Oleh: Bakti Rajawali Ministry | Juni 26, 2010

KEBIASAAN DOA-SEBUAH KEBIASAAN

KEBIASAAN DOA-SEBUAH KEBIASAAN

RUMUSAN FAKTA

1. Sebagian orang kristen sering berdoa ketika tiba ditempat-tempat tertentu, dimana di tempat itu diadakan kegiatan ibadah, tetapi ketika tiba ditempat lain mereka tidak berdoa. Misalnya, Saat tiba di gereja dan atau rumah jemaat untuk mengikuti ibadah, mereka berdoa tetapi kalau bukan dalam rangka ibadah, mereka tidak berdoa.

2. Sebagian orang kristen berdoa ketika mereka akan makan, khususnya pada makanan pokok lengkap sehari-hari, tetapi mereka tidak melakukan hal yang sama pada makanan kecil/ringan, seperti Bakso, Roti, Permen dll.

TINJAUAN

Meninjau point 1 diatas penulis percaya bahwa apabila seorang kristen berdoa ketika sampai di tempat ibadah (gereja/rumah) adalah karena ia bersyukur karena Tuhan telah menibakannya di tempat itu dengan selamat. Itulah mungkin maksud doanya. Pertanyaan: apabila seseorang itu tiba dengan selamat di suatu tempat dimana saja yang bukan dalam rangka ibadah, tidakkah ia juga layak bersyukur kepada Tuhan? Mengapa sangat jarang sekali orang kristen berdoa ketika tiba disuatu tempat bukan dalam rangka ibadah?

Meninjau poin 2 diatas, penulis mengamati bahwa umumnya orang kristen berdoa saat mereka akan makan. Khususnya untuk makanan pokok sehari-hari, baik itu sarapan pagi, makan siang dan makan malam. Penulis percaya bahwa dasar orang kristen berdoa sebelum makan adalah untuk mengucap syukur atas makanan yang Tuhan sediakan bagi mereka, dan juga supaya makanan itu menjadi berkat bagi tubuh mereka. Tetapi yang menjadi pertanyaan adalah mengapa sebagian orang kristen tidak berdoa ketika mereka hanya memakan makanan kecil, seperti bakso, roti, kerupuk, atau minum air puhih dan lain sebagainya? Bukankah makanan ringan ini juga mempunyai peluang yang sama sebagai berkat atau penyakit?

Tambahan pada tinjauan : Penulis juga mengamati adanya kebiasaan doa yang unik dan lucu di sebagian orang kristen. Misalnya ketika hanya roti dan teh manis disajikan pada acara kebaktian, maka biasanya roti dan teh ini didoakan terlebih dahulu sebelum dicicipi. Tapi hal ini sepertinya tidak berlaku ketika roti dan teh disajikan pada tempat dan kesempatan yang berbeda, misalnya waktu bersantai-santai di teras rumah, pada kunjungan di rumah keluarga/teman, atau ketika disajikan di kedai kopi.

PENJELASAN

Ada satu konsep atau pandangan yang sudah membudaya yaitu bahwa orang kristen harus tampil atau bersikap lebih rohani di gereja atau pada saat kegiatan-kegiatan kerohanian daripada waktu atau kegiatan-kegiatan lainnya. Sikap itu tergambar dari tindakan doa sebagian orang kristen yang berdoa saat tiba di gereja atau rumah ibadah sedangkan saat tiba ditempat lain atau saat bukan dalam rangka ibadah, mereka tidak melakukan hal yang sama. Tak heran banyak orang kristen kelihatan lebih rohani dalam sikap dan tindakannya di gereja dan pada saat-saat ibadah daripada di luar gereja dan diluar kegiatan ibadah. Ini perlu diluruskan. Orang kristen dituntut memiliki kehidupan yang rohani bukan hanya di gereja atau bukan hanya pada saat-saat kebaktian/ibadah saja tetapi pada setiap waktu dan dalam semua aspek.

Demikian juga tentang makanan, bahwa semua makanan dan minuman memiliki potensi yang sama bagi tubuh kita, entah itu potensi baik/menyehatkan atau potensi buruk/penyakit. Oleh karena itu seharusnya semua makanan dan minuman yang akan kita makan dan minum juga didoakan. Namun doa yang dimaksudkan tidak harus diwujudkan dalam sikup tubuh yang berlutut, melipat tangan dan menutup mata. Doa yang dimaksudkan adalah hati yang berkata-kata kepada Allah tanpa harus selalu keluar dari mulut. Ada slogan yang mengatakan doa adalah nafas hidup sebagai refleksi dari Kol. 4:2 dan 1 Tesalonika 5:17. Artinya doa adalah kebutuhan setiap saat yang bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja, karena dalam doa intinya adalah hati yang berkata-kata kepada Allah dengan iman. Dalam segala makanan yang kita peroleh dari Tuhan atau yang diijinkan oleh Tuhan untuk kita nikmati, hendaknya kita mengucap syukur atasnya (Ef.5:20) melalui doa kita. Tetapi tentu tidaklah relevan kita berdoa mengikuti pola berdoa yang umum dengan sikap tubuh yang menunduk, melipat tangan dan menutup mata, untuk mendoakan makanan yang kita makan di segala tempat dan segala jenis makanan/minuman, karena justru sikap seperti itu bisa menjadi batu sandungan. Karena itu menurut penulis cukup kita berkata-kata dalam hati atau menyebut ”Dalam Nama Yesus” dengan iman yang sungguh-sungguh.

Kolose 3:17 berkata: ”Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.”

 God Bless,

LH ’June 2010


Responses

  1. lengkap…makasih banyak ilmunya….salam hangat,,,

  2. memang setuju dengan pendapatnya, tapi sesuai dengan yang sudah ditulis di atas…saya rasa sudah banyak juga yang berdoa atau mengucap syukur ketika makan-makanan kecil atau tiba di tempat selain gereja selesai suatu perjalanan… cuma karena tidak menunjukkan sikap doa ataupun doa itu diucapkan dalam hati jadi orang lain tidak tahu. saya sendiri tiap tiba di tempat kerja ataupun dimanapun & ketika makan makanan kecil selalu dalam hati mengucap syukur & memohon lindunganNya🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: