Oleh: Ev. Lomser Hutabalian, S.Th | Februari 22, 2011

Ketidakbersalahan Alkitab

PENDAHULUAN

 Adalah hal yang sangat penting bagi orang Kristen untuk mengerti dan mempercayai bahwa Alkitab yang digunakan sebagai pedoman hidup adalah kebenaran yang mutlak dari Allah, dan karena itu tidak memiliki kesalahan. Karena ketidakbersalahan Alkitab, maka Alkitab memiliki otoritas untuk mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Segala aspek kehidupan kita harus tunduk dan diarahkan oleh prinsip-prinsip Alkitab yang adalah hukum Allah.

Alkitab memang tidak diberikan untuk menceritakan tentang segala sesuatu. Dan tidak segala suatu dapat kita pelajari dari Alkitab; misalnya sejarah lengkap peradaban manusia, informasi-informasi teknik ilmiah, bahkan sejarah masa kanak-kanak Tuhan Yesus, namun Alkitab telah diberikan kepada manusia secara cukup untuk mengajarkan tentang Allah, karya cipta-Nya dan mengenai hakikat manusia sendiri dalam hubungannya dengan Allah.

Beberapa Pandangan Tentang Alkitab

 Di dalam 2 Timotius 3:16 dikatakan bahwa Alkitab diilhamkan (diinspirasikan, dinafaskan, difirmankan) oleh Allah itu artinya bahwa setiap kata yang ada di dalamnya merupakan firman Allah dan karena merupakan firman Allah, maka tidak mungkin salah. Namun meskipun jelas-jelas Alkitab mengatakan demikian, tapi ada juga pihak-pihak yang memiliki pandangan yang berbeda tentang keberadaan Alkitab itu sendiri

Berikut ini adalah beberapa diantara pandangan-pandangan itu:

1. Pandangan Liberal

Kaum Liberal beranggapan bahwa Alkitab bukanlah firman Allah secara kesuluruhan tetapi mengandung Firman Allah. Kalau dikatakan bahwa makanan mengandung garam artinya tidak semua makanan itu adalah garam, tetapi hanya sebagian yang dicampurkan dengan bahan lain. Demikian juga kalau dikatakan bahwa “Alkitab mengandung Firman Allah”, maka itu berarti bahwa dalam Alkitab itu ada bagian-bagian yang adalah Firman Allah, dan ada juga bagian-bagian yang bukan Firman Allah. Dan bagian-bagian yang bukan Firman Allah itu tentu saja bisa salah.

2. Pandangan Neo Ortodoks

Neo-Ortodoks dipelopori oleh Karl Barth. Konsep dasar dari pandangan ini adalah bahwa Alkitab menjadi Firman Allah apabila Allah memakainya untuk berbicara kepada manusia, tetapi kalau manusia itu merasa bahwa Allah tidak memakainya untuk berbicara kepada dia maka Alkitab itu bukanlah Firman Allah. Jadi Alkitab adalah Firman Allah secara subyektif, bukan secara obyektif.

Dalam kaitan pernyataan Alkitab mengenai Yesus dengan Yesus sendiri, menurut golongan ini bahwa firman Allah adalah Yesus; Firman yang telah menjadi daging, sedangkan Alkitab sendiri hanya merupakan “kesaksian”. Alkitab merupakan saksi mutlak (memberi kesaksian tentang) Yesus Kristus.[1] 

Ini jelas juga merupakan ajaran yang salah, karena kalau demikian, Firman Allah tidak memiliki otoritas untuk menghakimi manusia pada akhir jaman (bdk. Yoh 12:47-48, Roma 2:12), karena Alkitab sebagai Firman Allah hanya tergantung kepada perasaan manusia. Kalau manusia tidak merasa bahwa Allah menegur dosanya, maka manusia itu tidak akan pernah menerima teguran Allah lewat Alkitab.

3. Pandangan Ortodoks 

Dapat dikatakan bahwa pandangan Ortodoks memiliki pertentangan dengan Neo Ortodoks. Kalau Neo Ortodoks memandang Alkitab sebagai Firman Allah secara subjektif maka Ortodoks sebaliknya yaitu secara objektif. Jadi, apakah Alkitab itu diberitakan atau tidak, didengar oleh manusia atau tidak, dimengerti atau tidak, ditaati atau tidak, Alkitab tetap adalah Firman Allah. Dan pada waktu manusia mendengar pemberitaan Alkitab, apakah ia merasakan Allah menggunakannya untuk berbicara kepadanya atau tidak, Alkitab itu  tetap  adalah  Firman Allah. Inilah pandangan yang benar

 

Bukti-bukti bahwa Alkitab adalah Firman Allah

Untuk memperkuat pandangan bahwa Alkitab adalah firman Allah, maka bukti-bukti otentik yang dibutuhkan antara lain:

 1. Pengakuan yang berasal dari dalam Alkitab sendiri.

  • Adanya perkataan secara berulang-ulang: “Allah berfirman”, “Firman Allah” dan lain-lain. Mis: Yer 1:2,4,7.
  • Dalam Alkitab berulangkali dikatakan bahwa Allah menyuruh orang menuliskan Firman-Nya. (Kel 34:27,  Yer 30:1-2,  Wah 1:11,19).
  • Roma 3:1-2 secara jelas menyebutkan bahwa Alkitab (Perjanjian Lama) adalah Firman Allah (yang dipercayakan kepada orang Israel / Yahudi).
  • Kesaksian Kristus terhadap Perjanjian Lama menuntut Perjanjian Lama diterima sebagai ilham yang berasal dari Allah. (Mat. 5:17-20; Luk.16:17, Yoh. 10:34). Dengan tegas juga Ia berkata “ada tertulis”, tentu ini mengacu kepada Perjanjian Lama.

2. Bukti-bukti lain. 

  • Alkitab ditulis dalam jangka waktu 1500-1600 tahun, oleh kurang lebih 40 orang, yang hidup pada jaman yang berbeda, mempunyai latar belakang yang berbeda (ada yang petani, gembala, nabi, nelayan, raja, dsb),  banyak yang tidak kenal satu sama lain namun tulisan mereka harmonis. Dari lebih kurang 40 orang penulis, tulisan-tulisan yang dihasilkan dan dibukukan begitu harmonis, saling melengkapi, saling mendukung dan mengarah pada satu pernyataan utama yaitu Allah dan seluruh karya-Nya melalui Yesus Kristus. Semua ini hanya bisa dilakukan oleh Allah sendiri. Allah menguasai dan mengarahkan semua penulis untuk menulis kitab-kitab itu dan disatukan menjadi Alkitab melalui proses kanonisasi.
  • Bukti lain adalah bahwa Alkiab tidak pernah habis untuk dipelajari. Kalau kita mempelajari sebuah buku, maka walaupun buku itu sangat tebal namun suatu waktu akan habis juga dipelajari. Tetapi Alkitab sudah dipelajari oleh jutaan manusia selama ribuan tahun, dan tidak ada seorang pun yang bisa tamat belajar Alkitab. Orang yang banyak belajar Alkitab akan semakin banyak mengerti Alkitab, tetapi justru dengan semakin banyak mengerti Alkitab, makin banyak juga hal-hal baru yang muncul dari Alkitab itu sendiri yang belum dapat dimengerti. Itu artinya bahwa Alkitab memang tidak akan pernah bisa habis dipelajari sampai kapanpun.
  • Nubuat-nubuat di dalam Alkitab yang sudah banyak terjadi juga merupakan bukti bahwa Alkitab adalah Firman Allah (Maz 22:1,8,9,16,17,19  Yes 7:14  Mikha 5:1  Yes 53:3-7,9  Mat 24:2 dll).
  • Alkitab adalah buku yang paling kuno yang terus terpelihara. Meskipun banyak orang  Alkitab untuk menghancurkannya baik secara fisik dan theologies, tetapi Tuhan sanggup terus memelihara kemurnian maksudnya di dalam Alkitab. 

Tentang Inspirasi (Pengilhaman)

Dalam sebuah artikel yang berjudul “Inspirasi – The Inspiration of the Bible” dikatakan bahwa kata “inspirasi” berasal bahasa latin yang terdiri dari dua kata yaitu “in” dan “spiro” yang berarti menghembuskan ke dalam. Dalam bahasa Ibrani kata inspirasi adalah “Neshama” dan “Nismah” yang berarti nafas.[2] Dalam bahasa Yunani kata “diilhamkan” diterjemahkan dari kata theopneustos yang secara harfiah berarti dihembuskan oleh Allah seperti yang tertulis dalam 2 Timotius 3:16 “…. segala tulisan yang diilhamkan Allah”.[3]

Maka ketika dikatakan bahwa Alkitab diilhamkan oleh Allah, itu berarti bahwa Allah mempengaruhi orang-orang yang menulis Alkitab dengan cara sedemikian rupa sehingga apa yang mereka tuliskan merupakan perwujudan dari maksud Allah. Inspirasi berarti proses dimana Allah campur-tangan terhadap para penulis Alkitab melalui pekerjaan Roh Kudus atas diri penulis, sehingga apa yang mereka tulis merupakan kata-kata asli mereka, tetapi sekaligus juga merupakan catatan yang akurat dari wahyu Allah yang tidak mengandung kesalahan (2 Petrus 1:20-21). Ilham dari Allah menjamin bahwa pemberitaan kebenaran yang telah dinyatakan pasti tidak salah.

Campur tangan Allah terhadap penulis tidak secara otomatis menghilangkan pikiran dan kepribadian mereka, justeru Allah menggunakan pikiran dan keunikan kepribadian mereka untuk menyatakan maksud-Nya. Hal ini terlihat jelas dalam perbedaan gaya penulisan dan pendekatan yang digunakan oleh penulis-penulis itu.

Melalui keunikan pribadi penulis tersebut, Allah dapat menyampaikan Firman-Nya sehingga wajar bila para intelektual dibuat kagum mempelajari isi Alkitab, bahkan dengan keunikan itu pula orang-orang biasa pun dapat membaca dan memahaminya apabila mempelajarinya dengan kesungguhan dan dalam persekutuan dengan Roh Allah.

Pengilhaman kepada penulis Alkitab baik PL dan PB adalah wujud penyataan Allah bagi semua manusia. Penyataan Allah kepada bangsa Israel melalui nabi-nabi, malaikat dan tanda-tanda adalah penyataan kepada ruang lingkup yang terbatas, karena itu Allah telah menginsipirasikan Alkitab untuk menjangkau lebih banyak bangsa-bangsa dan seluruh dunia.

Penyataan Allah bertujuan untuk memperkenalkan diri-Nya kepada manusia supaya manusia dapat mencapai tujuan penciptaan, yaitu mengenal, mengasihi dan menyembah Dia. (note. Tafsiran Alkitab Masa Kini 3, Hal. 21). Walaupun manusia tidak dapat mengenal Allah dengan sempurna, namun Allah menyatakan diri sebatas manusia perlu mengetahuinya untuk mencapai tujuan Allah atas mereka.

Kanonisasi

 

Istilah kanon berasal dari bahasa Semit. Padamulanya berarti alat pengukur, kemudian dalam arti kiasan berarti “peraturan”. Dalam perjalanan sejarah kekristenan, Alkitab telah disatukan dari berbagai-bagai kitab atau tulisan-tulisan dan menjadi norma yang berotoritas bagi iman dan kehidupan bergereja, melalui proses kanonisasi yang dilakukan oleh berpuluh-puluh ahli-ahli kitab dan melibatkan ahli-ahli bahasa yang dengan teliti memilah-milah kitab-kitab atau tulisan-tulisan yang dianggap suci dan merupakan wahyu Allah.

Paling tidak ada 3 acuan yang dipakai oleh para ahli-ahli kitab dan bahasa dalam mengkanonisasikan kitab-kitab dan tulisan-tulisan menjadi Alkitab yaitu :

  1. Kitab tersebut ditulis atau disahkan oleh para nabi/rasul.
  2. Kitab tersebut diakui otoritasnya di kalangan gereja mula-mula
  3. Kitab tersebut mengajarkan hal yang selaras dengan kitab-kitab lainnya yang jelas termasuk dalam kanon.

Pembagian Kitab dalam PL sesuai kanon.

Berikut ini adalah pembagian kitab dalam kanon Perjanjian Lama.

Taurat

Terdiri dari 5 kitab: Kejadian, Keluaran, Bilangan, Imamat, Ulangan. Disebut juga Kitab Pentateuch (artinya lima volume). Penulisnya adalah Musa. Kitab Kejadian membicarakan permulaan dari segala sesuatu. Keempat kitab yang lain membicarakan hal permulaan bangsa Israel, sebuah bangsa yang dipilih Allah untuk menyatakan karya keselamatan-Nya bagi seluruh dunia.

Sejarah

Terdiri dari 12 kitab: Yosua, Hakim-hakim, Ruth, 1 Samuel, 2 Samuel, 1 Raja-raja, 2 Raja-raja, 1 Tawarikh, 2 Tawarikh, Ezra, Nehemia, dan Ester. Kitab ini membicarakan tentang perjalanan bangsa Israel dan jatuh bangunnya mereka selama kurun waktu sekitar 1000 tahun.

Nyanyian

Terdiri dari 5 kitab: Ayub, Mazmur, Amsal, Pengkhotbah dan Kidung Agung. Mereka disebut kitab nyanyian/puisi karena bentuk tulisannya memang demikian. Ciri khusus kitab puisi Ibrani adalah ‘sense rhythm‘ atau pengulangan gagasan.

Nubuatan

Terdiri dari 5 kitab nabi besar: Yesaya, Yeremia, Ratapan, Yehezkiel dan Daniel dan 12 kitab nabi kecil: Hosea, Yoel, Amos, Obaja, Yunus, Mikha, Nahum, Habakuk, Zefanya, Hagai, Zakaria dan Maleakhi.

Pembagian Kitab dalam PB Sesuai Kanon.

Sama halnya dengan kanonisasi Perjanjian Lama, Perjanjian Baru juga memiliki beberapa pembagian.

Injil

Terdiri dari empat kitab: Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Mencatat tentang kehidupan dan pelayanan Yesus selama di dunia. Matius menekankan Yesus sebagai raja, Markus menekankan Yesus sebagai hamba, Lukas menekankan Yesus sebagai manusia, Yohanes menekankan Yesus sebagai Anak Allah. Meskipun keempat penulis mempunyai penekanan yang berbeda-beda, tetapi tulisan-tulisan mereka satu dengan yang lain tetap harmonis.

Sejarah

Dalam PB hanya ada satu kitab yang merupakan kitab sejarah, yaitu Kitab Kisah Para Rasul. Kitab ini mencatat perkembangan misi Kristus yang dikerjakan oleh rasul-rasul. Penganiayaan, pertobatan dan pelayanan Paulus sangat dominan diceritakan dalam kitab ini.

Surat-surat

Terdiri dari 14 surat Paulus: Roma, 1 Korintus, 2 Korintus, Galatia, Efesus, Filipi, Kolose, 1 Tesalonika, 2 Tesalonika, 1 Timotius, 2 Timotius, Titus, Filemon, dan kemungkinan Ibrani, dan 7 surat bukan dari Paulus : Yakobus, 1 Petrus, 2 Petrus, 1 Yohanes, 2 Yohanes, 3 Yohanes, dan Yudas.

Kitab Apokaliptik

Terdiri satu kitab, yaitu Wahyu. Kitab ini merupakan kitab terklimaks dalam Alkitab, memberi kita gambaran mengenai masa yang akan datang dan penggenapan sejarah pada saat kedatangan Kristus yang kedua kali sebagai Hakim yang Agung.

 

Kritik Terhadap Alkitab

Kritik Alkitab (Biblical Criticism) dapat dibagi menjadi dua bagian; yaitu Kritik Tinggi (Higher Criticism) dan Kritik Rendah (Lower Criticism).  Kritik Rendah  sering diidentikkan dengan Kritik Teks (Textual Criticism) dan membahas unsur-unsur sejarah, dan tata bahasa (gramatikal).

Kritik Rendah tidak didasari atas keraguan terhadap Alkitab dan penyangkalan sebagai Firman Allah melainkan bertujuan untuk lebih mendapatkan makna atau pengertian yang sebenarnya atau paling tidak pengertian yang lebih dekat dengan maksud dan tujuan penulisan.

Higher Criticism (Kritik Tinggi), menurut Wisma Pandia, Th.M, adalah merupakan studi dari yang terdiri dari penerapan pendapat yang berkaitan dengan teks atau naskah berdasarkan apa yang bisa dilihat dari sejarah, bentuk naskah, pokok bahasan dan argumen dari kitab-kitab lain; cirri dan kaitannya drengan teks,; hubungan antar perikop, situasi-situasi yang diketahu penulis dan hal-hal yang berkaitan dengan pribadi penulis yang ikut andil.[4]

Kritik Tinggi merupakan pendekatan harmonis atas Alkitab sama seperti pendekatan kepada buku-buku kuno lainnya. Penerapan konsep rasionalisme yang dipegang kuat oleh para kritikus menjadikan supranaturalis hampir tidak mendapat tempat. Keraguan terhadap hal-hal yang supranatural di dalam Alkitab terutama hal-hal mujizat sangat dipengaruhi pemikiran yang rasionalis.  Menurut para kritikus tinggi bahwa segala sesuatu harus dapat diselaraskan dengan hal-hal yang alamiah.

Melihat kepada latar belakang Kritik Tinggi, dapat dikatakan bahwa masalah yang terjadi pada pengkritik ini adalah bahwa mereka tidak percaya bahwa Allah sendirilah sebagai pemilik Alkitab, sehingga menolak hal-hal yang bersifat supranatural yang terdapat di dalam Alkitab. Pemikiran ini didasari oleh asumsi yang menekankan rasio diatas segala-galanya.

 

Kesimpulan

Hal yang sangat penting dalam kekristenan adalah menerima Alkitab sebagai Firman Allah yang diilhamkan oleh Allah sendiri. Meskipun manusia yang menulis, tetapi para penulis tidak lepas dari kontrol Allah.

Pandangan-pandangan yang berseberangan yang meragukan Alkitab sebagai Firman Allah atau yang menerima Alkitab berisi Firman Allah atau yang mengatakan bahwa Alkitab hanya menjadi Firman Allah ketika disampaikan kepada jemaat adalah pandangan yang salah. Bukti-bukti dari dalam yaitu Alkitab sendiri dan bukti-bukti dari luar adalah otentik menyatakan bahwa Alkitab adalah Firman Allah.

Proses kanonisasi pun tidak luput dari control Allah, sehingga menghasilkan kitab-kitab yang benar-benar merupakan wujud dari pernyataan Allah bagi manusia. Pernyataan Allah adalah sangat penting bagi manusia agar menusia mengerti dan dapat mencapai tujuan penciptaan, yaitu mengenal, mengasihi dan menyembah Dia.

Kritik terhadap Alkitab yang bertujuan untuk mendapatkan maksud yang sama atau paling tidak sangat mendekati dengan maksud penulisan adalah penting dan sangat membangun (Lower Criticism), sedangkan hasil pemikiran dari Kritik Tinggi (Higher Criticism) harus ditolak karena mereka membangun pandangan terhadap Alkitab atas dasar rasio dan mengesampingkan hal-hal yang supranatural. Alkitab sungguh tidak memiliki kesalahan.

L.Hutabalian

[1] James Barr, Alkitab di Dunia Modern, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1989), 30

[2] Artikel dari Internet berjudul “Inspirasi  – The Inspiration of the Bible

[3] Yayasasan Komunikasih Bina Kasih, Tafsiran Alkitab Masa Kini 3, (Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 2001), 27

[4] Sumber Interner “Kritik Tinggi Terhadap Alkitab” oleh Wisma Pandia, Th.M.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.351 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: