DI BALIK JATUHNYA YERIKHO

 

 

Kisah jatuhnya kota Yerikho ke tangan orang Israel tidak terlepas dari kerja sama yang baik diantara elemen yang ada di bangsa itu. Walaupun  sangat mudah bagi Allah untuk meluluh lantakkan kota Yerikho tanpa orang Israel berbuat apa-apa tapi hal itu tidak dilakukan oleh Allah. Allah menghendaki mereka memiliki andil dengan bertindak sebagai bukti kepercayaan mereka kepada perintah Tuhan. 

 

Allah memerintahkan mereka untuk mengedari kota itu, membawa serta Tabut Perjanjian, membunyikan sangkakala dan bersorak dengan nyaring. Kalau kita lihat sebenarnya, logika atau dalil-dalil tidak dapat menerima apabila hanya karena mengitari tembok itu, membunyikan sangkakala dan bersorak, dapat meruntuhkan tembok itu yang sangat besar itu. Jelas dalam hal ini ada campur tangan Allah. Tanpa campur tangan Allah tentu tembok dan kota itu tidak akan dapat dikuasai oleh orang Israel.

 

Adapun elemen yang dipakai oleh Tuhan menurut yang tertulis di kitab Yosua 6 adalah :

1.       Prajurit

2.       Imam-imam

3.       Seluruh bangsa (umat)

 

Keterlibatan semua elemen untuk meruntuhkan tembok Yeriko dalam konteks jaman ini dapat menggambarkan kerjasama dan keterlibatan semua elemen yang ada di gereja Tuhan. Tuhan mau memakai semua elemen dan talenta yang ada untuk mendukung misi Allah.

 

Lebih jelas formasi yang diperintahkan Yosua sesuai dengan pentunjuk Allah untuk mengitari kota Yeriko adalah orang bersenjata (prajurit), kemudian di ikuti oleh imam-imam yang membawa sangkakala, lalu dibelakangnya ada tabut perjanjian (juga dibawa oleh imam –ayat 12), dan yang terakhir adalah barisan penutup (Ayat 6-9). Formasi ini sangat cocok dengan model pelayanan baik di dalam pengembangan gereja/pelayanan yang sudah ada, maupun dalam penginjilan untuk menjangkau jiwa-jiwa baru bagi Tuhan.

 

Orang bersenjata adalah para penginjil/pekerja-pekerja perintis, imam-imam adalah hamba-hamba Tuhan yang dipercaya menggembalakan dan menyuarakan (meniup sangkakala) suara Tuhan, Tabut adalah gambaran Yesus yang diberitakan sekaligus menjadi lambang kehadiran dan penyertaan Allah, sedangkan yang terakhir adalah barisan penutup mengacu pada jemaat yang menerima pengajaran firman dan sekaligus menjadi penopang kebutuhan tenaga dan/atau financial pelayanan.

Melalui kerjasama yang baik dan saling mendukung diantara semua elemen yang ada di tengah-tengah gereja Tuhan, sesuai dengan panggilan dan talenta masing-masing, pekerjaan Tuhan yang besar akan dapat dilakukan. Dan karena yang dilakukan adalah misi Tuhan dan oleh karena kehadiran Tuhan yang dilambangkan dengan Tabut Perjanjian akan selalu menyertai, maka pekerjaan yang dahsyat akan terjadi seperti peruntuhan tembok Yeriko.

 

Tuhan memberkati.

Lomser Hutabalian