Oleh: Bakti Rajawali Ministry | November 28, 2008

Saudara Adalah Anak-Anak Allah.

 

Dalam banyak firman Tuhan, Yesus disebut Anak Allah. Bahkan Dia sendiri menyebut diri-Nya sebagai Anak. Sebenarnya sebutan Anak kepada Yesus sangat erat kaitannya dengan manusia agar setiap orang yang percaya juga mendapat bagian dalam identitas ke-anakan-Nya. Kristus disebut Anak dan Allah adalah Bapa-Nya supaya kita dapat bagian di dalamnya, sehingga kita disebut anak-anak Allah dan Allah adalah Bapa kita.  Yohannes 1:12,”Tetapi semua orang yang menerima-Nya (Yesus-red) diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.” (band 1 Yoh. 2:23; Galatia 3:6)

 

Jadi hubungan kita dengan Tuhan bukan hanya sekedar hubungan antara Allah dengan umat, pencipta dengan ciptaannya, bukan juga hanya seperti gembala dengan domba tetapi juga hubungan antara Bapa dengan anak. Dengan posisi kita sebagai anak, kita memperoleh kesempatan untuk bergaul karib atau berhubungan dengan akrab dengan Allah. Ini sungguh luar biasa. Tuhan bergaul karib dengan Allah. Ketika Yesus menyebut Allah sebagai Abba

 

Dalam beberapa kesempatan Yesus Kristus menyebut Allah sebagai Abba. Abba dalam bahasa Aramic artinya deddy (B. Inggris) ayah (B.Indonesia) bukan hanya sekedar bapa. Bapa belum tentu ayah tetapi ayah sudah pasti bapa. Abba atau Ayah menunjukkan garis keturunan. Abba menunjukkan dari mana seseorang berasal. Galatia 4:6,”Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: “ya Abba, ya Bapa!”(Band Roma 8:15) Karena kita telah menyatu dengan Kristus dan telah mendapat bagian dari identitas ke-anak-anNya, maka kita juga berhak memanggil-Nya Abba.

 

Ketika Yesus berdoa, Dia selalu mengarahkan doanya kepada Bapa. Dia menyebut Allah dalam doa-Nya sebagai Bapa atau Abba. Dan saat Dia mengajarkan murid-murid dalam hal berdoa dan meminta kepada Allah, Dia mengajarkan para murid untuk meminta kepada Bapa. Ini menjadi suatu pelajaran bagi kita bahwa apabila kita berdoa dan meminta kepada Allah dalam doa kita, hal yang sangat perlu kita sadari bahwa kita sedang berdoa atau meminta kepada Bapa kita. Bapa atau Abba yang mengasihi kita, yang perduli dan yang bangga memberi yang terbaik bagi anak-anak-Nya Matius 6:7-8,”Lagi pula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan sebelum kamu minta kepada-Nya.” 

 

Dalam suatu kesaksian, raja Daud pernah berkata : Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku dipadang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. (Maz. 23:1-2). Jadi karena nama-Nya yang agung, Ia bangga memberi yang terbaik bagi anak-anakNya, dan juga mau agar anak-anakNya bangga memiliki Bapa seperti Dia.

 

Yoh.3 :35 mengatakan :”Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya.” Ini artinya bahwa segala sesuatu yang telah diserahkan kepada Kristus, kita juga dapat bagian di dalamnya karena kita telah mendapat bagian dari identitas ke-anakan-Nya (Yoh. 1:12 & Galatia 4:6). Juga Efesus 1:22,”Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Oleh karena itu sebagai anak yang telah menyatu dengan Kristus, maka apa yang diletakkan dibawah kaki Kristus, kita juga mendapat bagian di dalamnya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: