Oleh: Bakti Rajawali Ministry | November 28, 2008

Saudara Adalah Orang Benar

 

Tidak sedikit orang yang mengaku sudah lama menjadi orang kristen tidak mengerti identitasnya sebagai orang benar.  Mereka berupaya giat beribadah, juga giat mengikuti pelayanan-pelayanan bukan untuk mewujudkan ucapan syukur mereka kepada Tuhan, melainkan untuk menyandang predikat sebagai orang benar atau setidaknya supaya dianggap sebagai orang benar. Maka tidak heran sering kita mendengar orang berkata: “saya belum layak, kehidupan saya belum benar, saya belum pantas, saya begini, saya begitu, masa lalu saya hitam, dll” Tapi kita harus menyadari dengan sungguh-sungguh bahwa ketika kita percaya kepada Kristus, dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juru selamat dalam hidup kita, maka saat itu juga kita menjadi orang benar, betapapun hitam atau gelamnya masa lalu kita.

Ketika Yesus mengambil rupa seorang manusia maka Dia menjadi sama dengan manusia dengan tujuan agar manusia turut ambil bagian di dalam segala karya-Nya dan identitasnya. Mereka yang percaya kepada Kristus juga dapat bagian dari Kekudusan-Nya dan Kebenaran-Nya. Oleh karena itu bagi setiap orang yang percaya kepada Kristus, mereka telah dikuduskan dan dibenarkan. Dengan kata lain dimata Allah saudara sama kudus dan sama benarnya dengan Yesus. Karena Yesus telah mengambil dosa kita dan memberikan kebenaran-Nya bagi kita. 2 Korintus 5:21,”Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya di dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.

Yohanes 17:19 dalam doa-Nya Yesus berkata,” dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya merekapun di kuduskan dalam kebenaran,” Juga 1 Korintus 1:30 berkata,”Tetapi oleh Dia kamu berada di dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.”

Predikat sebagai orang benar ini adalah pemberian cuma-cuma dari Allah, bukan karena usaha kita atau karena kebaikan kita melakukan ibadah-ibadah atau karena keberhasilan kita meninggalkan kebiasaan masa lalu. Kebaikan apapun yang dilakukan oleh orang berdosa, tetaplah dipandang dosa karena penglihatan Allah yang utama bukan pada perbuatan baiknya melainkan pada statusnya sebagai orang berdosa. Jadi hanya karena anugerah Allah lewat penebusan yang dikerjakan Kristus kita dibenarkan. Roma 3:23-24 berkata :”Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus.”

Rasul Paulus adalah orang yang mempunyai keyakinan yang teguh kepada Taurat sebelum dia menerima Yesus. Fanastismenya kepada Taurat telah menjadikan dia seorang teroris yang membunuh banyak pengikut Kristus. Tetapi ketika dia mengenal Kristus, suatu kali dia berkata bahwa apa yang dulu dianggapnya keuntungan dianggapnya suatu kerugian atau sampah karena pengenalannya kepada Kristus. (Filipi 3:7-8). Tetapi kita lihat, bahwa Paulus tidak menjadikan masa lalunya yang jahat sebagai beban yang harus terus dipikul. Masa lalunya tidak membuat dia merasa bersalah dalam penyesalan yang berkepanjangan. Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena dia mempunyai keyakinan bahwa dia telah dibenarkan dan dosanya telah dihapus.

Yesaya 1: 18 mengatakan:”…sekalipun dosamu merah seperti kermiji akan menjadi putih seperti salju..” Jadi betapapun gelapnya masa lalumu, hitam pekatnya sepekat-pekatnya latar belakang kehidupanmu, detik dimana saudara percaya detik itu juga saudara menjadi orang benar dihadapan Allah.  Let by gone be by gone


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: