Oleh: Bakti Rajawali Ministry | Agustus 14, 2008

Kuasa Kehadiaran Allah.

Ketika Allah membawa orang Israel keluar dari tanah Mesir, Dia menyuruh mereka membuat Tabut yang terbuat dari kayu penaga dan dilapisi dengan emas. Tubut ini akan menjadi lambang kehadiran Tuhan ditengah-tengah umat Israel. Melalui adanya Tabut, disana Allah akan berbicara kepada umat Israel dan menyatakan kuasa-Nya. Selama ada Tabut Perjanjian ada ditengah-tengah mereka, mereka menikmati kuasa kehadiran Allah :  Ketika menyeberangi sungai Yordan (Yos. 3:7), meruntuhkan kota Yeriko (Yos. 6) dan memukul kalah musuh-musuh dalam perjalanan ke Kanaan. Namun setelah lama mereka di Tanah Kanaan yang melimpah susu dan madu itu, pada jaman Elia dan Samuel dipanggil oleh Tuhan menjadi imam, orang Israel telah lama kembali pada kebiasaan lama yaitu menjauh dari Tuhan. Maka mereka terpukul kalah oleh orang Filistin. Saat itulah mereka teringat kembali kepada Tabut Perjanjian.

tabut3

Hal yang sama seringkali terjadi ditengah-tengah umat Tuhan. Ketika hidup berkecukupan bahkan mungkin berkelimpahan, mereka melupakan Tuhan. Sampai kemudian pencobaan datang, baru ingat kembali kepada Tuhan.


1 Samuel 4 mengisahkan Israel dikalahkan oleh orang Filistin lalu orang Israel mengingat Tabut Perjanjian dan membawanya dari Silo ke perkemahan. Tetapi kehadiran Tabut ditengah-tengah mereka tidak membawa kemenangan kepada mereka seperti yang dulu-dulu. Mereka terpukul kalah oleh orang Filistin bahkan Tabut itu dibawa oleh orang Filistin. Mengapa terjadi demikian? Karena mereka telah lama melupakan Tabut itu. Mereka tidak dapat dengan mudah mengimani arti kehadiran Tabut Perjanjian itu ditengah-tengah mereka. Seperti itu juga umat Tuhan, apabila sudah lama melupakan persekutuannya dengan Tuhan, maka tidak mudah lagi baginya untuk membangun persekutuan yang indah dengan Tuhan. Maka tidak heran kita menemukan orang yang bolak-balik bersaksi bahwa dirinya lemah dan jauh dari Tuhan, tapi setelah bersaksi, tidak ada perubahan dalam dirinya. Tidak ada kebangunan rohani. Oleh karena itu janganlah melupakan persekutuan dengan Tuhan.


moses-ark1

1 Samuel 5 selanjutnya dikisahkan bahwa orang Filistin menempatkan Tabut duduk sejajar di Kuil dengan patung dewa Dagon. Tatapi patung dewa Dagon terjatuh sampai terbelah. Artinya bahwa Allah tidak dapat disejajarkan dengan ilah-ilah atau dewa-dewa. Bahkan Allah menghajar orang Filistin dengan borok dan hama tikus karena perlakuan mereka mensejajarkanNya dengan dewa Dagon. Jaman sekarang tidak sedikit orang yang menyebut diri Kristen telah mensejajarkan Tuhan dengan ilah-ilah jaman. Kekayaan, Pekerjaan dll telah menjadi ilah-ilah jaman ini. Manusia tidak lagi bergantung kepada Tuhan tetapi bergantung kepada pekerjaannya dan kekayaannya.


Pada 1 Samuel 6, orang Filistin mengembalikan Tabut Perjanjian beserta emas yang berbentuk borok-borok dan emas berbentuk tikus sebagai membayar tebusan salah.


Kira-kira 2000 tahun yang lalu, Yesus kembali membawa kehadiran Allah ditengah-tengah umat Manusia. Tabut Perjanjian adalah gambaran dari Tuhan Yesus. Pada Tabut terdapat dua patung malaikat pada kedua ujungnya, diantara tutup pendamaian (Kel. 25). Bandingkan ketika Maria pergi ke kuburan Yesus yang telah tersalib dan mati untuk mendamaikan manusia dengan Allah, ia menemukan dua orang malikat pada kedua ujung pembaringan mayat Yesus. Satu orang malaikat dibagian kepala, dan satu lagi dibagian kaki. (Yoh. 20:11-12).


Dalam Ibrani 9:4 disebutkan isi dari Tabut Perjanjian yaitu:

1. Buli-buli emas berisi manna ; Manna berbicara tentang kebutuhan jasmani yang dikirim Allah (Kel. 16). Kecukupan kebutuhan Jasmani yang disedikan Allah bagi orang yang percaya kepada Yesus.

2. Tongkat Harun yang pernah bertunas karena orang lewi dan pemimpin orang Israel memberontak kepada Musa dan Harun . (Bil. 16&17). ; berbicara tentang muzijat yang berlaku dalam diri Yesus. Kehidupan yang mengalahkan kematian. Yesus mati karena pemberontakan manusia kepada Allah. Dan Yesus telah mengalami kematian supaya manusia yang berontak itu memiliki hidup.

3. Loh-loh batu. Loh bertuliskan 10 hukum Allah. (Ul. 10:1-5) ; Berbicara bahwa dalam Yesus adalah firman yang menuntun dan yang menghidupkan. Mengenal Yesus lewat firman maka kita akan mengenal Allah dengan segala maksud-Nya bagi kita (band. Yohanes pasal 1).

Kalau kita memiliki Yesus berarti ada kehadiran Allah di dalam hidup kita. Dan kuasa kehadiran Allah itu dapat kita nikmati sepanjang kita terus percaya kepada-Nya.

Tuhan memberkati.

Salam,

Lomser Hutabalian


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: