Oleh: Bakti Rajawali Ministry | November 28, 2008

Saudara Adalah Ciptaan Baru

 

Ketika Allah menciptakan segala sesuatu, firman Tuhan katakan bahwa semua baik. Manusia diciptakan dengan kemuliaan Allah dalam kekudusan dan kebenaran.  Tetapi ketika manusia yang pertama itu jatuh kedalam dosa, mereka kehilangan kemuliaan Allah demikian juga keturunannya. Kejadian 2:17 yang berkata,”pada hari engkau memakannya, engkau akan mati”, tidak berarti mereka akan mati secara jasmani melainkan secara rohani dimana mereka akan menjadi terpisah dari Allah. Dosa manusia pertama sesungguhnya adalah bukan dosa ketidakpatuhan melainkan dosa ketidak percayaan. Ketika iblis menggoda dia, dia lebih percaya kepada perkataan iblis daripada perkataan Allah sehingga ia memakan buah terlarang itu. Ketidak percayaan itulah yang membuat Adam dan Hawa tidak patuh pada perkataan Allah untuk tidak memakan buah terlarang itu.

           

Tetapi karena kasih Allah yang besar, Dia mau mengembalikan hubungan yang terputus dengan manusia, sekaligus mengembalikan hakekat kemuliaan dan kekudusan manusia itu. Untuk itulah Dia mengutus Pribadi Kristus sebagai penebus dosa manusia untuk memulihkan hubungan antara Allah dengan manusia. Namun sama seperti Adam dan Allah berdasarkan pada hubungan kepercayaan, demikian juga antara manusia dengan Kristus. Yohanes 3:16,”Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

 

2 Korintus 5:17,”Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru; yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” Ayat ini menunjukkan bahwa ketika seseorang percaya kepada Yesus, maka pada saat itu terjadi “penciptaan kembali” dalam diri manusia. Namun yang diciptakan kembali bukanlah daging dan jiwa melainkan roh manusia itu. Menurut 1 Tesalonika 5:23, kita adalah suatu makhluk yang terdiri dari tiga bagian yaitu tubuh, jiwa dan roh. Roh manusia inilah yang diganti dengan roh yang baru dan yang kudus, yang berasal dari Roh Allah yang memungkinkan Roh Allah berdiam di dalamnya. Epesus 4:24,“Dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.“. Bandingkan Yohanes 3:5-6,” Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh.”  Juga 1 Korintus 3:16 :”Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?” Jadi di dalam roh kita yang baru itulah dimungkinkan Roh Allah berdiam dan membawa serta segala kebaikan-Nya ke dalam roh kita.

 

 


Responses

  1. Syalom pak St Terimaksaih atas tulisannya. Muantap. Semoga makin berjaya dalam Tuhan. Amin

  2. Thanks Laston, semoga kamu juga terus berkembang dalam pelayanan dan karir. Amin


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: