BERKAT DALAM KERUKUNAN – 1
Indahnya Kerukunan
Maz. 133: 1 “Nyanyian ziarah Daud. Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!“
Saya percaya bahwa setiap orang senang dengan apa yang baik dan indah. Siapa pun manusianya; pintar atau bodoh, baik atau jahat. Meskipun kadang-kadang kebaikan dan keindahan itu bisa menjadi relatif ketika berhadapan dengan etika, norma, adat dan kebiasaan. Paling tidak seorang yang jahat pun akan menginginkan yang baik dan indah bagi dirinya dan keluarganya sendiri.
Pemazmur melihat bahwa ada kebaikan dan keindahan dalam suatu kerukunan, oleh karena itu setiap orang diajak untuk hidup dalam kerukunan. Kalau kita membuat suatu alur atau flow, maka bisa kita gambarkan bahwa ending dari proses ini adalah kebaikan dan keindahan, yang dihasilkan dari sebuah kerukunan, sedang kerukunan adalah hasil kontribusi sikap dan tindakan yang baik dari dua atau lebih orang/pihak. Ajakan hidup dengan rukun di dasari adanya dua atau lebih pihak dalam suatu komunitas sehingga diperlukan sikap dan tindakan yang baik untuk menciptakan kerukunan diantara mereka. Jadi kerukunan tidak tercipta begitu saja secara tiba-tiba tapi merupakan andil dari orang-orang yang termasuk dalam suatu komunitas itu.
Sikap yang paling mendasar untuk menciptakan suatu kerukunan adalah melihat kepentingan bersama lebih utama dari kepentingan pribadi, saling memahami dan menghormati antara satu dengan yang lain. Sikap ini yang perlu dimiliki setiap orang. Sebaliknya apabila ada pihak-pihak yang mementingkan diri sendiri, tidak mau berusaha memahami orang lain sehingga dengan mudah memfonis/menghakimi, tidak mau menghormati orang lain dan mau menang sendiri akan menciptakan pertikaian atau permusuhan dan mungkin juga chaos.
Kepenting diri sendiri yang dimaksud tidak melulu dilihat dari segi materi tapi juga kehormatan. Bukan hanya karena “gila” materi seseorang bisa jatuh ke dalam dosa tetapi juga “gila” hormat. Maka tidaklah mengherankan apabila dalam persekutuan, keluarga bahkan gereja, ada yang memiliki sikap negatif seperti disebutkan diatas akan menghasilkan pertikaian/permusuhan dan atau perpecahan.
Bukan berarti tidak ada perbedaan yang mungkin menghasilkan “kerikil-kerikil” permasalahan dalam suatu komunitas, tapi kalau perbedaan dikomunikasikan dengan baik dengan sikap terbuka dan rendah hati serta mendasarkan pada kepentingan yang lebih besar yaitu kepentingan bersama, maka pasti akan menghasilkan kesepakatan yang baik dan menguntungkan bersama. Istilahnya “conflict of ideas” itu biasa asal jangan “conflict of interest”.
In Him, St.LH