Seperti Embun Gunung Hermon.
Mazmur 133:3 “Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.”
Lihatlah contoh yang diberikan Daud ini, alangkah baik dan indahnya sebuah kerukunan. Di umpamakan seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung (bukit-bukit) Sion.
Gunung Hermon adalah gunung yang tinggi yang berada Libanon. Ia berada pada ketinggian sekitar 2800 m diatas permukaan laut. Hampir sepanjang tahun gunung ini bersalju yang menghasilkan embun yang tebal di sekelilingnya. Embun yang turun ke kaki gunung Hermon dan ke gunung-gunung atau bukit yang lebih rendah disekitarnya menghasilkan titik-titik air. Demikian gunung sion yang cenderung kering mendapat berkah dari embun dan air yang mengalir dari gunung Hermon. Air dari gunung Hermon juga mengalir ke sungai Jordan dan berakhir di Laut Mati*.
Embun melambangkan berkat yang turun dari atas (tempat tinggi) mengalir ke tempat yang rendah. Satu sisi bisa kita maknai ini sebagai berkat dari Tuhan kepada mereka yang merendahkan diri. Namun lebih daripada itu adalah bahwa dalam suatu komunitas yang rukun mereka yang berada di posisi atas akan menjadi berkat bagi mereka yang berada dibawah.
Mereka yang kuat akan memberkati yang lemah, yang dewasa menjadi berkat bagi yang belum dewasa, yang tua menjadi berkat bagi yang muda, yang kaya menjadi berkat bagi yang berkekurangan, yang berkhikmat menjadi berkat bagi mereka yang kurang berhikmat, yang berpengetahuan menjadi berkat bagi yang tidak berpengetahuan, dll. Tidakkah ini baik dan indah?
Namun harus kita akui, bahwa kerukunan hanya dapat dicapai apabila ada kasih yang senantiasa mendasari dan mengikat setiap orang. Kasih yang mengacu kepada kasih Allah yang murni. Maka miliki kasih Allah, itu yang utama.
In Him,
St.LH