Oleh: Bakti Rajawali Ministry | November 28, 2008

Kita Orang Merdeka.

 

Lukas 4:18-19:” Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” Firman Tuhan ini adalah nubuatan nabi Yesaya tentang Yesus yang dibacakan oleh Yesus sendiri setelah genap waktunya. Dari firman Tuhan ini kita bisa melihat misi Kristus di dalam dunia yaitu untuk membebaskan atau memerdekaan orang-orang tawanan. Yang dimaksud dengan orang tawanan disini adalah bukan tawanan-tawanan yang ada dipenjara dalam arti yang sebenarnya, melainkan manusia yang tertawan dalam hukum dosa (Taurat) dan hukum maut (Hukum akibat perbuatan dosa) – Roma 8:1-2.

           

            Menurut ensiklopedia, Taurat atau Tora adalah kumpulan peraturan dalam tatanan sosial dan keagamaan yang ada ditengah-tengah masyarakat. Dalam perkembangannya, lima kitab Musa yang berisi tata upacara keagamaan dan tatanan kemasyarakatan diletakkan oleh Ezra menjadi dasar hukum yang mengatur tatanan kehidupan orang Yahudi setelah masa pembuangan. (Krn 450 sm, Neh. dan di ikuti kemudian dengan kitab para nabi. Dari sinilah dipercaya asal usul kelompok ahli-ahli Taurat, yang bertugas memelihara hukum-hukum itu dan mengajarkannya (Luk. 2:46; Yoh. 18:20).

 

            Karena Hukum Taurat telah menjadi landasan hukum orang Yahudi, maka ahli-ahli Taurat ini dipercaya untuk urusan hukum sebagai hakim-hakim di Mahkamah Agama (Matius 22:35; Mrk. 14:43,53; dst) Mereka juga menyampaikan keputusan-keputusan tidak tertulis seperti adat istiadat sebagai hukum sosial yang harus dikerjakan. (Mrk. 7:5). Keinginan ahli-ahli Taurat untuk menerapkan hukum Taurat dan adat-istiadat secara ketat cenderung melahirkan legalisme sehingga mengesampingkan kasih. Karena menurut mereka, untuk memperoleh keselamatan dan kesejahteraan hidup harus mematuhi hukum taurat, kitab para nabi (yang juga mengacu pada cara berpikir Taurat) dan adat istiadat Yahudi dengan sempurna. Di dalam Taurat Allah lebih digambarkan sebagai pribadi yang tegas bahkan cenderung kejam dan minim kasih. Maka tidak heran mereka yang hidup ketat di dalam hukum Taurat menjadi orang yang kejam sama seperti rasul Paulus sebelum dia menjadi pengikut Kristus.

 

            Namun ternyata tidak satu orangpun yang dapat melakukan hukum Taurat dengan sempurna, termasuk ahli Taurat sendiri seperti yang disaksikan oleh rasul Paulus sendiri dalam Kis. 15:10 :”Kalau demikian, mengapa kamu mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk (hukum Taurat), yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita, maupun oleh kita sendiri?”  Oleh karena itu tidak satu orangpun yang dapat selamat dengan mengandalkan hukum Taurat.

 

            Untuk itulah juga Kristus menjadi manusia, untuk menggenapi dan memenuhi semua tuntutan hukum Taurat di dalam diri-Nya, sehingga manusia beroleh kesempatan untuk selamat tanpa harus memenuhi/melaksanakan hukum Taurat. Gal 3:13,’Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!”

 

            Dalam suratnya ke jemaat Efesus, rasul Paulus mengatakan bahwa Kristus telah membatalkan hukum Taurat. Efesus 2:15-16 :”sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.”  Karena Taurat telah dibatalkan, maka Taurat itu tidak lagi berlaku sebagai dasar hukum dalam menjalani kehidupan. Manusia telah bebas dimerdekakan dari ikatan hukum Taurat. Oleh karena itulah kepada jemaat di Galatia rasul Paulus berpesan agar mereka jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.  Galatia 5:1:”Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.”

 

            Lalu, ketika hukum Taurat tidak lagi berlaku bagi kita, apakah itu berarti kita bebas melakukan apa saja sesuai dengan kehendak kita? Tentu tidak. Karena kemerdekaan yang kita terima dari Allah adalah kemerdekaan dari hukum Taurat, bukan kemerdekaan untuk melakukan kejahatan dan dosa. Kemerdekaan yang kita terima bukan merupakan tiket atau surat ijin untuk bebas melakukan apa saja yang kita kehendaki. Justru kemerdekaan kita dari hukum Taurat menjadi awal atau titik tolak untuk memiliki persekutan yang indah dengan Tuhan di dalam ketaatan. Dalam kemerdekaan, kita tidak lagi dibatasi aturan Taurat dan adat istiadat untuk berhubungan dengan Allah. Kita sudah bisa berbicara secara pribadi langsung kepada Allah dari hati ke hati.

 

            Telah kita pelajari bahwa ketika kita percaya dan menerima Kristus, kita menjadi ciptaan baru yaitu kita menerima roh yang baru yang berasal dari Allah yang memungkinkan Roh Allah/Roh Kristus tinggal di dalamnya. 2 Korintus 3:17 berkata:”Sebab Tuhan adalah Roh, dimana ada Roh Allah disitu ada kemerdekaan”.  Roh Allah yang ada di dalam kita itulah yang memerdekakan kita, dan Roh Allah itu pula yang kemudian menuntun kita untuk melakukan kehendak Allah dan firman Allah. 1 Korintus 2:10 &11 :”Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah…Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.”  Ketika kita tidak hidup oleh hukum Taurat maka kita hidup oleh Roh Allah. Orang yang hidup oleh Roh Allah, tidak menuruti keinginan daging (Galatia 5:16. Band. Tentang keinginan daging dan roh ; Galatian 5:17-23 & Roma 8:5-9).

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: