Oleh: Bakti Rajawali Ministry | Januari 5, 2010

TUHAN ADALAH GEMBALA-KU (Bagian Ketiga)

Meskipun kita dalam gembalaan Tuhan, tidak berarti bahwa semuanya akan mulus-mulus saja perjalanan hidup kita. Ada kalanya kita mengalami pencobaan karena disebabkan banyak faktor. Kita hidup bersama-sama dengan orang-orang yang tidak mengenal Tuhan, orang-orang yang hatinya penuh kejahatan; pencuri, perampok, pemfitnah, orang yang iri hati, dll, namun demikian Tuhan akan selalu menolong kita. Karena itu Daud mengatakan ”sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku” (Maz,23:4).

Untuk mendapat pengertian dari ayat 4 ini, kita perlu melihat sejarah dimana bangsa Israel dikenal sebagai peternak khususnya kambing-domba, lembu-sapi (Band: Kej. 46:32-34; Kej. 47:3). Mereka lebih dikenal sebagai peternak daripada petani oleh bangsa-bangsa lain.  Karena banyaknya ternak-ternak yang mereka miliki, maka rerumputan yang ada di dekat pemukiman akan cepat habis, karena itu para gembala harus membawa ternak mereka semakin jauh ke arah hutan untuk memastikan ternak-ternaknya mendapatkan rerumputan yang segar dan cukup. Tidak heran bila para gembala-gembala Israel sering tidak pulang dan bermalam di tempat penggembalaan. Kebiasaan ini masih berlaku hingga saat kelahiran Yesus, malaikat Tuhan menjumpai para gembala di padang penggembalaan pada malam hari (Luk. 2:8).

Ketika para gembala dan kawanan dombanya semakin dekat ke hutan, maka disana banyak ancaman yang akan dihadapi. Singa, Serigala dan binatang buas lainnya dari hutan akan mengincar ternak-ternak mereka. Karena itu para gembala selalu siap dengan gada dan tongkat. Gada adalah sejenis alat pemukul yang ujungnya besar. Di berbagai belahan dunia, gada ini memiliki macam-macam bentuk dan terbuat dari kayu atau besi. Seorang gembala pemilik akan berusaha menjaga domba-domba dari segala macam ancaman. Itu pula yang dilakukan oleh Daud ketika dia masih sebagai gembala domba (1 Sam.17:35-36). Sedangkan tongkat akan sangat dibutuhkan untuk mengait/menarik apabila ada domba yang tergelincir, masuk ke jurang atau terperangkap dalam semak. Baik gada dan tongkat juga berfungsi untuk menghalau domba-domba agar tidak keluar dari kawanannya. Bagi Daud, tindakan Allah sangat jelas yaitu menjaga kawanan domba itu dengan gada dan tongkat (Kekuasaan) yang dia miliki. Patutlah domba-domba merasa nyaman (terhibur).

Dalam Yohanes 10:11 Tuhan Yesus berkata:”Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-domba-Nya.” Tuhan Yesus tentu tidak sedang membual, tapi Dia sedang menjadikan ”gembala” sebagai tipe yang menggambarkan pengorbanan yang akan Dia lakukan bagi umat-umat-Nya sebagai domba-domba-Nya.  Seorang Gembala yang bertanggung jawab atas kebutuhan domba-domba, dan lebih daripada itu bertanggungjawab menjaga umat-umat dari segala ancaman yang membahayakan keselamatan dari umat.

Lomser Hutabalian


Responses

  1. Artikel yang mantap… teruskanlah pak……………..

  2. Thanks Laston. GBU


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: