Oleh: Bakti Rajawali Ministry | November 29, 2010

PANDANGAN

 

Amsal 16:2 berkata :”Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati.”

 Firman Tuhan ini, mencerminkan sikap hidup manusia secara umum yang selalu berbicara dan bertindak sesuai dengan apa yang dianggap benar menurut pandangannya. Sekalipun menurut pandangan orang lain belum tentu sama.

Ada beberapa hal yang melatarbelakangi pandangan seseorang, antara lain : pendidikan/pengetahuan dan pengalaman hidup dari sejak kecil baik di keluarga maupun di lingkungannya.  Perbedaan pandangan bisa saja menjadi sumber malapetaka jika masing-masing pihak mempertahankan pendapatnya yang dianggapnya paling benar.

Ibaratkan seseorang yang melihat sebatang pohon yang berdaun ke ungu-unguan dari balik kaca jendela yang berwarna merah dan seorang lagi melihat pohon yang sama dari balik kaca jendala yang berwarna biru, mereka akan melihat warna daun pohon itu dengan warna yang berbeda-beda berdasarkan warna kaca jendela yang mereka gunakan untuk melihat pohon itu. Nah, untuk membuktikan warna daun pohon yang sebenarnya, mereka harus meninggalkan kaca jendala itu dan bersama-sama  mendekati pohon itu.  Artinya mereka haruslah keluar dulu dari merasa paling benar masing-masing  dan mengkomunikasikannya.

Dialog/Komunikasi yang terus menerus sangat dibutuhkan untuk menyatukan pandangan. Dan tentu saja kerendahan hati dan keterbukaan menjadi modal utama dalam menghasilkan komunikasi yang berhasil. Selain itu egoisme dan sifat mau menang sendiri haruslah dihilangkan. Masing-masing pihak harus bersedia mendengar lawan bicara mengungkapkan pendapatnya. Komunikasi yang baik akan menghasilkan keputusan-keputusan yang baik pula. Orang yang hatinya murni akan selalu terbuka mengevaluasi diri dan mengoreksi diri dan pandangan-pandangannya.


Responses

  1. Ya betul. Tulisan Anda yang diatas kena sekali pada diri saya. Tetapi apakah bukan semua orang sering-sering merasa dirinya paling benar. Memang belakangan saya sering tutup posting saya dengan ungkapan :”menurut saya”.

  2. Benar pak Stanley. “Menurut saya” mencerminkan kita tidak mau memaksakan pendapat kita terhadap orang lain. Namun dalam hal keputusan harus diambil, maka masing-masing harus mau terbuka untuk mengevaluasi pandangan masing-masing untuk menghasilkan solusi terbaik. Terima kasih atas kunjugan bapak ke blog saya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: