan disiplin dan secara personal kekeluargaan.

Kembali ke kasus Acil dan Yuyun. Acil  membunuh  Yuyun  karena dia cemburu sang pacar kerap digoda laki-laki lain lewat statusnya di jejaring sosial facebook. Tapi tahukan anda, bahwa Acul mengenal Yuyun juga lewat facebook?

LH, 26/10/11

Oleh: Biji Sesawi | Oktober 25, 2011

BUKA SIANG

Huff..pagi ini terpaksa saya buka ruko agak siang. Selain karena ada urusan ke pusat kota Nagoya, juga karena diperjalanan saya “terperangkap” konvoi ratusan bahkan mungkin ribuan orang anggota FSPMI (Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia).

Mereka yang kebanyakan menggunakan motor, memenuhi jalan utama sehingga sulit bagi pengendara lain untuk lewat. Terpaksa saya harus membaur dengan mereka, membawa motor dengan kecepatan 30-40 km/jam.  Huff, kapan sampainya ini?

Untungnya hanya sekitar satu kilo meter saja saya terperangkap, karena dipersimpangan empat kabil, saya belok ke kiri sedangkan mereka lurus menuju Batam Centre.

Selama membaur dengan mereka, saya berniat mencari tahu kemana dan mau apa mereka mengadakan konvoi ini. Namun karena setiap orang termasuk saya harus sibuk menjaga jarak dengan kendaraan yang lain, maka saya urungkan niat saya mewawancarai mereka di tengah jalan.

Saya cuma sempat bertanya kepada seorang perempuan,

“Mau ke mana mba?”

“Kesana” hanya itu jawabnya sambil tersenyum. Ya, sudahlah pikirku.

Saya mencoba menduga-duga, bahwa mereka akan demo ke DPRD atau PEMKO, karena mereka menuju kesana. Ya, mungkin mereka mau menyampaikan aspirasi mereka terhadap Undang-Undang Ketenagakerjaan yang sedang diributkan oleh para pengusaha dan Pemko, atau  mereka mau menuntut kenaikan upah,  atau mungkin mau memprotes kenaikan tarif air yang baru saja dilakukan oleh ATB sebagai perusahaan penyedia air bersih di Batam. Semua itu mungkin saja.

Yang jelas saya yakin tujuan mereka bukan mau  memprotes kematian Muammar Khadafi yang ditengarai melanggar HAM.

Hm..EMP, Emang mereka pikirin? Mikirin diri sendiri aja sudah pusing..he.he.

Biasanya kalau saya buka ruko pagi hari, warung Pak Gendut di depan roku masih tutup. Tetapi kali ini  pak Gendut sudah lebih dulu membuka warungnya. Dia sudah sibuk menata meja dan peralatan-peralatan dengan hanya memakai sarung. Wah, pak Gendut memang nekat. Menurut saya dia  cukup berani memamerkan perutnya yang ukuran kira-kira melebihi triple XL itu.

Pak Gendut memang  extra gendut. Karena itu mungkin nama warungnya disebut Warung Pak Gendut.  Sudah pasti bapak ini tidak boleh diet, karena kalau dia diet dan menjadi kurus, dia harus mengganti nama warungnya.

Baiklah. Selamat berjuang anggota FSPMI, selamat bekerja buat pak Gendut.

 

LH, 25/10/11

Oleh: Biji Sesawi | Oktober 19, 2011

DAHLAN ISKAN DAN KEPONAKAN SAYA

Dahlan Iskan adalah orang yang baru saja di “pinang” oleh bapak SBY untuk menjadi pembantunya di kementrian BUMN dalam reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu II, yang disebut oleh SBY sebagai  Kabinet Kerja. Mengapa disebut Kabinet Kerja?  Hm..tidak tahu juga, mungkin seperti banyak selentingan bilang karena Kabinet sebelum direshuffle ini memang tidak banyak kerja.

Sebelum menjadi menteri BUMN, Dahlan Iskan sedang memimpin PLN yaitu salah satu BUMN yang pertumbuhannya cukup bagus selama beberapa tahun terakhir. Di tangan Dahlan Iskan, PLN menunjukkan kinerja yang baik, salah satunya adalah pertumbuhan electrifikasi yang sudah mencapai 1200 MW hingga September 2011, padahal konon biasanya cuma 1000 MW per tahun.

Pada semester pertama tahun ini PLN mencatat pendapatan sebesar Rp 55,3 triliun atau naik 15 persen dibandingkan periode yang sama di tahun lalu sebesar Rp 48,2 triliun. Pelanggan BUMN listrik itu pun mengalami peningkatan 8 persen dari 40,7 juta di tahun lalu menjadi 43,8 juta pelanggan di semester satu ini (Tempointeraktif.com).

Kemampuan Dahlan Iskan memimpin perusahaan juga sudah teruji jauh sebelumnya. Ia memimpin Jawa Pos sejak tahun 1982 dan  menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati, dengan oplah 6.000 ekslempar namun dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar.  Lima tahun kemudian terbentuk  Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia  dengan ratusan surat kabar, tabloid, dan majalah, serta  jaringan percetakan di Indonesia. Dan sejak tahun 2002 mendirikan beberapa statiun televisi lokal di beberapa daerah.

Lalu, apa hubungan Dahlan Iskan dengan keponakan saya?

Jelas ada, karena selain berprestasi di bidang produktifitas, PLN di tangan Dahlan Iskan juga diketahui  berprestasi di bidang management yang bersih dari KKN. Walaupun mungkin tidak benar-benar bersih, namun upaya kearah itu terus dilakukan. Salah satu bukti adalah diterimanya keponakan saya menjadi karyawan BUMN ini secara bersih tanpa backing atau uang sogokan sepeser pun.

Keponakan saya yang lulusan STM tahun 2010 sempat menganggur satu tahun dan tidak kuliah karena kesulitan ekonomi keluarga. Dan memasuki tahun 2011 dia mengikuti tes di PLN Medan. Tadinya keluarga tidak berharap banyak karena berpikir tidak punya uang pelicin.  Namun setelah diyakinkan oleh beberapa orang kenalan di persekutuan yang juga bekerja di PLN, keluarga menjadi lebih yakin. Menurut mereka, PLN sekarang sudah bersih dari KKN.  Dan itu memang terbukti.

Terima Kasih bapak Dahlan Iskan, majulah terus buat kemajuan Indonesia. Semoga Tuhan memberkati bapak dengan kesehatan dan hikmat.

LH,19-10-11

Oleh: Biji Sesawi | September 16, 2011

Pantun Penuntun Agustus 2011

Pantun Penuntun 01 Agustus 2011

Satu agustus telahlah sampai
Bulan ramadhan pun dimulai
Bagi teman yang melakui
Selamat berpuasa di hari ini.

Pantun Penuntun 02 Agustus 2011

Mencari makan si ayam jago
Tanah di kais cacing di dapat
Biarpun anda masih menjomblo
Jagalah diri dan tetap semangat

Pantun Penuntun 03 Agustus 2011

Melihat tukang ke dapur dua belas
Membuat pondasi biar kapling tak lepas
Menjadi pemimpin haruslah tegas
Supaya rakyat tidak bingung dan cemas

Pantun Penuntun 04 Agustus 2011

Menyeduh kopi di pagi yang dingin
Dicampur jahe buat badan hangat
Meski tantangan kau dapat kemarin
Terus berjuang dan tetap semangat

Pantun Penuntun 5 Agustus 2011

Berbondong datang penjual makanan
Makanan berbuka dan aneka jajanan
Tak pantas serumah orang yang pacaran
Sampai diikat dengan tali pernikahan

Pantun Penuntun 6 Agustus 2011

Pemulung keliling bawa gerobak
Gerobak ditarik berjalan kaki
Bila hari esok tak bisa ditebak
Hidup sekarang benarlah jalani

Pantun Penuntun 7 Agustus 2011

Membaca buku ensiklopedi
sebuah kata, dicari arti
Kalau ibadah jangan cuma dihadiri
Mestilah berdampak pembaharuan budi

Pantun Penuntun 8 Agustus 2011

Penjual kue menata meja
Kuenya macam menu berbuka
Biarpun keras engkau bekerja
Sedia waktu untuk keluarga

Pantun Penuntun 9 Agustus 2011

Pemulung mengais di panas yg terik
Kaleng di dapat berisi gabus
Bila pun datang masa-masa peceklik
Tabahlah tetap berjuang terus

Pantun Penuntun 10 Agustus 2011

Becak mengantri di simpang tiga
Menunggu antri, bermain catur
Bila pemimpin bersikap terbuka
Rakyat terpimpin bersikap jujur

Pantun Penuntun 11 Agustus 2011

Mencari yang hilang di berbagai tempat
Sudah dicari tapi tak kunjung didapat
Janganlah disesal apa yang sudah lewat
Menatap ke depan jangan patah semangat

Pantun Penuntun 13 Agustus 2011

Menyeberang laut ke negeri Singapura
Di Singapura, bukan untuk berbelanja
Kehilangan harta bukan akhir segalanya
Kehilangan harapan, itu yang berbahaya

Pantun Penuntun 14 Agustus 2011

Rambut disisir, biar rapi
Rambut yang rapi supaya tampan
Kalau berjalan, harap berhati-hati
Agar terhindar dari kecelakaan

Pantun Penuntun 15 April 2011

Memetik buah di belakang rumah
Dua dipetik hanya satu yang bagus
Dalam hidup, bila kita belajar tabah
Lewati tantangan,kita akan jalan terus

Pantun Penuntun 16 Agustus 2011

Mengantar tiket ke sanggar budaya
Tiket di booking pesawat sriwijaya
Walau korupsi terus merajelala
Janganlah berhenti berkarya bagi Indonesia

Pantun Penuntun 17 Agustus 2011

Tujuh belas Agustus Indonesia merdeka
Seribu sembilan ratus empat puluh lima
Berjuanglah terus hai rakyat Indonesia
Bersatu padu untuk Indonesia jaya

Pantun Penuntun 18 Agustus 2011

Memukul bola ke arah lawan
Bola meluncur mengenai sasaran
Jagalah hatimu wahai kawan
Hindari diri dari rasa tertekan

Pantun Penuntun 20 Agustus 2011

Di pinggir laut, mencari kerang
Ada kepiting disela-sela karang
Jadi orang, jangan kelewat iseng
Bila tak mau dianggap sinting

Pantun Penuntun 21 Agustus 2011

Menyapu rumah dari lantai dua
Turun ke bawah menyusur tangga
Kalau umat mau imannya terjaga
Janganlah malas pergi ke gereja

Pantun Penuntun 22 Agustus 2011

Meneguk kopi dari gelas keramik
Meski tak manis rasanya nikmat
Memang perlu jadi orang cerdik
Namun jangan membawa laknat

Pantun Penuntun 23 Agustus 2011

Menarik meteran untuk mengukur
Sudah mengukur, membuat pondasi
Meskipun sulit untuk selalu jujur
Teruslah belajar mantapkan hati

Pantun Penuntun 25 Agustus 2011

Mendayung sampan ke pulau tujuh
Banyak mendayung berpeluh-peluh
Bila ada datang, saat-saat yang jenuh
Cobalah cari, hal lain untuk ditempuh

Pantun Penuntun 26 Agustus 2011

Belajar menggambar dengan komputer
Tidak ada buku dan juga tutor
Karna Tuhan adalah sumber
Janganlah harapan menjadi kendor

Pantun Penuntun 27 Agustus 2011

Mengayuh sepede di pinggir jalan
Sepeda butut kepunyaan teman
Bilamana rusuh suatu kumpulan
Di ujung tanduk alamat persatuan

Pantun Penuntun 28 Agustus 2011

Memotong ranting pohon nangka
Daunnya jatuh di pagar tetangga
Marilah belajar tak berburuk sangka
Menjalani hidup dengan sejahtera

Pantun Penuntun 29 Agustus 2011

Makan siang menu sayur gori
Dimasak santan dengan ikan teri
Meski ekonomi macet hari ini
Rasa bersyukur tetaplah di hati

Pantun Penuntun 30 Agustus 2011

Mengisi pulsa dua puluh ribu
Sistemnya sibuk, harus menunggu
Bila tantangan datang padamu
Berputus asa, jauhlah darimu

Pantun Penuntun 31 Agustus 2011

Tanggal tiga puluh satu hari lebaran
Banyak macam makanan ada disajikan
Selamat lebaran bagi teman yang merayakan
Kiranya hidupmu semakin baik dimasa depan

Oleh: Biji Sesawi | September 16, 2011

Dekap Tangan-Nya

Menari jiwa dalam dekap asa. Sang Agung tiada buruk. Ku di dekap dalam perkasa tangan-Nya. Dan diri tenang.
Oleh: Biji Sesawi | September 16, 2011

Tarian Bibir Serong

Tarian bibir dimainkan di arena suci dengan tipuan si ular yang merasuk. Pengakuan nista sebagai kebenaran dipertontonkan dalam laku dan bibir serong. Rohani yang terhuyung bagai mabuk berat anggur mengaburkan yang hak dan batil dalam bayang abu-abu. Arena suci juga ternoda dengan syair kebohongan yang dilantunkan dari mulut dusta. Pastilah semua itu memilukan hati-Mu. Ampun-Mu, curahkanlah!
Oleh: Biji Sesawi | September 16, 2011

Membangun asa yang berserak

Hariku, ditengah mimpi yang diuji, menjadi tanda tanya yang belum terjawab. Asaku terus kubangun kembali dengan serpihan-serpihan asa yang berserak. meski terkadang serpihan itu jatuh kembali, tapi kucoba mengutip lagi dan merekatkannya dengan air mata yang masih tersisa. Sungguh aku sadari betapa rapuhnya diri ini dalam dekap rintangan. Muzijat-Mulah yang kunanti agar aku tidak menjadi debu yang akan Kau bangun lagi untuk kebinasaan.
Oleh: Biji Sesawi | September 9, 2011

Merajut yang terkoyak

Merajut silaturahmi yang terkoyak, tidak semudah menjabatkan dua telapak tangan. Kesadaran yang penuh atas ketidak sempurnaan diri akan memampukan hati memaafkan ketidaksempurnaan orang lain. Menjaga hati dengan segala kewaspadaan adalah pondasi kebijakan dalam bersikap supaya tidak terjerembap.
Oleh: Biji Sesawi | September 8, 2011

A WONDERFUL LEADER Bag. III (Penutup)

Yang juga menarik dari kisah raja Hizkia ini adalah, bahwa dia adalah orang yang setia kepada Tuhan. Semenjak dia menjadi raja, dia membersihkan bukit-bukit pengorbanan kepada dewa-dewa atau baal, dan juga memulihkan sistem dan fungsi rumah Tuhan. Namun kita lihat bahwa tantangan yang menguji kesetiaannya justru diijinkan Tuhan melalui raja Sanherib.

Ada sebuah statement yang sudah mendunia yang mengatakan “Tuhan tidak pernah berjanji bahwa hidup kita akan mulus-mulus saja tanpa ada tantangan ketika kita berlaku setia dihadapan Tuhan, namun Tuhan berjanji akan menolong dan memampukan kita untuk melewati tantangan/ujian yang kita alami”.  Inilah yang dialami oleh raja Hizkia, dan demikian juga yang kita alami dalam hidup ini.

Banyak sekali tantangan yang kita hadapi dalam mengikut Tuhan, bahkan mungkin kita mengalami tantangan yang tidak pernah kita duga atau bayangkan akan terjadi dalam hidup kita. Persoalan yang kita alami bisa terjadi karena banyak factor, baik itu ekternal ataupun internal, bisa karena orang luar maupun dari keluarga kita sendiri, bisa karena maksud jahat orang lain kepada kita, bisa juga karena kita kurang sensitive mendengar arahan Tuhan sehingga kita menjadi salah mengambil keputusan, bisa karena orang luar maupun dari keluarga kita sendiri. Terlalu banyak factor dan sering tidak terurai.  Kalau sudah begini, apa yang harus kita lakukan? Apakah kita akan menyalahkan Tuhan dengan mengatakan “mengapa ini terjadi Tuhan, bukankah aku telah berlaku setia dihadapanMu?”

Dalam sebuah masalah yang genting, bangsa Yehuda berada dalam kegentaran. Sangat mungkin secara kekuatan prajurit dan peralatan, Yehuda pasti kalah. Karena itulah raja Sanherib melalui utusannya mengatakan kepada orang Yehuda supaya menyerah saja sebelum keadaan lebih buruk. Namun kita lihat pada ayat 6-8 dikatakan: “Ia mengangkat panglima-panglima perang yang mengepalai rakyat, menyuruh mereka berkumpul kepadanya di halaman pintu gerbang kota dan menenangkan hati mereka dengan kata-kata:  ”Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Janganlah takut dan terkejut terhadap raja Asyur serta seluruh laskar yang menyertainya, karena yang menyertai kita lebih banyak dari pada yang menyertai dia. Yang menyertai dia adalah tangan manusia, tetapi yang menyertai kita adalah TUHAN, Allah kita, yang membantu kita dan melakukan peperangan kita.” Oleh kata-kata Hizkia, raja Yehuda itu, rakyat mendapat kepercayaannya kembali dikatakan “

Yang perlu kita garis bawahi disini adalah kata “menenangkan hati mereka”. Dapat kita bayangkan bagaimana jadinya bangsa ini kalau Hizkia menjadi takut dan lemah. Sebagai pemimpin dia sadar bahwa sikap hidupnya sangat berpengaruh penting bagi rakyatnya. Dia tahu rakyat itu dalam kegentaran, karena itu sebagai pemimpin dia harus menenangkan hati mereka. Dalam kegentaran mereka, perkataan Hizkia memberi kekuatan dan semangat baru. Hizkia meyakinkan bangsa ini bahwa Tuhanlah yang akan menolong mereka, bahwa kekuatan Tuhan melebihi kekuatan laskar-laskar kerajaan Asyur.

Penulisa percaya, perkataan-perkataan Hizkia ini lahir dari kepercayaannya kepada Tuhan. Dia mengenal Tuhan dan dia percaya kepada petolongan Tuhan yang dahsyat. Keyakinan orang Israel diteguhkan oleh fakta iman pemimpin mereka yaitu raja Hizkia. Dan kisah raja Hizkia ini menjadi pelajaran penting bagi saya pribadi dalam menghadapi persoalan yang terjadi di dalam kehidupan ini.

Tuhan memberkati.

LH

Oleh: Biji Sesawi | September 8, 2011

A WONDERFUL LEADER Bag. II

Sangat mudah mengatakan ini “Haleluya…Puji Tuhan” atau “Allah kita baik” atau “Yesus luar biasa” dengan suara yang lantang ketika kita tidak sedang mengalami persoalan. Memuji Tuhan dan bersorak dengan semangat berapi-api. Namun akan terlihat berbeda, bila sedang mengalami masalah; tidak bersemangat dan hampa. Tidak sedikit orang malah menjauh dari persekutuan/pelayanan karena sedang di mengalami pencobaan dan yang parahnya bahkan meragukan Tuhan. Menurut penulis, untuk mengetahui kedewasaan iman seseorang justru lebih tampak ketika dia mengalami masalah.

Sikap Hizkia sebagai pemimpin bisa menjadi contoh bagi kita yaitu ketika ia mengalami tantangan berat dimana Yerusalem akan dikepung oleh Sanherib raja Asyur (2 Taw. 32). Sanherib mengepung kota-kota berkubu dan hendak menguasainya. Dengan mengetahui semua ancaman itu, maka Hizkia mengambil tindakan-tindakan penting:

  1. Hizkia berunding dengan Panglima dan Pahlawan (ayat 3).

Hizkia menyadari bahwa dirinya bukanlah orang yang serba tahu atau serba bisa, sehingga ia merasa perlu untuk berunding dengan para Panglima dan Pahlawan. Sepertinya dia menyadari bahwa pemikiran-pemikiran dari orang-orang yang ahli dibidangnya adalah sangat perlu untuk mengatur strategi bagi kemenangan mereka.

Kegagalan seorang pemimpin sering terjadi oleh karena dia merasa serba tahu/bisa sehingga merasa tidak perlu meminta masukan dari orang lain. Pengambilan keputusan yang semauguenya pemimpin akan mengakibatkan kurangnya respek dari orang-orang yg dipimpin dan terlebih para pejabat/petugas yang ada dibawahnya. Hal ini dapat pula menimbulkan rasa kecewa yang berlanjut ketidakperdulian di pihak yang dipimpin temasuk para pejabat/petugas dibawahnya, apalagi bila ternyata keputusan yang diambil oleh pemimpin itu selain dianggap tidak popular  juga tidak membuahkan hasil yang baik.

  1. Mengangkat panglima-panglima perang (ayat 6).

Saya percaya bahwa panglima-panglima baru yang diangkat oleh Hizkia bukanlah orang-orang yang sembarang diangkat. Mareka pastilah berasal dari prajurit yang sudah teruji. Mengapa? Karena kerajaan dan nyawa mereka yang menjadi taruhan. Hizkia tahu kapan harus mengangkat pemimpin-pemimpin baru dan tentulah yang diangkat itu bukanlah orang yang sembarangan.  Dia mengangkat panglima-panglima baru untuk meningkatkan/memaksimalkan penggalangan kekuatan perang.

Kalau di negeri kita ini, bukan rahasia lagi kalau pemimpin-pemimpin banyak diangkat atas dasar KKN alias Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.  Kerugian beberapa BUMN dan defisit anggaran masih terus terjadi sampai sekarang, diyakini salah satu penyebab adalah management yang buruk, termasuk adanya posisi-posisi yang sengaja “diciptakan” untuk menampung para kolega atau pengangkatan pejabat sebagai balas budi kepada pihak-pihak yang mendukung pemimpin ketika mereka masih menjadi calon.

Lalu bagaimana dengan gereja? Apakah pengangkatan-pengangkatan para pemimpin itu bersih dari KKN? Apakah pangangkatan mereka sudah dengan pertimbangan yang matang? Apakah pengangkatan mereka sesuai dengan panggilan Tuhan? Tentu sulit untuk menjelaskannya. Apalagi mengenai panggilan ini. Bisa saja seseorang mengaku punya panggilan, tapi siapa yang bisa mengkonfirmasinya? Tanpa bermaksud menghakimi, menurut pengamatan penulis, ada kecenderungan cara-cara KKN ini sudah memasuki gereja dalam hal pengangkatan para pemimpin-pemimpin, walau dengan cara yang lebih halus dan kelihatan “rohani”.

Apabila dalam sebuah organisasi kerohanian (gereja) ada pengangkatan ratusan pemimpin (hamba Tuhan atau pengerja) setiap tahunnya; baik yang baru maupun dalam rangka peningkatan jabatan, tapi tidak diikuti dengan pertumbuhan jemaat baik secara quantity terlebih quality (pertumbuhan iman yang nyata dari buah-buah pertobatan) jemaat dan yang juga menghasilkan banyak persoalan-persoalan baru, maka tentu pengangkatan itu harus dipertanyakan.

Raja Hizkia mengangkat penglima-panglima baru memiliki tujuan yang jelas yaitu untuk meningkatkankan/memaksimalkan penggalangan kekuatan pasukan perang bagi kemenangan Yehuda atas Ashyur.

Bersambung.

Oleh: Biji Sesawi | September 8, 2011

A WONDERFUL LEADER Bag. I

Siapa sih yang tak gentar ketika dihadapkan pada persoalan yang besar?  Kalau kita mengamati kehidupan manusia jaman sekarang ini, banyak sekali persoalan atau tantangan hidup; yang kalau kita tidak dewasa menghadapinya, kita akan jatuh dalam keterpurukan hidup. Dalam pandangan banyak orang, sering kali mereka merasa persoalan itu terlalu berat untuk mereka pikul, walaupun persoalan itu mungkin belum apa-apa bila dibandingkan tantangan hidup yang dialami oleh sebagian orang yang lain.

Dalam tulisan ini, saya ingin membagikan sepenggal kisah dari seorang pemimpin yang luar biasa yaitu Hizkia. Saya benar-benar kagum pada pribadi Raja Hizkia yang walaupun pada masa-masa hidupnya ada waktu dimana dia pernah jatuh, namun dari keseluruhan masa hidupnya kita bisa belajar bagaimana menjadi seseorang yang takut akan Tuhan dan bagaimana menjadi pemimpin umat dengan benar. Alkitab mencatat berkenaan dengan dia “diantara raja-raja Yehuda baik sebelum maupun sesudah dia, tidak ada lagi yang sama seperti dia” (2 Raj. 18: 5).

Pribadi Raja Hizkia

Ada pepatah yang mengatakan “buah jatuh tak jauh dari pohonnya” atau kalau dalam pepatah bahasa Inggris dikatakan “like father like son” yang artinya bahwa sifat-sifat atau kepribadian dan kebiasaan yang menonjol dari seorang anak, tidak lepas dari warisan ayahnya. Nah, dalam kehidupan raja Hizkia, ternyata hal itu tidak sepenuhnya benar. Mengapa? Karena raja Hizkia adalah seorang raja yang bijaksana dan takut akan Tuhan, sedangkan ayahnya, raja Ahas adalah seorang raja yang perbuatannya jahat dan menjijikkan dimata Tuhan.

Raja Hizkia diangkat menjadi raja pada umur 25 tahun. Alkitab mencatat, dia melakukan yang benar di mata Tuhan seperti kakek moyangnya Daud.Hal ini terbukti ketika dia melakukan reformasi sejak masa awal kepemimpinannya. Pada kitab 2 Taw. 29 diceritakan bahwa pada tahun pertama bahkan bulan pertama kepemimpinannya, dia memulihkan rumah Tuhan berikut fungsi dan pelayan-pelayan.

Kemudian raja Hizkia juga mengatur sumbangan untuk para Imam dan Lewi yang bertugas dalam pelayanan di rumah Tuhan. Dia menyadari apabila fungsi rumah Tuhan tidak berjalan dengan baik, maka hal itu akan mengecewakan hati Tuhan. Sangat mungkin ketika ayahnya menjadi raja, umat Israel tidak lagi memperdulikan segala kewajiban mereka kepada Tuhan lewat persembahan untuk perbendaharaan di rumah Tuhan. Dan hal ini akan mengakibatkan para Imam dan Lewi hidup menderita, karena jaminan kebutuhan seharian mereka adalah dari rumah Tuhan. Dan tidak dapat dipungkiri, keadaan itu akan mengganggu tugas-tugas para Iman dan Lewi.

Dalam konteks sekarang, dapat dikatakan bahwa Raja Hizkia adalah seorang pemimpin yang melakukan reformasi bukan saja dibidang politik tetapi juga dibidang keagamaan. Dan Semua itu dilakukannya sejak masa awal pemerintahannya.

Kalau pemimpin politik sekarang, fakta yang kita lihat adalah kenyataan yang ada tidak sesuai dengan janji-janji manis ketika masa kampanye. Bahkan mungkin fakta yang ada justru betolakbelakang dengan janji manis mereka sebelumnya. Melalui kisah raja Hizkia ini sangat jelas, bahwa “WILL” dan konsistensi dari seorang pemimpin, yang didasari rasa takut akan Tuhan akan membawa pembaharuan yang luar biasa.

Lalu bagaimana dengan pemimpin rohani dalam hal ini pemimpin-pemimin gereja? Tanpa bermaksud menjelek-jelekkan atau memojokkan, dan seperti istilah bahasa batak mengatakan “sattabi akka si burju roha” artinya “mohon maaf bagi mereka yang baik dan tulus”, dalam pengamatan saya pemimpin rohani sekarang umumnya tidak terlalu perduli kehidupan rohani jemaat. Program gereja sering dibuat secara luar biasa, dengan peralatan musik yang juga luar biasa namun semua itu hanya sebatas untuk mengumpulkan jiwa-jiwa sebanyak-banyaknya tetapi bukan untuk mengajar dan mendewasakan mereka di dalam Tuhan.

Sebuah kesimpulan yang saya dapat dari buku yang ditulis oleh George Barna dalam bukunya “menumbuhkan murid-murid sejati” adalah begitu banyak program gereja dan upaya gereja yang kelihatannya baik dan luar biasa, untuk mengumpulkan sebanyak mungkin orang datang ke gereja, namun mereka mengabaikan ada sedikit atau sebagian kecil dari jemaat yang sudah mereka miliki yang benar-benar haus akan pengajaran namun tidak terlayani dengan baik.  Padahal, dalam pandangannya justru beberapa orang yang haus inilah yang akan bisa berdampak besar bagi pekerjaan Tuhan apabila mereka benar-benar diajar (dimuridkan).

Tidak dapat dipungkiri bahwa keberhasilan sebuah pelayanan tidak lepas dari “will”, konsistensi pada panggilan sorgawi yang didasari rasa takut akan Tuhan dari pemimpin-pemimin rohani.

Bersambung.

Oleh: Biji Sesawi | Agustus 7, 2011

Pantun Penuntun Juli 2011

Pantun Penuntun 2 Juli 2011

Membawa P.A. di kaum muda
Menjadi murid, topik yang ada
Kalau mau menjadi dewasa
Belajar Firman, janganlah lupa

Pantun Penuntun 4 Juli 2011

Memandang keluar di cahaya terik
Silau memancar alis pun tertarik
Memang perlu sikap yang menarik
Namun kebenaran janganlah terbalik

Pantun Penuntun 5 Juli 2011

Pergi pagi ke kantornya jamsostek
Orang pun ramai suasananya sumpek
Hai para pemimpin janganlah cuek
Sikaplah tegas, lembut dan jangan lembek

Pantun Penuntun 7 Juli 2011

Hidupkan kipas di cuaca panas
Putarannya kencang tidaklah lepas
Meski ada dalam hidup yang keras
Kasihnya Tuhan takkan pernah kandas

Pantun Penuntun 8 Juli 2011

Membooking tiket rute Batam Padang
Dua yang datang satu saja yang pulang
Kalau hidup kita mau berakhir tenang
Janganlah tenang dengan dosa yang matang

Pantun Penuntun 9 Juli 2011

Berbagi cerita dengan teman lama
Lama tak jumpa rindulah rasanya
Hati yang murni haruslah di jaga
Agar terhindar diri dari racun dunia

Pantun Penuntun 11 Juli 2011

Memasang kunci di pintu masuk
Kuncinya rusak bukannya buruk
Kalau motivasinya adalah busuk
Pada akhirnya alamatnya ambruk

Pantun Penuntun 12 Juli 2011

Booking tiket satu nama sampai tiga kali
Sudah ditunggu lama akhirnya pun tidak jadi
Janganlah anda suka mengumbar-umbar janji
Kalau ternyata anda enggan ‘tuk menepati

Pantun Penuntun 13 Juli 2011

Ikan tongkol di asam pedas
Enak rasanya hatipun puas
Agar hidup tidak menjadi bias
Fokuskan diri ke arah yg jelas

Pantun Penuntun 14 Juli 2011

Mendayung sampan ke pulau seberang
Diseberang banyak orang-orang berenang
Janganlah berbuat agar manusia senang
Kalau ternyata firman Tuhan menentang

Pantun Penuntun 15 Juli 2011

Pergi belanja membeli komputer
Komputer dibeli di bulan september
Bila ingin berhikmat carilah sumber
Hidup yang yakin tidaklah jiper

Pantun Penuntun 16 Juli 2011

Menulis status di dinding sendiri
Di waktu luang yang mau diisi
Tidaklah salah kalau punya ambisi
Namun tetaplah mengawasi diri

Pantun Penuntun 17 Juli 2011

Mendengar lagu, lagu rohani
Lagunya indah senangkan hati
Jangan lewatkan hari minggu ini
Tanpa ibadah, berdoa dan memuji

Pantun Penuntun 18 Juli 2011

Berjalan kaki si penjual donat
Donat dijaja keliling komplek
Janganlah merasa orang terhormat
Merasa terhormat hidupnya sumpek

Pantun Penuntun 20 Juli 2011

Serapan pagi dengan ikan goreng
Pakai sambel ijo nikmat rasaknya
Jagalah nama agar tidak tercoreng
Namun hidup benar adalah utama

Pantun Penuntun 21 Jul 2011

Melihat tarif jurusan medan
Yang murah habis tinggallah yang mahal
Kabar burung jangan asal ditelan
Selediki dulu jangan-jangan hanya gombal

Pantun Penuntun 22 Juli 2011

Menyeduh kopi di gelas keramik
Gelas keramik bergambar antik
Janganlah umbar wajah yang cantik
Yang lebih cantik yang hatinya baik

Pantun Penuntun 23 Juli 2011

Membeli buku diperempatan
Buku dibeli menjelang siang
Janganlah silau dengan kekayaan
Kalau akhirnya masuk ke jurang

Pantun Penuntun 24 Juli 2011

Menangkap lele di kolam sendiri
Ikan di tangkap untuk digoreng
Marilah bangun hidup yang berbakti
Kepada Tuhan janganlah melenceng

Pantun Penuntun 25 Juli 2011

Membuat kartu tanda pengenal
Kartu pengenal tanda penduduk
Banyaklah cara untuk terkenal
Jangan gunakan cara yang buruk

 Pantun Penuntun 27 Juli 2011

Memotong ayam beberapa ekor
Dua ayamnya sudahlah bertelor
Kalau anda tidak mau ditegor
Jangan lakukan perbuatan kotor

Pantun Penuntun 29 Juli 2011

Memetik buah dibelakang rumah
Buahnya matang merah merekah
Meski hidupmu sedang bersusah
Kepada Tuhan tetaplah berpasrah

Pantun Penuntun 30 Juli 2011

Anak remaja menimba air
Air ditimba untuk mencuci
Karya pemula biarkan mengalir
Beri semangat jangan dicaci

Pantun Penuntun 31 Juli 2011

Mencari buah ke berastagi
Buahnya jeruk manis sekali
Bila ke gereja mau berbakti
Janganlah cuma sekali-sekali

Oleh: Biji Sesawi | Juli 8, 2011

Tidak hujan namun tidak juga kering

Tidak hujan namun tidak juga kering. Kebun anggurku genap satu bulan. Syukur, ada rintik-rintik dan percikan dari nun jauh sampai di kebun anggurku. Tak lepas asa aku, nanti rintik akan menjadi hujan dan lebat.

Oleh: Biji Sesawi | Juli 5, 2011

Dan burung itu pun terbang

Dan burung itu pun terbang meninggalkan catatanku. Ku catatkan dua nama pada layar di depanku. Kutunggu jawaban dari mereka tuk katakan ya. Namun satu yang jawab “maaf, ternyata sudah di sediakan”. “Tak apa-apa” kataku. Lalu yang satu menyuruh menunggu. Dan sampai sang burung terbang, catatanku masih menggantung. Ku hibur diriku dan katakan “gak pa pa, itu biasa”.

Oleh: Biji Sesawi | Juli 5, 2011

Jangan bertanya “Mengapa” Tuhan?

Pagi ini, ditengah taburan tanya yang selimuti diri, kuyakinkan bahwa Sang Hu memberi jalan terbaik bagi sang domba. Dia tidak pernah alpa, Dia tak pernah salah. Meski berjalan di kerikil tajam, pun hadapi rintangan yang kejam, tahanlah mulut dari bertanya “mengapa Tuhan?”.
Oleh: Biji Sesawi | Juli 5, 2011

Pantun Penuntun Juni 2011


Pantun Penuntun 1 Juni 2011

Menantang perang tunjukkan bukti
Sang presiden bicara percaya diri
Walau pecundang sudah tak perduli
Janganlah sampai kehilangan hati

Pantun Penuntun 2 Juni 2011

Hari kenaikan Yesus diperingati
Setelah kebangkitan empat puluh hari
Marilah percaya dan memberi diri
Janji Tuhan Yesus untuk tempat abadi

Pantun Penuntun 3 Juni 2011

Petugas rutan menjual sabu
Sabu dijual tak merasa tabu
Bila orang dunia tak tahu malu
Orang percaya tidaklah begitu

Pantun Penuntun 4 Juni 2011

Politikus dan pejabat menjadi kerabat
Bila tertangkap seperti bukan lagi sahabat
Meskipun manusia akan semakin jahat
Tetaplah ingat akan ada hari kiamat

Pantun Penuntun 05 Juni 2011

Hujan datang di pagi hari
Minggu pertama di bulan juni
Mari berharap hujan ini berhenti
Ke tempat ibadah usahakan pergi

Pantun Penuntun 8 Juni 2011

Meng-copy rangkap dua puluh dua
Mesinnya satu sebagian jadi tertunda
Memang dunia sudah gelap mata
Kepada Tuhan tetaplah kita bertanya

Pantun Penuntun 9 Juni 2011

Kerja sendiri di tempat ini
Kawan tak datang tuk menemani
Memang kadang gelisah hati
Namun tolong-Mu ku tahu pasti

Pantun Penuntun, 10 Juni 2011

Mendengar kabar duka dari teman
Seorang teman meninggal dunia
Meski keluarga telah di tinggalkan
Tetaplah tabah, kuat dan berlaku setia

Pantun Penuntun 11 Juni 2011

Minum kopi hangat ketika hujan
Walau tak deras hujannya lumayan
Dalam hidup usahakanlah membri kesan
Namun jangan sampai menginjak kebenaran

Pantun Penuntun 12 Juni 2011

Minggu ini minggu di hari ke lima puluh
Sebuah peringatan hari pentakosta
Sepuluh malam sudahlah berpeluh
Saatnya perjamuan di dalam suka

Pantun Penuntun 13 Juni 2011

Merangkai kata-kata dalam doa
Doa terpanjat pada Yang Kuasa
Hidup memang adalah sementara
Marilah jalani dengan yang berguna

Pantun Penuntun 14 Juni 2011

Men-download lagu, lagu rohani
Lagunya rohani menghibur hati
Bila ujian adalah proses diri
Mari syukuri dan tetap berdiri

Pantun Penuntun 15 Juni 2011

Mem-foto copy kertas bolak-balik
Jika terbalik hasilnya tidak baik
Ketika gempa kembali memekik
Jangan lupa ada hikmah yang dipetik

Pantun Penuntun 16 Juni 2011

Pagi-pagi ke tanjung piayu
Mengantar surat, izin yang baru
Bila tantangan ada padamu
Sebagai penolong, Tuhan itu mau

Pantun Penuntun 17 Juni 2011

Pergi ke pelayanan malam ini
Ibadah sektor di muda-mudi
Meski urusan masih banyak lagi
Ke tugas pelayanan wajib pergi

Pantun Penuntun 18 Juni 2011

Menjual tiket di KAS Ticketing
Tiket Perdana sudah di booking
Memang promosi sangatlah penting
Mengharapkan Tuhan tiada tanding.

Pantun Penuntun 20 Juni 2011

Telah pergi kakanda tercinta
Menghadap Yesus kekasih jiwanya
Memang tak mungkin tidak berduka
Namun Roh Kudus penghibur setia

Pantun Penuntun 22 Juni 2011

Pulang dari medan naik Batavia
Delay satu jam mungkin biasa
Hilanglah sudah semua duka
Karena Roh Kudus memberi suka

Pantun Penuntun 24 Juni 2011

Memasang speedy di tempat ini
Speedy-nya baru belum berlaju
Bila rekanan sudah tak jelas lagi
Jangan dipaksa carilah yang baru

Pantun Penuntun 25 Juni 2011

Masuk ke ruko sepasang pengamen
Pengamen tua menyanyi tak karuan
Karena hidup adalah pembelajaran
Perolah hikmat dalam tiap kesempatan

Pantun Penuntun 26 Juni 2011

Naik motor ke tanjung piayu
Walaupun tua motornya laju
Jalani hidup janganlah kaku
Agar langkah bisa tetap maju

Pantun Penuntun 27 Juni 2011

Menonton teve sambil di pijit
Lehernya di pijit karena sakit
Berbuat baik janganlah pelit
Upahmu menanti tidak sedikit

Pantun Penuntun 29 Juni 2011

Di pasar kaget harga barang bikin terkaget
Di pasar resmi dagangannya menjadi seret
Bila pun punya sahabat dekat dan lengket
Tetaplah Tuhan andalan yang menggreget

Pantun Penuntun 30 Juni 2011

Hujan turun sejak tadi pagi
Jelang siang tak juga berhenti
Kalau makan batasilah diri
Apalagi yg kolestrol tinggi

Oleh: Biji Sesawi | Juni 27, 2011

Kebun anggur baru

Kebun anggurku baru di tanam. Bayangan gelap datang dan pergi saling mendesak dengan asa yang menunjuk diri. Namun keretaku ku pacu dalam sepi, karena ku yakin pada waktunya rintik-rintik akan menjadi hujan dalam izin sang Khalik. Ku tambatkan harap pada sauh yang kuat yang menyatakan diri-Nya ABBA kepadaku.

Oleh: Biji Sesawi | Juni 27, 2011

Ada nafas, ada harapan

Harta bisa datang dan pergi, jabatan dan kedudukan bisa datang dan pergi, kehormatan bisa datang dan pergi, sahabat bisa datang dan pergi. Namun apabila nafas sudah “pergi”, dia tidak datang lagi. Karena itu bersyukurlah masih bisa bernafas. Kalau masih ada nafas hidup, itu berarti masih ada harapan.

Oleh: Biji Sesawi | Juni 27, 2011

Pergi-mu

Kata tak dapat di rangkai, pun tak dapat di urai, hanya isak tangis dan air mata. Dalam memori yg tersembunyi dari mata kyalayak, tawamu, candamu dan perdulimu menjadi pemicu isak pada harap yang takkan terjadi lagi. Tenanglah kau sekarang, meski tubuhmu dalam dekap gelap dan himpitan tanah, namun ku yakin pasti, rohmu dalam suka pada tempat-Nya.

Oleh: Biji Sesawi | Juni 27, 2011

Hormat Vs Pengkultusan

Rasa hormat kepada seseorang itu penting, tetapi berhati-hatilah supaya tidak terjadi pengkultusan. Salah satu ciri aliran sesat atau orang yang sudah sesat pikirannya adalah pengkultusan individu, sehingga perkataan yang dikultuskan itu menempati posisi lebih tinggi daripada kebenaran firman.

Oleh: Biji Sesawi | Juni 27, 2011

Paulus – Gila

“Engkau gila, Paulus! Ilmumu yang banyak itu membuat engkau gila.” (Kis. 26:24). Mengapa Paulus disebut gila? Karena apa yang diajarkan dia sekarang berbeda dengan ajaran dan pandangan umum yang berlaku secara turun temurun. Padahal dia hanya mengembalikan hakekat ajaran yang sebenarnya, seperti yang diberitakan para nabi dan Musa (Kis. 26:22-23). Pernahkan anda dianggap aneh karena mau menegakkan ajaran yang sesungguhnya? Paulus sudah pernah mengalaminya.

Oleh: Biji Sesawi | Juni 27, 2011

Harapan baru

Merobek lagi lembaran hari yang telah lewat. Catatan perjalanan kehidupan di dalamnya akan tersimpan dalam berkas jiwa. Coretan, pewarnaan, penulisan ulang adalah bukti sebuah proses diri untuk lebih baik. Kini lembaran baru telah terbentang lagi. Harapanku adalah mencatatkan prestasi baru di dalamnya.

Oleh: Biji Sesawi | Juni 27, 2011

Teriak Sombong

Dia mendekapku dan menyanyikan sindiran yang memilukan. Suaranya melengking dengan muatan penghakiman yang tanpa dasar. Dia memberiku label kesombongan padahal dia melihat dengan kacamata bermerek “tak pernah introspeksi diri”. Demikianlah dia yang bernama si Tantangan.

Oleh: Biji Sesawi | Juni 27, 2011

Visi yang belum terurai

Larut dalam visi yang belum terurai, kegundahan dan harapan saling menindih. Ketika harapku menaiki tangga dengan pasti, sang pendakwa datang menghadang dan dengan semangat patriotis membacakan dakwaan kepadaku. Tetapi aku tahu pasti bahwa Kristus telah menjadi terdakwa menggantikan aku. Dan tangga itu akan terus kunaiki.

Oleh: Biji Sesawi | Juni 27, 2011

Mengharap tawamu dalam sepi

Mengejar tawamu dalam kesepian yang menindas. Ku bunyikan lonceng ketropak berharap bahakmu menggema. Dan harapku bahakmu itu merenyahkan rasaku. Namun wajahmu redup bak petromax kehabisan minyak. Tapi tak lepas aku berharap. Yakinku Tuhanku besertaku.

Oleh: Biji Sesawi | Juni 27, 2011

Ketidakmakmuran bukan dosa

Tetesan itu sudah mulai mengering di terpa angin kemunafikan di kemah suci. Para pedagang mujizat meramu ayat-ayat yang di rampas dari pokoknya dengan apik. Para penjaja kemakmuran pun menghina dan menjadi hakim bagi yang sederhana pun bagi si susah, seakan ketidakmakmuran adalah buah dosa.

Oleh: Biji Sesawi | Juni 27, 2011

Pantun Penuntun Mei 2011

Pantun Penuntun 1 Mei 2011

Buruh berkumpul pada satu mei
Hari buruh internasional diperingati
Beribadah itu kewajiban kristiani
Marilah ke gereja di minggu ini

Pantun Penuntun 2 Mei 2011

Makan mangga rasanya asem
Menambah rasa ditambah gula
Bila hendak hindari muka masem
Pikir positif dan tetaplah percaya

Pantun Penuntun 3 Mei 2011

Menembak teroris bernama Osama
Osama tewas diumumkan Obama
Karena Indonesia milik kita bersama
Janganlah merasa lebih berkuasa

Suku dan agama memang berbeda
Kita berwarna itu takdir Indonesia
Setiap element adalah berharga
Yang tak mau rukun “ke laut” saja

Pantun Penuntun 4 Mei 2011

Pergi ke pelabuhan untuk beli tiket
Tiket di dapat dimasukkan ke dompet
Sebelum bunyi sangkakala dan trompet
Perbuatan duniawi jangan tetap lengket

Pantun Penuntun 5 Mei 2011

Jalan-jalan ke negri singa
Ketemu dengan kenalan lama
Hidup ini memang hanya sementara
Marilah jalani dengan berguna

Pantun Penuntun 10 Mei 2011

Tanpa netbook pergi ke Jakarta
Empat hari pantun pun terkendala
Kalau hati kita tetap berwaspada
Akan terpancar kehidupan disana

Pantun Penuntun 11 Mei 2011

Ombak menderu menghantam karang
Karang teguh tak pun bergoyang
Bila bicara janganlah sembarang
Pikir dulu dengan baik dan tenang

Pantun Penuntun 12 Mei 2011

Ke Jamsostek antrinya panjang
Menunggu lama akhirnya pulang
Meski hidup tidak selalu senang
Mari belajar untuk tetap tenang

Pantun Penuntun 13 Mei 2011

Pergi melayat yang mati ditabrak
Terbujur kaku tinggalkan dua anak
Memang hidup tidak bisa di tebak
Jalani hidup janganlah congkak

Pantun Penuntun 13 Mei 2011

Pergi melayat yang mati ditabrak
Terbujur kaku tinggalkan dua anak
Memang hidup tidak bisa di tebak
Jalani hidup janganlah congkak

Pantun Penuntun 14 Mei 2011

Asap sumetera selimuti batam
Sehat terancam walau tak kelam
Dalam dunia Indonesia hitam
Karena koruptor semakin kejam

Pantun Penuntun 15 Mei 2011

Hari minggu pergi ibadah
Kitab Ayub firman disampaikan
Selagi di dunia masih berlelah
Bersama Tuhan kita dikuatkan

Pantun Penuntun 16 Mei 2011

Dua teroris tertangkap lagi
Adu senjata keduanya mati
Meski banyak teror negeri ini
Janganlah kita kehilangan nyali

Pantun Penuntun 17 Mei 2011

Pergi ke gereja bergotong royong
Ambilkan alat bersihkan lorong
Kalau kasih semaking terdorong
Maka umat banyak tertolong

Pantun Penuntun 18 April 2011

Bersihkan ruko untuk usaha
Ruko di cat sebelum buka
Meski seseorang adalah pengerja
Ia tetaplah seorang manusia

Anjing menggongong suatu malam
Gonggongan keras membuat seram
Meski pemimpinmu murka dan geram
Jagalah diri dan janganlah dendam

Pantun Penuntun 19 Mei 2011

Meminum segelas kopi dengan roti jagung
Di tengah cuaca yang sedang mendung
Mawasdirilah pada yang suka menyanjung
Supaya engkau tidak jatuh tersandung

Pantun Penuntun 20 Mei 2011

Pergi kuliah di cuaca mendung
Tak kena hujan serasa beruntung
Memang hati sedih merundung
Tapi semangat tak boleh puntung

Pantun Penuntun 21 Mei 2011

Menjaga warung seorang diri
Anak dan istri ke sekolahan pergi
Meski tekanan disana sini
Jagalah motivasi agar selalu murni

Pantun Penuntun 22 Mei 2011

Menjalani hari ke dua puluh dua di bulan mei
Ramalan kelompok tertentu tidaklah terbukti
Dengan ramalan mengapa sibukkan diri
Nantikan saja dengan iman yang sudah pasti

Hari ke dua puluh dua di bulan mei
Jatuh tepat pada hari minggu ini
Anak-anak Tuhan marilah kita pergi
Ke rumah Tuhan membawa syukur dan puji

Pantun Penuntun 23 Mei 2011

Beli mesin di sungai panas
Mesin dibandrol harganya pas
Kalaulah engkau pejabat teras
Janganlah engkau suka menindas

Pantun Penuntun 24 Mei 2011

Beli buku the power of mimpi
Kisahnya nyata yang bri motifasi
Walau fana sifat dunia ini
Tetaplah yang baik selalu beri.

Pantun Penuntun 25 Mei 2011

Pergi ke mall kemarin malam
Bertemu teman orang amerika
Marilah belajar memberi salam
Sopan santun dan tegur sapa

Pantun Penuntun 27 Mei 2011

Makan siang menu ayam penyet
Minumnya botolan di pake pipet
Kalau berkendaraan jangan suka mepet
Nanti bisa jatuh dan badannya lecet

Pantun Penuntun 28 Mei 2011

Makan soto buatan istri
Rasanya enak nikmat sekali
Meskipun ada orang yang iri
Janganlah kita bersakit hati

Pantun Penuntun 29 Mei 2011

Menangkap ayam yang baru di tetas
Ayamnya menetas di tempat bebas
Meski hari ini ada banyak tugas
Aturlah waktu agar ibadah tak lepas

Pantun Penuntun 30 Mei 2011

Mereka berlomba mengejar posisi
Posisi politik supaya korupsi
Hilang sudah tujuan mengabdi
Selain hanya perkaya diri

Memang setan merajalela jaman ini
Sekongkol juga dengan orang agamawi
Patutlah laknat sangat enggan pergi
Mertumbuh subur mekar dalam negeri

Oleh: Biji Sesawi | Mei 2, 2011

Pantun Penuntun April 2011

Pantun Penuntun 1 April 2011

Jalan-jalan ke kota medan
Singgah belanja di pasar pringgan
Kalau hati ingin nyaman
Percaya saja kepada Tuhan

Pantun Penuntun 2 April 2011

Memancing di sungai kapuas
Pakai umpan udang yang dikupas
Meskipun dunia banyak yang tidak jelas
Orang beriman pasti terbebas

Pantun Penuntun 3 April 2011

Main tenis di lapangan terbuka
Pukulan kuat keluarlah bola
Kalau Tuhan di hatimu ada
Marilah kita pergi gereja

Pantun Penuntun 4 April 2011

Pergi kerja naik motor
Lewati becek menjadi kotor
Jangan sempat imanmu longsor
Hanya karena mulut yang bocor

Pantun Penuntun 5 April 2011

Dari pasar pulang belanja
Belanja kue berbagai rasa
Jangan pernah berputus asa
Dengan dunia kita berbeda

Pantun Penuntun 6 April 2011

Malam hari anjing menggonggong
Bertemu kucing ada di lorong
Kalau Tuhan berkenan menolong
Jangan kita menjadi sombong

Pantun Penuntun 7 April 2011

Kayu di kapak terpotong dua
Potongan dibakar penghangat di senja
Meski sibuk di dunia kerja
Jangan tinggalkan persekutuan dengan Dia

Pantun Penuntun 8 April 2011

Ikan asin ikan sepat
Dengan singkong rasanya tepat
Meski orang suka mengumpat
Kuasailah dirimu dengan cepat

Pantun Penuntun 9 April 2011

A baby is crying and lay
Crying when lay down in tray
As today is a special day
“Good bye” I have to say

Pantun Penuntun 10 April 2011

Kambing liar si kambing hitam
Di bantai singa-singa dengan kejam
Kalau hidup tidak mau kelam
Belajar firman semakin dalam

Pantun Penuntun 11 April 2011

Pujian pagi dalam alunan musik
Musiknya gitar senarnya dipetik
Jangan suka emosi orang diusik
Agar masalah tidak semakin pelik

Pantun Penuntun 12 April 2011

Ada facebook di jaringan internet
Facebook di pakai mencari teman
Jangan harap hubungan terus lengket
Tanpa menjaga perilaku yang berkesan

Pantun Penuntun 13 April 2011

Jalan-jalan keliling kota
Singgah sebentar beli minuman
Biar macam orang berkata
Tetap upaya beri senyuman.

Pantun Penuntun 14 April 2011

Main bola di simpang tiga
Dapat skor dua banding lima
Daripada gundah gulana
Kepada Tuhan kau percaya saja

Pantun Penuntun 15 April 2011

Makan siang dengan dendeng
Dendeng di makan rasanya nikmat
Kalau manusia suka melenceng
Jauhkan laknat dengan bertobat

Pantun Penuntun 16 April 2011

Memancing ikan di teluk dalam
Ikan di dapat ikan gurami
Janganlah kita menaruh dendam
Supaya hati dapat bersemi

Pantun Penuntun 17 April 2011

Pagi-pagi makan kue donat
Donatnya enak di gula halus
Kalau ke gereja janganlah telat
Persembahkan hidup dengan tulus

Pantun Penuntun 18 April 2011

Pergi ke ladang bersama ayah
Cangkul dan arit dibawa serta
Meski dunia rasanya payah
Percaya Tuhan agar sejahtera

Pantun Penuntun 19 April 2011

Pergi ke dapur ambil sarapan
Nasi dan sayur ditambah telur
‘pabila jiwa tidak punya harapan
Jalan hidupnya ‘kan jadi hancur

Pantun Penuntun 20 April 2011

Pergi kuliah terhalang hujan
menunggu reda jadi terlambat
Hidup yang hidup ada ujian
Lulus ujian rohani tambah sehat

Pantun Penuntun 21 April 2011

Dua puluh satu April hari kartini
Lambang emansipasi bagi wanita
Majulah terus engkau kaum putri
Supaya bangsa ini tambah sejatera

Pantun Penuntun 22 April 2011

Ibadah jumat di hari paskah
Paskah berisi perjamuan kudus
Di kayu salib Yesus berserah
Karena kasih-Nya kita ditebus

Pantun Penuntun 23 April 2011

Otaknya dicuci menebar teror
Meledakkan diri dimaknai syahid
Janganlah iman menjadi kendor
Walau membunuh dianggap tauhid

Melihat wajah ambillah cermin
Cermin dipakai tampaklah diri
Dengan iman kita berkata amin
Sbab kasih Tuhan selalu diberi

Pantun Penuntun 24 April 2011

Bayi menangis di pangkuan ibu
permintaanya sungguh tak tahu
Ketika Yesus tangannya dipaku
Yang menerima-Nya hidupnya baru

Pantun Penuntun 25 April 2011

Menghalau domba masuk ke kandang
Saling mendesak menjadi tak tenang
Walau kita bukan orang terpandang
Di mata Tuhan kita orang terbilang

Pantun Penuntun 26 April 2011

Kambing dan domba ada di kandang
Waktu menggembala masihlah panjang
Kalau kita sudah memiliki TERANG
Hadapi masa depan tidak perlu bimbang

Pantun Penuntun 27 April 2011

Beternak lele di kolam semen
Ikannya besar siap-siap di panen
Meski korupsi sudah menjadi tren
Jagalah iman yang tetap keren

Pantun Penuntun 28 April 2011

Bermain facebook di pagi hari
Sambil menikmati kue yang dibeli
Bila kita sering menghakimi
Mari belajar instrospeksi diri

Pantun Penuntun 29 April 2011

Pangeran william akhirnya menikah
Dengan acara pesta yang megah
Tantangan hidup jangan dibawa susah
Kepada Tuhan kita harus berserah

Pantun Penuntun 30 April 2011

Jalan-jalan ke pasar loak
Singgah di warung beli kolak
keinginan dosa harus di tolak
SebelumTuhan memukul telak

Oleh: Biji Sesawi | Maret 28, 2011

Dasar Hidup Berkemenangan

PENGANTAR

 Setiap orang di dunia ini, pastilah menghendaki agar dia memiliki hidup yang berhasil/berkemengan. Orang-orang dunia biasanya menghendaki keberhasilan dalam hal materi atau kekayaan dan kedudukan sedangkan anak-anak Tuhan harus melihat keberhasilan dari sisi rohani dimana setiap orang percaya berhasil menjalani kehidupan itu dalam setiap situasi dan kondisi. Kekayaan dan kemiskinan, kedudukan atau jabatan; baik itu di dunia sekuler dan pelayanan, bukan merupakan alat ukur kehidupan yang berkemenangan atau berhasil.

Tentu di sini tidak bermaksud bahwa kekayaan atau jabatan penting itu tidak perlu. Justru kalau kita diberi kekayaan dan jabatan penting baik di dunia sekuler dan kerohanian kita bisa melakukan banyak hal, namun satu hal penting dalam konteks berkemenangan adalah bahwa di dalam semuanya itu, kita menjalaninya dengan berlaku setia dihadapan Tuhan.

HIDUP YANG BERKEMENANGAN ADALAH HASIL DARI SEBUAH PROSES.

Hidup berkemenangan tidak datang secara tiba-tiba dan instant, melainkan adalah hasil dari sebuah proses yang panjang. Pembentukan karakter dari kecil akan mempengaruhi kehidupan seseorang yang berhasil di kemudian hari. Keterbukaan hati untuk mengalami proses Allah akan menghasilkan hidup yang berkemenangan.

Belajar dari proses yang dialami para murid.

Murid-murid Yesus mengalami penggemblengan selama 3.5 tahun. Siang dan malam mereka bersama-sama dengan Tuhan, mereka belajar dan praktek langsung. Kalau kita pelajari proses perjalanan iman para murid itu di dalam kitab injil adalah sbb:

1. Mereka percaya kepada Yesus ketika mereka dipanggil.

2. Mereka mengikut (bersama-sama) Yesus.

3. Mereka diajari dan melihat pekerjaan Kristus.

4. Mereka mengalami pekerjaan Kristus di dalam diri mereka.

Mereka akhirnya berhasil dalam pelayanan mereka dan pada akhirnya mereka keluar sebagai pemenang-pemenang iman. Dalam kehidupan orang-orang kristen kita banyak menemukan orang-orang yang menyebut diri mereka orang percaya. Kepercayaan yang diterima secara tradisi dari pernyataan orang tua atau orang lain. Mereka mau mengikut Yesus sebatas datang beribadah, tetapi mereka tidak mau belajar mengenal Allah lewat firman-Nya dan tidak ada kesungguhan hati untuk mengikuti firman itu.

Orang-orang seperti ini tidak sungguh-sungguh percaya, karena itu tidak dapat mengalami pekerjaan Kristus di dalam diri mereka.

Belajar dari proses yang dialami Rasul Paulus

Setelah Paulus terpanggil, Ia mengikuti perkataan Yesus untuk bertemu dengan Ananias (Kis.9). Tidak lama kemudian, Ia pergi ke tanah Arab (Gal. 1:17) yang diyakini secara tradisi untuk belajar, dan masa itu merupakan masa perenungan untuk menemukan benang merah antara ilmu Perjanjian Lama yang dimiliki dengan penyataan diri Yesus kepadanya dengan murid-murid.

Yang menarik dari proses pertobatan Paulus ini adalah ketika Tuhan menyatakan diri kepadanya, ia yang tadinya adalah orang yang gagah perkasa, orang yang cerdik pandai dalam lingkungan agama Yahudi dan orang-orang Farisi, menjadi orang yang tidak berdaya sama sekali. Hikmat dan keperkasaan yang dia miliki menjadi tidak berarti apa-apa. Perjumpaan Paulus dengan Ananias menjadi sangat penting sebelum Rasul Paulus memulai perjalanan pelayanannya. Dia mengalami pemulihan mata-nya dan penuh dengan Roh Kudus melalui menumpangan tangan Ananias.

Dari pengalaman ini kita belajar untuk mengalami hidup yang berkemenangan adalah membuka diri kepada Tuhan. Jangan mengandalkan kekuatan dan hikmat diri sendiri karena itu tidak berarti apa-apa apabila berhadapan dengan Tuhan, tatapi harus penuh dengan Roh Kudus. Mengandalkan Roh Kudus itu penting dan mutlak.

Rasul Paulus juga mengibaratkan hidup beriman itu layaknya sebuah pertandingan atau perjuangan. Dalam 2 Timotius 4:7 dikatakan: “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan telah memelihara iman”. Tentu untuk keluar sebagai pemenang ada harga yang harus dibayar, disipline untuk berlatih, korban waktu , tenaga dan materi dan tentu bersandar pada pertolongan Roh Kudus.

Dari 1 Korintus 9:24-26 kita menemukan kalimat-kalimat penting yaitu “larilah begitu rupa”, “menguasai diri”, “tidak berlari tanpa tujuan”, ‘bukan petinju yang sembarang saja memukul” dan “melatih tubuhku”. Ini berbicara bahwa untuk mengalami hidup yang berkemenangan perlu proses dimana ada penguasaan diri, disiplin, berlatih keras, memiliki teknik dan sasaran yang jelas.

HIDUP YANG BERKEMENANGAN ADALAH MENGENAL JATI DIRI ALLAH

Ada sebuah statement yang mengatakan bahwa hal terindah dalam hidup adalah mengenal Allah. Statement ini benar adanya dan sangat berpengaruh kepada hidup yang berkemenangan. Yeremia 9:24 mengatakan “Tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; semua itu Kusukai, demikianlah firman Tuhan.”

Kita perlu mengenal Tuhan. Dan pengenalan itu bukanlah proses yang singkat. Meskipun Tuhan tidak dapat dikenal secara sempurna karna keterbatasan manusia (Roma 11:33-34), namun Tuhan menyatakan diri-Nya untuk keperluan kita (Gal. 1:12; bandingkan “asas-asas pokok dari penyataan Allah – Ibr. 5:12). Kita bersyukur bahwa Allah menyatakan diri-Nya lewat Yesus Kristus.

Dari Alkitab kita bisa mengerti bahwa Allah itu Kasih (2 Kor.13:11; 1 Yoh. 4:8,16, dll), Dia adalah Raja (Yer. 10:10, Maz.44:5; 1 Tim 1;17, dll), Juru Selamat (Yes. 49:26; Luk. 2:11; 1 Tim. 4:10) , Bapa (2 Sam. 7:14; 1 Kor. 8:6), Gembala Agung (Maz. 23:1; Yoh. 10:11,14; 1 Pet. 5:4, dll), Penolong (Maz. 146:5; Ibr.13:6, dll), Penasehat Ajaib (Yes. 9:5, Flp. 2:1, dll).

Pengenalan seseorang akan Allah akan mempengaruhi sikap, jalan pikiran dan tindakan-tindakannya. Orang yang tidak mengenal Tuhan akan menjalani kehidupan yang bertentangan dengan kebenaran Tuhan. Seberapa besar pengenalan kita akan Tuhan, maka sebesar itulah kita dapat berpikir, beriman dan mengalami kuasa Tuhan dalam hidup kita. Oleh karena kita mengenal kasih-Nya bagi kita maka kita mempunyai keberanian untuk menghadap tahta kemuliaan-Nya. (Ibrani 4:15-16).

Menyadari pentingnya pengenalan akan Allah, Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di di Efesus menuliskan doanya “Dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. Dan supaya supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya” (Efesus, Ef. 1:17-19).

HIDUP YANG BERKEMENANGAN ADALAH MENGENAL JATI DIRI KITA

Sejalan dengan perlunya kita mengenal Tuhan, kita pun perlu mengenal jati diri kita. Bercermin kepada firman Tuhan, kita akan melihat siapa diri kita sebelum menerima Yesus dan setelah menerima penebusan yang dikerjakan Yesus Kristus.

Kalau Allah itu Kasih maka kita adalah sebagai objek tempat kasih itu dinyatakan, Kalau Dia adalah Raja maka kita adalah bangsa dalam kekuasaan-Nya, Kalau Dia adalah Juru Selamat maka kita adalah orang berdosa yang diselamatkan dari penghakiman, Kalau Dia adalah Bapa maka kita adalah anak-anak Allah yang menjadi ahli waris, Kalau Dia adalah Gembala Agung maka kita adalah domba-domba kepunyaan-Nya, Kalau Dia adalah Penolong maka kita adalah orang-orang yang lemah, malang dan menderita yg ditolong, Kalau Dia adalah Penasehat Ajaib maka kita adalah orang-orang yang bodoh, yang tidak tahu apa yang baik bagi kita namun Dia menasehati dan menuntun kita.

PENUTUP

Setiap orang di dunia ini, pastilah menghendaki agar dia memiliki hidup yang berkemengan. Sebagai anak-anak Tuhan berkemengan harrus dilihat dari sisi rohani dimana setiap orang percaya berhasil menjalani kehidupan itu dalam setiap situasi dan kondisi.

Hidup berkemengan itu tidak datang secara instant namun membutuhkan proses yang tidak singkat, dimana dibutuhkan penguasaan diri, disiplin, latihan yang keras, dll.

Hidup berkemenangan itu juga tidak terlepas dari pengenalan kita akan Allah. Apabila kita mengerti dan bertindak atas pengenalan kita akan jati diri Allah dan jati diri kita, maka kita akan menjalani kehidupan yang berkwalitas dan berkemenangan.

Lomser Hutabalian

Oleh: Biji Sesawi | Maret 12, 2011

MENCINTAI-MU SELAMANYA

Inilah kerinduanku Tuhan

Aku dapat mencintai-Mu selamanya

Sungguh…Tuhan

Aku rindu ‘tuk mencintai-Mu selamanya

Siramilah Tuhan

Benih kasih yang telah Kau tanam

Siramilah dengan kuasa Roh Kudus-Mu

Pupuklah Tuhan

Benih cinta yang telah Kau tumbuhkan

Pupuklah dengan kuasa firman-Mu

Bantu aku Tuhan ‘tuk menyalibkan keinginan duniawiku

Supaya aku hidup untuk segala keinginan-Mu

Memancarkan sinar kemulian-Mu

Hingga menembus setiap mata rohani dunia yang buta.

Sungguh,

Adalah kerinduanku Tuhan

‘Tuk dapat mencintai-Mu

Selamanya.

 LH/Agustus 2007

Oleh: Biji Sesawi | Februari 22, 2011

Ketidakbersalahan Alkitab

PENDAHULUAN

 Adalah hal yang sangat penting bagi orang Kristen untuk mengerti dan mempercayai bahwa Alkitab yang digunakan sebagai pedoman hidup adalah kebenaran yang mutlak dari Allah, dan karena itu tidak memiliki kesalahan. Karena ketidakbersalahan Alkitab, maka Alkitab memiliki otoritas untuk mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Segala aspek kehidupan kita harus tunduk dan diarahkan oleh prinsip-prinsip Alkitab yang adalah hukum Allah.

Alkitab memang tidak diberikan untuk menceritakan tentang segala sesuatu. Dan tidak segala suatu dapat kita pelajari dari Alkitab; misalnya sejarah lengkap peradaban manusia, informasi-informasi teknik ilmiah, bahkan sejarah masa kanak-kanak Tuhan Yesus, namun Alkitab telah diberikan kepada manusia secara cukup untuk mengajarkan tentang Allah, karya cipta-Nya dan mengenai hakikat manusia sendiri dalam hubungannya dengan Allah.

Beberapa Pandangan Tentang Alkitab

 Di dalam 2 Timotius 3:16 dikatakan bahwa Alkitab diilhamkan (diinspirasikan, dinafaskan, difirmankan) oleh Allah itu artinya bahwa setiap kata yang ada di dalamnya merupakan firman Allah dan karena merupakan firman Allah, maka tidak mungkin salah. Namun meskipun jelas-jelas Alkitab mengatakan demikian, tapi ada juga pihak-pihak yang memiliki pandangan yang berbeda tentang keberadaan Alkitab itu sendiri

Berikut ini adalah beberapa diantara pandangan-pandangan itu:

1. Pandangan Liberal

Kaum Liberal beranggapan bahwa Alkitab bukanlah firman Allah secara kesuluruhan tetapi mengandung Firman Allah. Kalau dikatakan bahwa makanan mengandung garam artinya tidak semua makanan itu adalah garam, tetapi hanya sebagian yang dicampurkan dengan bahan lain. Demikian juga kalau dikatakan bahwa “Alkitab mengandung Firman Allah”, maka itu berarti bahwa dalam Alkitab itu ada bagian-bagian yang adalah Firman Allah, dan ada juga bagian-bagian yang bukan Firman Allah. Dan bagian-bagian yang bukan Firman Allah itu tentu saja bisa salah.

2. Pandangan Neo Ortodoks

Neo-Ortodoks dipelopori oleh Karl Barth. Konsep dasar dari pandangan ini adalah bahwa Alkitab menjadi Firman Allah apabila Allah memakainya untuk berbicara kepada manusia, tetapi kalau manusia itu merasa bahwa Allah tidak memakainya untuk berbicara kepada dia maka Alkitab itu bukanlah Firman Allah. Jadi Alkitab adalah Firman Allah secara subyektif, bukan secara obyektif.

Dalam kaitan pernyataan Alkitab mengenai Yesus dengan Yesus sendiri, menurut golongan ini bahwa firman Allah adalah Yesus; Firman yang telah menjadi daging, sedangkan Alkitab sendiri hanya merupakan “kesaksian”. Alkitab merupakan saksi mutlak (memberi kesaksian tentang) Yesus Kristus.[1] 

Ini jelas juga merupakan ajaran yang salah, karena kalau demikian, Firman Allah tidak memiliki otoritas untuk menghakimi manusia pada akhir jaman (bdk. Yoh 12:47-48, Roma 2:12), karena Alkitab sebagai Firman Allah hanya tergantung kepada perasaan manusia. Kalau manusia tidak merasa bahwa Allah menegur dosanya, maka manusia itu tidak akan pernah menerima teguran Allah lewat Alkitab.

3. Pandangan Ortodoks 

Dapat dikatakan bahwa pandangan Ortodoks memiliki pertentangan dengan Neo Ortodoks. Kalau Neo Ortodoks memandang Alkitab sebagai Firman Allah secara subjektif maka Ortodoks sebaliknya yaitu secara objektif. Jadi, apakah Alkitab itu diberitakan atau tidak, didengar oleh manusia atau tidak, dimengerti atau tidak, ditaati atau tidak, Alkitab tetap adalah Firman Allah. Dan pada waktu manusia mendengar pemberitaan Alkitab, apakah ia merasakan Allah menggunakannya untuk berbicara kepadanya atau tidak, Alkitab itu  tetap  adalah  Firman Allah. Inilah pandangan yang benar

 

Bukti-bukti bahwa Alkitab adalah Firman Allah

Untuk memperkuat pandangan bahwa Alkitab adalah firman Allah, maka bukti-bukti otentik yang dibutuhkan antara lain:

 1. Pengakuan yang berasal dari dalam Alkitab sendiri.

  • Adanya perkataan secara berulang-ulang: “Allah berfirman”, “Firman Allah” dan lain-lain. Mis: Yer 1:2,4,7.
  • Dalam Alkitab berulangkali dikatakan bahwa Allah menyuruh orang menuliskan Firman-Nya. (Kel 34:27,  Yer 30:1-2,  Wah 1:11,19).
  • Roma 3:1-2 secara jelas menyebutkan bahwa Alkitab (Perjanjian Lama) adalah Firman Allah (yang dipercayakan kepada orang Israel / Yahudi).
  • Kesaksian Kristus terhadap Perjanjian Lama menuntut Perjanjian Lama diterima sebagai ilham yang berasal dari Allah. (Mat. 5:17-20; Luk.16:17, Yoh. 10:34). Dengan tegas juga Ia berkata “ada tertulis”, tentu ini mengacu kepada Perjanjian Lama.

2. Bukti-bukti lain. 

  • Alkitab ditulis dalam jangka waktu 1500-1600 tahun, oleh kurang lebih 40 orang, yang hidup pada jaman yang berbeda, mempunyai latar belakang yang berbeda (ada yang petani, gembala, nabi, nelayan, raja, dsb),  banyak yang tidak kenal satu sama lain namun tulisan mereka harmonis. Dari lebih kurang 40 orang penulis, tulisan-tulisan yang dihasilkan dan dibukukan begitu harmonis, saling melengkapi, saling mendukung dan mengarah pada satu pernyataan utama yaitu Allah dan seluruh karya-Nya melalui Yesus Kristus. Semua ini hanya bisa dilakukan oleh Allah sendiri. Allah menguasai dan mengarahkan semua penulis untuk menulis kitab-kitab itu dan disatukan menjadi Alkitab melalui proses kanonisasi.
  • Bukti lain adalah bahwa Alkiab tidak pernah habis untuk dipelajari. Kalau kita mempelajari sebuah buku, maka walaupun buku itu sangat tebal namun suatu waktu akan habis juga dipelajari. Tetapi Alkitab sudah dipelajari oleh jutaan manusia selama ribuan tahun, dan tidak ada seorang pun yang bisa tamat belajar Alkitab. Orang yang banyak belajar Alkitab akan semakin banyak mengerti Alkitab, tetapi justru dengan semakin banyak mengerti Alkitab, makin banyak juga hal-hal baru yang muncul dari Alkitab itu sendiri yang belum dapat dimengerti. Itu artinya bahwa Alkitab memang tidak akan pernah bisa habis dipelajari sampai kapanpun.
  • Nubuat-nubuat di dalam Alkitab yang sudah banyak terjadi juga merupakan bukti bahwa Alkitab adalah Firman Allah (Maz 22:1,8,9,16,17,19  Yes 7:14  Mikha 5:1  Yes 53:3-7,9  Mat 24:2 dll).
  • Alkitab adalah buku yang paling kuno yang terus terpelihara. Meskipun banyak orang  Alkitab untuk menghancurkannya baik secara fisik dan theologies, tetapi Tuhan sanggup terus memelihara kemurnian maksudnya di dalam Alkitab. 

Tentang Inspirasi (Pengilhaman)

Dalam sebuah artikel yang berjudul “Inspirasi – The Inspiration of the Bible” dikatakan bahwa kata “inspirasi” berasal bahasa latin yang terdiri dari dua kata yaitu “in” dan “spiro” yang berarti menghembuskan ke dalam. Dalam bahasa Ibrani kata inspirasi adalah “Neshama” dan “Nismah” yang berarti nafas.[2] Dalam bahasa Yunani kata “diilhamkan” diterjemahkan dari kata theopneustos yang secara harfiah berarti dihembuskan oleh Allah seperti yang tertulis dalam 2 Timotius 3:16 “…. segala tulisan yang diilhamkan Allah”.[3]

Maka ketika dikatakan bahwa Alkitab diilhamkan oleh Allah, itu berarti bahwa Allah mempengaruhi orang-orang yang menulis Alkitab dengan cara sedemikian rupa sehingga apa yang mereka tuliskan merupakan perwujudan dari maksud Allah. Inspirasi berarti proses dimana Allah campur-tangan terhadap para penulis Alkitab melalui pekerjaan Roh Kudus atas diri penulis, sehingga apa yang mereka tulis merupakan kata-kata asli mereka, tetapi sekaligus juga merupakan catatan yang akurat dari wahyu Allah yang tidak mengandung kesalahan (2 Petrus 1:20-21). Ilham dari Allah menjamin bahwa pemberitaan kebenaran yang telah dinyatakan pasti tidak salah.

Campur tangan Allah terhadap penulis tidak secara otomatis menghilangkan pikiran dan kepribadian mereka, justeru Allah menggunakan pikiran dan keunikan kepribadian mereka untuk menyatakan maksud-Nya. Hal ini terlihat jelas dalam perbedaan gaya penulisan dan pendekatan yang digunakan oleh penulis-penulis itu.

Melalui keunikan pribadi penulis tersebut, Allah dapat menyampaikan Firman-Nya sehingga wajar bila para intelektual dibuat kagum mempelajari isi Alkitab, bahkan dengan keunikan itu pula orang-orang biasa pun dapat membaca dan memahaminya apabila mempelajarinya dengan kesungguhan dan dalam persekutuan dengan Roh Allah.

Pengilhaman kepada penulis Alkitab baik PL dan PB adalah wujud penyataan Allah bagi semua manusia. Penyataan Allah kepada bangsa Israel melalui nabi-nabi, malaikat dan tanda-tanda adalah penyataan kepada ruang lingkup yang terbatas, karena itu Allah telah menginsipirasikan Alkitab untuk menjangkau lebih banyak bangsa-bangsa dan seluruh dunia.

Penyataan Allah bertujuan untuk memperkenalkan diri-Nya kepada manusia supaya manusia dapat mencapai tujuan penciptaan, yaitu mengenal, mengasihi dan menyembah Dia. (note. Tafsiran Alkitab Masa Kini 3, Hal. 21). Walaupun manusia tidak dapat mengenal Allah dengan sempurna, namun Allah menyatakan diri sebatas manusia perlu mengetahuinya untuk mencapai tujuan Allah atas mereka.

Kanonisasi

 

Istilah kanon berasal dari bahasa Semit. Padamulanya berarti alat pengukur, kemudian dalam arti kiasan berarti “peraturan”. Dalam perjalanan sejarah kekristenan, Alkitab telah disatukan dari berbagai-bagai kitab atau tulisan-tulisan dan menjadi norma yang berotoritas bagi iman dan kehidupan bergereja, melalui proses kanonisasi yang dilakukan oleh berpuluh-puluh ahli-ahli kitab dan melibatkan ahli-ahli bahasa yang dengan teliti memilah-milah kitab-kitab atau tulisan-tulisan yang dianggap suci dan merupakan wahyu Allah.

Paling tidak ada 3 acuan yang dipakai oleh para ahli-ahli kitab dan bahasa dalam mengkanonisasikan kitab-kitab dan tulisan-tulisan menjadi Alkitab yaitu :

  1. Kitab tersebut ditulis atau disahkan oleh para nabi/rasul.
  2. Kitab tersebut diakui otoritasnya di kalangan gereja mula-mula
  3. Kitab tersebut mengajarkan hal yang selaras dengan kitab-kitab lainnya yang jelas termasuk dalam kanon.

Pembagian Kitab dalam PL sesuai kanon.

Berikut ini adalah pembagian kitab dalam kanon Perjanjian Lama.

Taurat

Terdiri dari 5 kitab: Kejadian, Keluaran, Bilangan, Imamat, Ulangan. Disebut juga Kitab Pentateuch (artinya lima volume). Penulisnya adalah Musa. Kitab Kejadian membicarakan permulaan dari segala sesuatu. Keempat kitab yang lain membicarakan hal permulaan bangsa Israel, sebuah bangsa yang dipilih Allah untuk menyatakan karya keselamatan-Nya bagi seluruh dunia.

Sejarah

Terdiri dari 12 kitab: Yosua, Hakim-hakim, Ruth, 1 Samuel, 2 Samuel, 1 Raja-raja, 2 Raja-raja, 1 Tawarikh, 2 Tawarikh, Ezra, Nehemia, dan Ester. Kitab ini membicarakan tentang perjalanan bangsa Israel dan jatuh bangunnya mereka selama kurun waktu sekitar 1000 tahun.

Nyanyian

Terdiri dari 5 kitab: Ayub, Mazmur, Amsal, Pengkhotbah dan Kidung Agung. Mereka disebut kitab nyanyian/puisi karena bentuk tulisannya memang demikian. Ciri khusus kitab puisi Ibrani adalah ‘sense rhythm‘ atau pengulangan gagasan.

Nubuatan

Terdiri dari 5 kitab nabi besar: Yesaya, Yeremia, Ratapan, Yehezkiel dan Daniel dan 12 kitab nabi kecil: Hosea, Yoel, Amos, Obaja, Yunus, Mikha, Nahum, Habakuk, Zefanya, Hagai, Zakaria dan Maleakhi.

Pembagian Kitab dalam PB Sesuai Kanon.

Sama halnya dengan kanonisasi Perjanjian Lama, Perjanjian Baru juga memiliki beberapa pembagian.

Injil

Terdiri dari empat kitab: Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Mencatat tentang kehidupan dan pelayanan Yesus selama di dunia. Matius menekankan Yesus sebagai raja, Markus menekankan Yesus sebagai hamba, Lukas menekankan Yesus sebagai manusia, Yohanes menekankan Yesus sebagai Anak Allah. Meskipun keempat penulis mempunyai penekanan yang berbeda-beda, tetapi tulisan-tulisan mereka satu dengan yang lain tetap harmonis.

Sejarah

Dalam PB hanya ada satu kitab yang merupakan kitab sejarah, yaitu Kitab Kisah Para Rasul. Kitab ini mencatat perkembangan misi Kristus yang dikerjakan oleh rasul-rasul. Penganiayaan, pertobatan dan pelayanan Paulus sangat dominan diceritakan dalam kitab ini.

Surat-surat

Terdiri dari 14 surat Paulus: Roma, 1 Korintus, 2 Korintus, Galatia, Efesus, Filipi, Kolose, 1 Tesalonika, 2 Tesalonika, 1 Timotius, 2 Timotius, Titus, Filemon, dan kemungkinan Ibrani, dan 7 surat bukan dari Paulus : Yakobus, 1 Petrus, 2 Petrus, 1 Yohanes, 2 Yohanes, 3 Yohanes, dan Yudas.

Kitab Apokaliptik

Terdiri satu kitab, yaitu Wahyu. Kitab ini merupakan kitab terklimaks dalam Alkitab, memberi kita gambaran mengenai masa yang akan datang dan penggenapan sejarah pada saat kedatangan Kristus yang kedua kali sebagai Hakim yang Agung.

 

Kritik Terhadap Alkitab

Kritik Alkitab (Biblical Criticism) dapat dibagi menjadi dua bagian; yaitu Kritik Tinggi (Higher Criticism) dan Kritik Rendah (Lower Criticism).  Kritik Rendah  sering diidentikkan dengan Kritik Teks (Textual Criticism) dan membahas unsur-unsur sejarah, dan tata bahasa (gramatikal).

Kritik Rendah tidak didasari atas keraguan terhadap Alkitab dan penyangkalan sebagai Firman Allah melainkan bertujuan untuk lebih mendapatkan makna atau pengertian yang sebenarnya atau paling tidak pengertian yang lebih dekat dengan maksud dan tujuan penulisan.

Higher Criticism (Kritik Tinggi), menurut Wisma Pandia, Th.M, adalah merupakan studi dari yang terdiri dari penerapan pendapat yang berkaitan dengan teks atau naskah berdasarkan apa yang bisa dilihat dari sejarah, bentuk naskah, pokok bahasan dan argumen dari kitab-kitab lain; cirri dan kaitannya drengan teks,; hubungan antar perikop, situasi-situasi yang diketahu penulis dan hal-hal yang berkaitan dengan pribadi penulis yang ikut andil.[4]

Kritik Tinggi merupakan pendekatan harmonis atas Alkitab sama seperti pendekatan kepada buku-buku kuno lainnya. Penerapan konsep rasionalisme yang dipegang kuat oleh para kritikus menjadikan supranaturalis hampir tidak mendapat tempat. Keraguan terhadap hal-hal yang supranatural di dalam Alkitab terutama hal-hal mujizat sangat dipengaruhi pemikiran yang rasionalis.  Menurut para kritikus tinggi bahwa segala sesuatu harus dapat diselaraskan dengan hal-hal yang alamiah.

Melihat kepada latar belakang Kritik Tinggi, dapat dikatakan bahwa masalah yang terjadi pada pengkritik ini adalah bahwa mereka tidak percaya bahwa Allah sendirilah sebagai pemilik Alkitab, sehingga menolak hal-hal yang bersifat supranatural yang terdapat di dalam Alkitab. Pemikiran ini didasari oleh asumsi yang menekankan rasio diatas segala-galanya.

 

Kesimpulan

Hal yang sangat penting dalam kekristenan adalah menerima Alkitab sebagai Firman Allah yang diilhamkan oleh Allah sendiri. Meskipun manusia yang menulis, tetapi para penulis tidak lepas dari kontrol Allah.

Pandangan-pandangan yang berseberangan yang meragukan Alkitab sebagai Firman Allah atau yang menerima Alkitab berisi Firman Allah atau yang mengatakan bahwa Alkitab hanya menjadi Firman Allah ketika disampaikan kepada jemaat adalah pandangan yang salah. Bukti-bukti dari dalam yaitu Alkitab sendiri dan bukti-bukti dari luar adalah otentik menyatakan bahwa Alkitab adalah Firman Allah.

Proses kanonisasi pun tidak luput dari control Allah, sehingga menghasilkan kitab-kitab yang benar-benar merupakan wujud dari pernyataan Allah bagi manusia. Pernyataan Allah adalah sangat penting bagi manusia agar menusia mengerti dan dapat mencapai tujuan penciptaan, yaitu mengenal, mengasihi dan menyembah Dia.

Kritik terhadap Alkitab yang bertujuan untuk mendapatkan maksud yang sama atau paling tidak sangat mendekati dengan maksud penulisan adalah penting dan sangat membangun (Lower Criticism), sedangkan hasil pemikiran dari Kritik Tinggi (Higher Criticism) harus ditolak karena mereka membangun pandangan terhadap Alkitab atas dasar rasio dan mengesampingkan hal-hal yang supranatural. Alkitab sungguh tidak memiliki kesalahan.

L.Hutabalian

[1] James Barr, Alkitab di Dunia Modern, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1989), 30

[2] Artikel dari Internet berjudul “Inspirasi  – The Inspiration of the Bible

[3] Yayasasan Komunikasih Bina Kasih, Tafsiran Alkitab Masa Kini 3, (Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 2001), 27

[4] Sumber Interner “Kritik Tinggi Terhadap Alkitab” oleh Wisma Pandia, Th.M.

Oleh: Biji Sesawi | Februari 22, 2011

Pentingnya Ber-oikumene bagi Gereja

PENGERTIAN OIKUMENE

            Oikumene umumnya dipahami secara terbatas yaitu sebagai suatu istilah yang dipakai untuk perkumpulan lintas denominasi berupa kegiatan-kegiatan atau ibadah bersama, tanpa menekankan tata cara peribadatan atau liturgi dan doktrin gereja tertentu. Kata Oikumene sebenarnya berasal dari bahasa Yunani yaitu Oikos yang berarti “rumah” dan Monos yang berarti ‘satu”.  Yang dimaksud “rumah” adalah dunia ini, sehingga kata oikumene berarti dunia yang didiami oleh seluruh umat manusia.[1]

            Manusia yang berada di dalam dunia yang sama, memiliki latar belakang budaya dan agama yang berbeda-beda (majemuk), karena itu oikumene menjadi dasar pendekatan bagi hubungan persekutuan dalam kemajemukan tersebut.  Disini budaya dan agama tertentu tidak lebih menonjol dan lebih utama, tetapi kemajemukan itu secara bersama-sama memberi tempat bahkan mengupayakan apa yang menjadi kepentingan bersama/umum.

            Dalam kekristenan, oikumene dapat dimaknai sebagai upaya untuk mempersatukan orang-orang Kristen lintas denominasi di dalam satu kesatuan tubuh Kristus untuk secara bersama-sama melaksanakan misi Tuhan bagi dunia.

 

 

DASAR DAN TUJUAN GERAKAN OIKUMENE DI INDONESIA

            Gerakan oikumene di Indonesia berawal dari pembentukan Dewan Gereja-Gereja di Indonesia (DGI) pada tanggal 25 Mei 1950 di Jakarta dalam Konperensi Pembentukan DGI tanggal 22-28 Mei 1950 di Jakarta. DGI kemudian berganti nama menjadi Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) sejak Sidang Raya DGI di Ambon (1984) dengan pertimbangan bahwa “persekutuan” lebih mencerminkan kesatuan lahir batin, lebih mendalam, lebih gerejawi daripada nama “dewan”. Pembentukan organisasi ini bertujuan untuk mewujudkan gereja kristen yang esa di Indonesia.[2]

Signifikansi gerakan oikumene di Indonesia adalah karena melihat keadaan gereja-gereja yang sering diwarnai perkelahian dan perpecahan. Harus diakui bahwa persoalan perbedaan pandangan teologis dan ambisi memiliki andil dalam perpecahan tersebut. Munculnya banyak denominasi di dunia dan terus ke Indonesia justeru mengkotak-kotakkan umat-umat Tuhan. Dan tidak jarang satu denominasi merasa lebih benar, lebih baik dan layak dibandingkan yang lain. Karena itu perlu dicarikan solusi dari keadaan ini melalui gerakan oikumene dengan melihat kepentingan terbesar dari semua kepentingan denominasi yaitu misi Tuhan di emban dengan penuh tanggung jawab oleh gereja-gereja.  Dengan gerakan oikumene diharapkan terjalin komunikasi dan interaksi diantara umat-umat Tuhan dan denominasi-denominasi dapat meninggalkan sikap isolasinya. Demikianlah cita-cita oikumene dalam kekristenan diharapkan, bahwa denominasi-denominasi secara bersama-sama membangun persekutuan yang kuat dalam satu kesatuan sebagai tubuh Kristus tanpa menonjolkan dogma/doktrin masing-masing

Doa Tuhan Yesus yang ditulis oleh Yohanes di Yoh.17:21 “supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku, dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku”, menjadi dasar alkitab beroikumenenya gereja. Yesus merindukan supaya orang-orang Kristen sebagai tubuh Kristus bersatu menjadi saksi-saksi Kristus.

Dalam perkembangannya gerakan oikumene di Indonesia juga semakin berkembang. Setelah PGI, kemudian lahirlah organisasi-organisasi lokal yang oikumenis antara lain :

  1. Sinode Am Gereja-gereja Sulawesi Utara/Tengah (SAG SULUTTENG).
  2. POUK (Persekutuan Oikumene Umat Kristen) di tempat-tempat seperti pemukiman, perusahaan dll di mana umat Kristen dari berbagai gereja bertemu. POUK ini bukan gereja karena itu anggota POUK tetap menjadi anggota gereja masing-masing.
  3. BK3 (Badan Kerjasama Kegiatan Kristen).
  4. BKSAG (Badan Kerjasama Antar Gereja).
  5. Forum Komunikasi Antar Gereja. Forum tidak melembaga, hanya merupakan pertemuan untuk membahas masalah-masalah atau maksud-maksud lain. Wadah-wadah ini tumbuh dari prakarsa gereja-gereja setempat. Anggotanya tidak terbatas pada gereja-gereja anggota PGI

 

TANTANGAN OIKUMENE

Setidaknya ada 3 masalah utama yang menghambat usaha-usaha penyatuan gereja dan upaya oikumene yaitu:

  1. Masalah baptisan. Ada gereja-gereja yang menyetujui baptisan anak dan ada yang menolaknya.
  2. Masalah perjamuan kudus. Menurut Roma Katolik dan Gereja Ortodoks, dalam Perjamuan Kudus terjadi transubstansiasi. Artinya, roti dan anggur berubah menjadi daging dan darah Yesus. Gereja-gereja Protestan menganggap bahwa roti dan anggur itu merupakan lambang dari tubuh dan darah Yesus.
  3. Masalah jabatan. Gereja RK, Ortodoks dan Anglikan berpendapat bahwa uskup sebagai pejabat gereja adalah pengganti rasul Petrus. Gereja-gereja Protestan berpendapat bahwa rasul tidak diganti.

Seringkali hal-hal ini menjadi perdebatan antara gereja-gereja yang tidak sepaham. Anggapan yang lain tidak alkitabiah dalam pengajaran atau doktrin menjadi penghalang utama terjadinya oikumene.

 

KEESAAN GEREJA

            Sebagaimana disebutkan bahwa tujuan pendirian DGI/PGI adalah mewujudkan gereja Kristen yang esa di Indonesia. Pada awalnya digumulkan suatu kemungkinan gereja-gereja di Indonesia menjadi satu gereja nasional dengan nama “Sinode Oikumene Gereja-gereja di Indonesia”, disingkat SINOGI. Pendekatan untuk mewujudkan SINOGI ini ialah dengan menyatukan pengakuan iman dan tata gereja. Ternyata gagasan ini ditolak dalam sidang raya di Makassar tahun 1967.

Pada sidang raya PGI pada tahun 1971 di Pematang Siantar pendekatan keesaan gereja itu ditekankan pada soal fungsi gereja. Sidang tiba pada suatu kesimpulan yaitu “keesaan dalam kepelbagaian”. Kepelbagaian gereja-gereja diakui tetapi dengan satu ikatan yaitu melalui PGI. Gereja-gereja melaksanakan tugas panggilannya masing-masing.

Menurut Suara GKYE Peduli Bangsa 2002, Hal 5-29, yang dikutip oleh Pdt. Bahtera untuk diktat mata kuliah oikumene STT BASOM, Keesaan gereja bermakna:

  1. Keesaan gereja itu berlawanan dengan perpecahan (keterpisahan) dan keseragaman. Didalam keesaan gereja terkandung: keutuhan, sinergi dan kemajemukan atau pluralitas. Ketiga aspek ini berinteraksi secara dinamis dan berkelanjutan.
  2. Dasar keesaan gereja adalah Tuhan Yesus Kristus yang mengasihi secara sempurna yaitu Dia menjadi manusia sampai mati disalib. Dengan kasih-Nya memerintah melalui Roh-Nya di dalam hati setiap orang percaya, setiap gereja.
  3. Keesaan gereja yang majemuk dan sinergi, mempunyai potensi menjadi berkat secara efektif bagi masyarakat di dunia yang memerlukannya. Keesaan gereja adalah jawaban iman terhadap doa Tuhan Yesus dan jawaban akan panggilan gereja menjadi berkat bagi bangsa Indonesia.

Gereja bukanlah gereja yang sempurna dalam arti sempurna dalam segala aspek. Setiap gereja mempunyai keunikan, kekuatan dan keterbatasan masing-masing. Oleh karena itu dibutuhkan keterbukaan berkomunikasi, saling menghargai dan kerja sama, maka akan terjadi kesatuan dalam hal fungsi.

Tidak mungkin orang kristen bisa berperan aktif dalam memikirkan solusi-solusi permasalahan-permasalahan yang ada di tengah-tengah gereja dan bangsa, apalagi  memikirkan langkah-langkah kongkrit bagi kemajuan gereja dan bangsa apabila gereja sendiri tidak bisa hidup harmonis, rukun dan terbuka. Karena itu keesaan dalam fungsi yang berpijak pada dasar dan tujuan yang sama yaitu Yesus Kristus adalah mutlak.

OIKUMENE GEREJA BAGI PERSATUAN NKRI

Jika ditelusuri sejarah kebangsaan Indonesia, tidak dapat dipungkiri bahwa negara Republik Indonesia ini terbentuk melalui perjuangan seluruh komponen bangsa. Baik sebelum dan sesudah proklamasi kemerdekaan RI maupun pada masa sekarang ini, keterlibatan umat kristen dalam perjuangan dan pembangunan nasional selalu di inspirasikan dan dimotivasi semangat kekristenan yang okumenis dan Injili serta rasa memiliki dan semangat perjuangan sebagai bagian dari bangsa.

Yeremia 29:7 ”Usahakanlah kesejahteraan kota kemana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu”.  Nats ini mengindikasikan bahwa umat Tuhan tidak dapat melepaskan diri dari lingkungan dan masyarakat dimana dia berada.  Meskipun kondisi umat Tuhan sedang dalam pembuangan di Babilonia, dimana mereka berada dalam tekanan dan penderitaan, tapi mereka diperintahkan Tuhan untuk mengusahakan kesejahteraan kota itu. Tentu perintah ini mempunyai alasan karena mereka sendiri hidup di kota itu. Kesejateraan yang tercipta di kota dimana mereka berada akan merimbas kepada mereka.

Orang kristen di Indonesia bukan saja hanya tinggal di Indonesia tetapi juga merupakan bagian dan pemilik negeri ini. Karena itu orang kristen mutlak harus memikirkan kesejahteraan negeri ini. Mengusahakan kesejahteraan Indonesia merupakan tanggung jawab orang kristen baik sebagai warga negara terlebih sebagai utusan Tuhan.

Memang sekarang ini tantangan bagi umat Tuhan semakin berat karena maraknya persoalan yang mencabik-cabik rasa persatuan dan kesatuan ditengah anak bangsa. Penghargaan terhadap perbedaan/pluralisme budaya, suku terlebih agama seakan tidak lagi mendapat tempat dihati kebanyakan orang. Istilah minoritas dan mayoritas yang diwariskan orde baru untuk pemuluk agama di Indonesia secara tidak langsung telah juga mengkotak-kotakkan warga negara. Merasa lebih berhak karena lebih mayoritas bagi pemeluk salah satu agama di Indonesia berimplikasi pada tindakan dan keputusan-keputusan yang merendahkan hak-hak setiap warga negara.  Keputusan demokratis atas dasar jumlah suara terbanyak di dalam masyarakat, lembaga-lembaga negara, legislatif akhirnya lebih memihak pada kepentingan mayoritas. Maka muncullah berbagai perundangan yang tidak mencerminkan semangat kebersamaan.

            Kondisi ini diperparah dengan sikap pemerintah yang tampaknya kurang tegas dalam menyikapinya. Berbagai kasus anti pluralisme berupa pelanggaran hak, kekerasan dan konflik yang timbul tidak ada penyelesaian yang memadai. Dalam pandangan Pdt.Dr.W.J. Hendriks,[3] bahwa sampai sekarang belum melihat adanya pemimpin yang punya integritas nasional, malah kecenderungan pemimpin sekarang memanfaatkan situasi untuk mengokohkan kedudukan dan kepentingannya.  Padahal bangsa Indonesia yang majemuk ini memerlukan seorang pemimpin yang mempunyai integritas nasional yang tinggi dan mencintai rakyatnya sehingga kebijakan-kebijakannya bermuara kepada kepentingan rakyat bukan kepentingan kelompok tertentu saja. Adanya semangat identitas keagamaan yang berlebihan pada kelompok masyarakat tertentu dengan kecenderungan mengenyahkan pihak lain yang berbeda pandangan dan tafsir agama juga memperparah keadaan.

            Ditengah kondisi-kondisi Indonesia yang semakin retak akibat lunturnya rasa kebangsaan dan penghargaan pluralisme yang semakin kandas, apa yang harus dilakukan oleh gereja untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan NKRI? Ini menjadi pertanyaan penting yang mau tidak mau harus dijawab oleh umat Tuhan, sehubungan tanggung jawabnya sebagai warga negara dan sebagai pengemban misi Tuhan seperti yang dimaksudkan pada Yohanes 17:21 yaitu ”bersatu menjadi saksi” dan Yeremia 29:7 ”mengusahakan kesehteraan kota”.

Dalam kaitan gerakan oikumene dalam dinamika pluralisme agama di negara republik Indonesia, menurut Elga J. Sarapung[4] bahwa gereja memiliki 2 tugas panggilan:

  1. Gereja dipanggil untuk mengembangkan hubungan positif, kreatif, realistis dan trasnformatif dengan pemerintah dan semua pihak di masyarakat.
  2. Gereja dipanggil untuk mengambil bagian dalam mewujudkan perdamaian, keadilan (bagi seluruh rakyat dan tanah tumpah darah Indonesia) dan keutuhan ciptaan di Indonesia.

Menurutnya bahwa permasalahan yang terjadi di negeri ini tidak semata-mata kesalahan dari pemerintah tatapi juga karena gereja belum mampu menjalankan fungsinya dengan baik dan maksimal.

Gereja dalam hal ini tidak boleh tinggal diam. Gereja baik secara sendiri-sendiri dan bersama-sama (oikumene) perlu terus menyuarakan dan mengingatkan bahwa keadaan yang ada sekarang ini merupakan ancaman yang serius terhadap NKRI di masa depan. Gereja perlu berupaya agar usaha-usaha penggantian ideologi Pancasila menjadi ideologi yang lain tidak menjadi kenyataan, karena ideologi Pancasila sudah final yang mampu menjadi perekat bagi bangsa Indonesia yang majemuk. Pancasila lahir dari wawasan kebangsaan dan kebersamaan yang kuat.

Pdt. Fince Sopamena Latumahina, Ketua GKSS  dalam artikelnya[5] mengatakan bahwa gereja harus berjuang besatupadu dengan semua orang yang berjuang untuk mempertahankan Pancasila sebagai dasar dan falsafah negara. Gereja berjuang bersama dengan mereka yang memiliki keprihatinan yang sama terhadap nasib NKRI.

Eksistensi gereja sebagai terang dan garam harus lebih nyata bagi Indonesia dan dunia. Eklusifisme harus dikikis dari kehidupan gereja. Gereja yang hidup adalah gereja yang dinamis, gereja yang menjadi berkat bagi sekelilingnya. Selama ini peran gereja sebagai terang sepertinya semakin melemah.  Mungkin ini disebabkan karena gereja sudah lebih banyak melayani diri sendiri, pelayanan yang bersifat internal saja, dan puas dengan ritual-ritual keagamaan.

Gereja sebagai elemen bangsa tidak boleh tinggal diam dengan semua permasalahan yang ada. Persoalan politik, sosial, ekonomi, dan lain-lain haruslah disikapi dengan bijak dan dicarikan solusinya. Gereja perlu aktif berperan dalam melakukan transformasi menuju Indonesia yang lebih baik ke depan.

Dalam hal kemiskinan misalnya, gereja harus berperan. Pdt Dr A.A Yewangoe menyatakan harapannya agar gereja juga peka dan ikut serta mengatasi problematika kehidupan berbangsa, khususnya menyangkut masalah kemiskinan, karena gereja juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari bangsa Indonesia.  “Kemiskinan bukanlah sebuah sebab, tetapi lebih kepada akibat ketidakadilan dan korupsi. Gereja tidak dapat bekerja sendiri dalam upaya mengatasi masalah kemiskinan,” tegasnya.[6]

Gereja harus semakin menyatu dengan keadaan dalam arti dapat melihat dan merasakan persoalan bangsa, dan berperan nyata terhadap persoalan yang ada ditengah-tengah masyarakat. Gereja dipanggil bukan semata-mata mengurus dirinya sendiri tetapi melayani sesama tanpa pandang bulu.

Jemaat-jemaat gereja harus di dorong dan diajar untuk perduli terhadap orang-orang miskin.  Jemaat bisa diberdayakan dengan saling membantu untuk memperhatikan keadaan ekonomi anggota-anggota jemaat dan masyarakat. Salah satu upaya kecil yang mungkin dilakukan adalah dengan memberi pelatihan untuk membuat kerajianan tangan, bercocok tanam, melatih memanfaatkan lahan sempit, dll.

Dalam mengatasi masalah kemiskinan yang kompleks,  gereja juga perlu bekerja sama dengan umat agama lainnya dan dengan rendah hati bersama tanpa membedakan suku, agama dan ras.

Jadi, melihat realitas yang ada, harapan yang dimiliki, tugas panggilan Allah bagi gereja untuk bangsa dan dunia, maka umat Tuhan perlu terus beroikumene, bekerja sama menyuarakan suara kenabian bagi bangsa Indonesia, memikirkan dan mengupayakan terjadinya persatuan dan kesatuan, keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat dalam NKRI.


[1] Makalah Mata Kuliah Oikumene STT BASOM oleh Pdt. Bahtera.

[2] Artikel di Internet berjudul “Gerekan Oikumene Nasional dan Lokal”.

[3] Berita Oikumene, Edisi Januari 2009, Hal 13.

[4] Berita Oikumene, Edisi Januari 2009, Hal. 8.

[5] Berita Oikumene, Edisi Januari 2009, Hal. 15.

Oleh: Biji Sesawi | Februari 22, 2011

G E R E J A R U M A H

PENDAHULUAN

Menurut Kis. 1:8, setiap orang Kristen dipanggil untuk menjadi saksi Kristus bagi manusia, sedangkan dalam Matius 28:19, Tuhan Yesus mengamanatkan kepada orang Kristen – yang dimulai dari ke 12 rasul – untuk menjadikan semua bangsa menjadi murid Kristus. Berdasarkan ini, gereja meresponi dengan melaksanakan penginjilan, baik itu Penginjilan Massa (KKR), Penginjilan Pribadi maupun Penginjilan Kelompok (Kelompok/Gereja Sel, Kelompok Tumbuh Bersama, Gereja rumah)

Mengapa Injil penting disampaikan? Karena Injil adalah kehendak Allah bagi keselamatan umat manusia. Injil, yang dalam bahasa Yunani : Euangelion, yang mengacu pada suatu pengertian yaitu kabar baik bahwa Allah di dalam Yesus Kristus telah memenuhi janji-janjiNya kepada Israel dan bahwa suatu jalan keselamatan telah dibuka bagi semua orang yang berdosa[1]. Roma 3:23 berkata:“Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.“  Dan Roma 6:23 berkata:“Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.“

Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam ibadah skala besar, sangat sulit untuk bisa saling mengenal dan saling memperdulikan secara pribadi. Pelayanan pribadi jadi sering terabaikan. Pada kasus lain yaitu para petobat-petobat baru juga membutuhkan bimbingan yang intensive untuk lebih mengerti Allah dan firman-Nya. Karena itu gereja rumah menjadi salah satu solusi untuk mengatasi keadaan ini.

 

DEFINISI, DASAR DAN TUJUAN GEREJA RUMAH

Wikipedia memuat definisi dari gereja rumah yaitu sebuah istilah tidak resmi untuk suatu kelompok kaum Kristen yang berkumpul atau bersekutu bersama-sama baik reguler maupun spontan di sebuah rumah atau tempat atau lapangan yang biasanya bukan untuk tempat ibadah resmi. Dalam bahasa Inggris istilah ini adalah House Church atau Home Church.[2]

Ada beberapa alasan muncul dan berkembangnya Gereja rumah yaitu belum atau tidak adanya gedung gereja, adanya tekanan karena tidak ada pengakuan dari pemerintah – seperti yang terjadi di Cina -, Adanya anggapan bahwa Gereja rumah jauh lebih efisien dan efektif untuk saling melayani dan menjangkau jiwa dan pembinaan petobat baru, juga  adanya anggapan bahwa gereja rumah itu lebih alkitabiah dan mencerminkan kekristenan jaman para rasul.

Dasar pembentukan gereja rumah adalah Matius 18:19 & 20 “Dan lagi Aku berkata kepadamu: jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh BapaKu yang di sorga. Sebab dimana dua atau tiga orang berkumpul dalam namaKu, disitu Aku ada ditengah-tengah mereka.” Jemaat mula-mula termasuk gereja rumah karena mereka tidak memiliki tempat ibadah khusus seperti gedung gereja, sedangkan di sinagoge jelas mereka tidak diterima karena mereka dianggap orang-orang yang sesat.

Keluarga Adam adalah gereja rumah pertama. Kelurga Nuh, Abraham, Ishak, Yakub, Yusuf dan banyak tokoh lainnya adalah juga termasuk gereja rumah dalam Perjanjian Lama. Melihat kepada kisah kehidupan mereka, dan pernyataan Alkitab bahwa mereka hidup bergaul dengan Tuhan, itu artinya ada persekutuan antara keluarga-keluarga ini dengan Tuhan.

Ada beberapa tujuan diadakannya gereja rumah menurut “Simple Church“[3]:

  1. 1.      Saling Memperhatikan.

Seperti yang disampaikan diatas bahwa ibadah yang berskala besar sulit untuk saling mengenal ataupun saling memperdulikan antara satu dengan yang lain. Dengan gereja rumah yang skalanya kecil interaksi kesatuan dan kesehatian yang tulus lebih bisa dirasakan antara sesama anggota. Hal ini akan menunjang pertumbuhan rohani setiap anggota dan bisa saling menguatkan.

  1. 2.      Penjangkauan Keluar (Pkh. 4:9-12; Mat. 28:18-20)

Pertumbuhan rohani yang sehat di gereja rumah, mendorong tiap individu untuk terlibat dalam pelebaran Kerajaan Allah. Kasih Kristus yang meraka rasakan di dalam Gereja rumah menjadi dorongan yang kuat menjangkau jiwa-jiwa bagi Tuhan.

  1. 3.      Mengembangkan Karunia Rohani (Ef. 1:13-14, Kis. 2:38, 1 Kor. 12:4-11)

Dalam gereja rumah, setiap anggota lebih dapat saling memperhatikan, mendoakan dan mendorong dalam pertumbuhan hingga seorang jemaat yang dimuridkan dalam gereja rumah dapat mengembangkan karunia rohani yang ada padanya.

  1. 4.      Mempersiapkan gereja di masa sulit (Di dalam tiap kondisi).

Gereja rumah bukan hanya menyiapkan seorang Kristen kuat dan bertumbuh namun mempersiapkan jemaat bertahan di masa sulit sebab ibadah tidak bergantung pada sebuah gedung, sebab dapat bertemu di mana saja, “dua atau tiga orang berkumpul di situ Aku hadir”. Kekristenan merupakan gaya hidup dan ibadah dapat dilaksanakan dimana saja sebab Allah Maha Hadir dan Ia sangat mendambakan hubungan yang intim bukannya ritual agamawi yang membosankan (Kis 7:47-50, Mat 18:20).

 

BEBERAPA KELEBIHAN

Menurut Wolfgang Simson, dalam bukunya “Gereja rumah Yang Mengubah Dunia“[4] ada 12 kelebihan pergerakan gereja rumah dengan dasar sel bila dibandingkan dengan gereja tradisional kongregasional, beberapa diantara adalah:

  1. 1.      Multiplikasi dan Pemuridan.

Pembinaan, multiplikasi dan pemuridan adalah inti dari konsep ini. Orang-orang yang telah ditebus saling bertanggung jawab satu sama lain, dengan begitu mereka cepat dewasa dan kuat untuk memultiplikasi.

  1. 2.      Struktur yang Tahan Aniaya.

Melalui cara hidup yang sederhana dan fleksibel, rasa persaudaraan dan saling memiliki yang kuat, akan cenderung membuat mereka tahan aniaya.

  1. 3.      Bebas dari Penghalang Pertumbuhan Gereja.

Ketika anggota sudah semakin banyak, maka gereja rumah akan bermultiplikasi, suatu proses reproduksi sel, dan pertumbuhan pergerakan tidak menjadi penghalang pertumbuhan gereja.

  1. 4.      Semakin Banyak yang Terlibat, semakin Efisien.

Dalam gereja kongregasional biasanya hanya melibatkan 20% dari jumlah anggota yang ada untuk terlibat dalam pelayanan. Dalam gereja rumah, hampir setiap orang dengan mudah dan secara alami akan terlibat. Karena mereka yang terlibat merasa bahagia dan dipuaskan, sehingga kualitas dan efisiensi gereja secara keseluruhan terus bertumbuh.

  1. 5.      Menghancurkan Dilema Pelayanan Pastoral

Dalam gereja kongregasional, seiring dengan pertumbahan jumlah anggota, kwalitas pelayanan pastoral biasanya akan menurun karena gembala sidang tidak sanggup lagi melayani seluruh jemaat dengan baik.  Gereja rumah dapat mengatasi dilema ini.

PENUTUP.

            Harus diakui bahwa gereja rumah memiliki kelebihan-kelebihan yang patut diperhitungkan dibandingkan gereja kongregasional umumnya, walaupun tidak tertutup juga memiliki kelemahan theologis karena struktur pengurus yang fleksible. Tetapi menurut penulis perlu memikirkan pola pengkombinasian antara gereja kongregasional dan gereja rumah sehingga menghasilkan pelayanan yang lebih baik.


[1] Penginjilan – Artikle Lomser Hutabalian (www.hutabalian72.wordpress.com)

[2] http://id.wikipedia.org/wiki/Gereja_rumah

[3] http://gerejaperjanjianbaru.blogspot.com/2008/01/gereja-rumah.html

[4] Disarikan menjadi artikle berjudul “Kelebihan Gereja Rumah Dibandingkan dengan Gereja Tradisional” sumber : www.kristenonline.com/download/book/komsel.doc

Oleh: Biji Sesawi | Februari 22, 2011

BIDANG-BIDANG TEOLOGI

1. TEOLOGI BIBLIKA.

          – Pengantar PL dan PB

          – Teologi PL dan PB

          – Hermeneutik

          – Ibrani dan Yunani

          – Tafsir PL dan PB

 2. TEOLOGI SISTEMATIKA/DOGMATIKA

          – Prolegomera dan Bibliologi

          – Propper (Doktrin ttg Allah), Pneumatologi (RK), Angelogi dan Setan-setan

          – Man and Sin

          – Kristologi dan Seteorologi.

          – Eklesiologi (Doktrin tentang gereja) dan Bidat-bidat.

          – Eskatologi (Akhir Zaman)

 3. TEOLOGI HISTORIKA

          – Sejarah Gereja Umum/Indonesia

          – Dll yang berbau sejarah.

4. TEOLOGI PRAKTIKA

          – Homiletika (Kotbah)

          – Etika

          – Pendidikan Agama Kristen

          – Pastoral/Konseling.

 5. TEOLOGI PHYLOSOPHICAL

          – Apologetika

          – Filsafat Modern/Kontemporer/Kristen

Oleh: Biji Sesawi | Februari 4, 2011

Batam Care 2011

Oleh: Biji Sesawi | Desember 18, 2010

Perubahan Setelah Panggilan.

Filipi 3:7-8,“Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus.”

Ada perubahan yang besar terjadi dalam kehidupan rasul Paulus sejak dia mengenal dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dalam hidupnya. Dia rela meninggalkan segala kemewahan dan jabatan yang begitu baik dalam kehidupannya demi untuk mengikut Yesus. Bahkan apa yang dahulu dianggapnya sebagai keuntungan kini dianggapnya sebagai kerugian.

Ayat-ayat ini mengajak kita untuk melihat kembali diri kita dan mempertanyakan perubahan apa yang telah terjadi setelah kita mengenal dan menerima Yesus dalam hidup kita. Sudahkah kita sanggup mengutamakan Tuhan lebih dari pada yang lain dalam hidup kita. Perubahan yang semakin baik haruslah semakin nyata bagi orang yang telah mengenal Tuhan. Seseorang yang telah mengenal Tuhan harus sanggup berkata tidak untuk kesenangan/keuntungan duniawi jika bertentangan dengan kehendak Tuhan. Kita harus sanggup berkata seperti rasul Paulus bahwa hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Ketika Tuhan masih menghendaki kita ada di dunia ini, itu artinya kita harus menghasilkan buah-buah yang manis.

Oleh: Biji Sesawi | November 30, 2010

PENGAJARAN

Yesaya 8:20; “Carilah pengajaran dan kesaksian!” Siapa yang tidak berbicara sesuai dengan perkataan itu, maka baginya tidak terbit fajar.

Setiap orang butuh pengajaran firman. Pengajaran akan menjadikan kita lebih dewasa dalam iman sejurus kemudian akan di ikuti dengan kedewasaan sikap dan tindakan. Dengan pengajaran firman, kita semakin mengenal Allah dengan segala apa yang dapat Dia perbuat bagi kita. Kita mengenalNya sebagai gembala yang baik, yang selalu memperhatikan dan memelihara ; memberika proteksi/perlindungan dalam setiap langkah yang kita jalani.

Sangat dibutuhkan hati sebagai seorang murid ketika menerima pengajaran. Seorang murid memiliki kerinduan untuk dibekali ilmu pengetahuan (pengajaran) dan untuk itu dibutuhkan tekad untuk terus belajar dan penerima pengajaran dari guru. Seorang murid akan mematuhi dan mengikuti arahan gurunya dan pada akhirnya seorang murid akan mempraktekkan pengajaran yang dia tarima. Dengan kata lain bahwa perjalanan hidup seorang murid akan dipengaruhi oleh pengajaran yang dia terima.

Demikianlah diharapkan bagi umat-umat Tuhan. Sebagai murid Tuhan, kita sepantasnya memiliki kerinduan untuk terus belajar firman Tuhan, mematuhi dan menerima arahan dari sang guru kita yang Agung Yesus Kristus dan pada akhirnnya diharapkan kita mempraktekkan firman Allah sebagai buah dari pengajaran itu.

Oleh: Biji Sesawi | November 29, 2010

PANDANGAN

 

Amsal 16:2 berkata :”Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati.”

 Firman Tuhan ini, mencerminkan sikap hidup manusia secara umum yang selalu berbicara dan bertindak sesuai dengan apa yang dianggap benar menurut pandangannya. Sekalipun menurut pandangan orang lain belum tentu sama.

Ada beberapa hal yang melatarbelakangi pandangan seseorang, antara lain : pendidikan/pengetahuan dan pengalaman hidup dari sejak kecil baik di keluarga maupun di lingkungannya.  Perbedaan pandangan bisa saja menjadi sumber malapetaka jika masing-masing pihak mempertahankan pendapatnya yang dianggapnya paling benar.

Ibaratkan seseorang yang melihat sebatang pohon yang berdaun ke ungu-unguan dari balik kaca jendela yang berwarna merah dan seorang lagi melihat pohon yang sama dari balik kaca jendala yang berwarna biru, mereka akan melihat warna daun pohon itu dengan warna yang berbeda-beda berdasarkan warna kaca jendela yang mereka gunakan untuk melihat pohon itu. Nah, untuk membuktikan warna daun pohon yang sebenarnya, mereka harus meninggalkan kaca jendala itu dan bersama-sama  mendekati pohon itu.  Artinya mereka haruslah keluar dulu dari merasa paling benar masing-masing  dan mengkomunikasikannya.

Dialog/Komunikasi yang terus menerus sangat dibutuhkan untuk menyatukan pandangan. Dan tentu saja kerendahan hati dan keterbukaan menjadi modal utama dalam menghasilkan komunikasi yang berhasil. Selain itu egoisme dan sifat mau menang sendiri haruslah dihilangkan. Masing-masing pihak harus bersedia mendengar lawan bicara mengungkapkan pendapatnya. Komunikasi yang baik akan menghasilkan keputusan-keputusan yang baik pula. Orang yang hatinya murni akan selalu terbuka mengevaluasi diri dan mengoreksi diri dan pandangan-pandangannya.

Oleh: Biji Sesawi | November 25, 2010

Evaluasi Diri

Mazmur 90:12 “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana”

Untuk mengetahui secara jelas perkembangan suatu program kerja maka diperlukan adanya evaluasi.  Dengan evaluasi kita dapat mengetahui realisasi program dan menelusuri kendala-kendala yang dihadapi serta kemudian mencari dan merumuskan langkah-langkah pemecahannya, sehingga target yang ingin dicapai dengan program itu bisa terlaksana atau setidak-tidaknya sangat mendekati sasaran.

Mungkin kita tidak punya program tertulis menyangkut masa depan kita, tetapi kita punya impian dan harapan untuk masa depan. Untuk itu kita juga perlu mengevaluasi diri, mengevaluasi segala tindakan yang telah kita lalui, merenungkan perkembangan apa yang telah kita capai dan mengidentifikasi kendala-kendala atau kelamahan-kelemahan apa yang perlu diperbaiki.

Pun dalam hal rohani perlu mengevaluasi diri. Bagaimana peningkatan pengenalan kita akan Tuhan, pertumbuhan rohani, buah-buah yang kita hasilkan, dan lain-lain. Untuk meningkatkan kemampuan dan kwalitas diri baik intelektual maupun rohani, modal yang paling penting adalah sikap mau diajar dan mau belajar. Seringkali Tuhan kasih kesempatan bagi kita untuk belajar tatapi waktu itu tidak kita manfaatkan dengan baik, sehingga dari tahun ke tahun kemampuan intelektual kita hanya begitu-begitu saja dan secara rohani tidak bertumbuh.

Dengan kemampuan intelektual dan kedewasaan rohani, bukan saja akan meningkatkan kwalitas hidup kita sendiri tatapi kita juga dapat menjadi berkat bagi orang lain. Hanya orang-orang yang berkwalitaslah yang dapat membuat gebrakan perubahan positif bagi kemajuan kehidupan umat manusia.

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.