Oleh: Bakti Rajawali Ministry | November 20, 2010

Orang Percaya itu Bertindak

1 Raja-raja 17: 13-13, Tetapi Elia berkata kepadanya: “Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu. Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi.”

Elia adalah abdi Allah yang setia dengar-dengaran firman Allah. Suatu waktu dia disuruh oleh Tuhan pergi ke Sarfat, sebuah daerah yang sudah beberapa lama kekeringan karena kemarau yang panjang sehingga mereka yang tinggal di daerah itu menjadi kesulitan dalam hal kebutuhan jasmani.

Seorang janda yang tinggal di Sarfat bersama seorang anaknya, bukan saja kesulitan karena kemarau yang panjang tetapi mereka juga memang adalah keluarga yang miskin. Ke rumah janda inilah Elia disuruh Allah  setelah sebelumnya disuruh untuk menyendiri ke suatu tempat dimana Allah memenuhi kebutuhannya melalui burung-burung yang disuruh oleh Allah untuk mengantarkan makanan.

            Yang menarik dari kisah ini adalah bahwa Allah memakai janda miskin ini menjadi berkat bagi nabi Elia dan memakai nabi Elia untuk menjadi berkat bagi janda miskin ini. Ketika Tuhan menyuruh Elia pergi ke Sarfat, Ia telah menjamin keperluannya walaupun melalui seorang janda miskin. Pada awalnya janda miskin ini mungkin kaget atas permintaan nabi Elia untuk member kepada nabi itu sepotong roti, sementara yang dia miliki hanya tinggal segenggam tepung dan sedikit minyak di dalam buli-buli. Dan ia dengan jujur meresponi nabi Elia dengan berterus terang mengungkapkan keadaannya yang sebenarnya.

            Nabi Elia tahu apa yang dikawatirkan ibu ini, oleh karena itu dia memberi jaminan kepada ibu itu sesuai dengan yang Allah firmankan bahwa tepung dan minyak itu tidak akan habis sampai hujan membasahi bumi dan tanah-tanah menghasilkan. Janda itu percaya pada perkataan nabi itu sehingga ia membuat roti seperti permintaan nabi itu. Dan Tuhan memenuhi firman-Nya yaitu bahwa tepung dalam tempayan itu dan minyak dalam buli tidak habis sampai hujan membasahi bumi.

            Nabi Elia percaya kepada perkataan Tuhan, lalu dia pergi ke Sarfat. Janda miskin ini percaya kepada firman Allah yang disampaikan nabi-Nya, lalu ia membuat roti seperti yang dimintakan oleh nabi Elia. Orang yang sungguh-sungguh percaya pastilah ia bertindak, karena tidak ada keraguan di dalam hatinya (Yakobus 1:18-20). Ketidakpercayaan dan keraguanlah yang sesungguhnya menghambat orang untuk tidak bertindak.  Hanya iblis saja yang percaya tetapi dengan sengaja membantah Allah. Selebihnya adalah orang-orang yang tidak percaya atau yang masih ada keraguan di hatinya.


Responses

  1. saya senang sekali’tlh mmbca dr tulsan bpk.itu menguatkan iman percaya saya’.spy sy tdk tinggl dim,n ,meratapi sgl permasalahan sy.tp saya harus bertindak.trims pak.vecky

  2. Puji Tuhan. Terima kasih atas kunjungannya. Ketika permasalahan terjadi, hendaknya jgn larut dalam penyesalan. Pikirkan solusi dan minta hikmat dari Tuhan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: