Oleh: Bakti Rajawali Ministry | September 8, 2011

A WONDERFUL LEADER Bag. II

Sangat mudah mengatakan ini “Haleluya…Puji Tuhan” atau “Allah kita baik” atau “Yesus luar biasa” dengan suara yang lantang ketika kita tidak sedang mengalami persoalan. Memuji Tuhan dan bersorak dengan semangat berapi-api. Namun akan terlihat berbeda, bila sedang mengalami masalah; tidak bersemangat dan hampa. Tidak sedikit orang malah menjauh dari persekutuan/pelayanan karena sedang di mengalami pencobaan dan yang parahnya bahkan meragukan Tuhan. Menurut penulis, untuk mengetahui kedewasaan iman seseorang justru lebih tampak ketika dia mengalami masalah.

Sikap Hizkia sebagai pemimpin bisa menjadi contoh bagi kita yaitu ketika ia mengalami tantangan berat dimana Yerusalem akan dikepung oleh Sanherib raja Asyur (2 Taw. 32). Sanherib mengepung kota-kota berkubu dan hendak menguasainya. Dengan mengetahui semua ancaman itu, maka Hizkia mengambil tindakan-tindakan penting:

  1. Hizkia berunding dengan Panglima dan Pahlawan (ayat 3).

Hizkia menyadari bahwa dirinya bukanlah orang yang serba tahu atau serba bisa, sehingga ia merasa perlu untuk berunding dengan para Panglima dan Pahlawan. Sepertinya dia menyadari bahwa pemikiran-pemikiran dari orang-orang yang ahli dibidangnya adalah sangat perlu untuk mengatur strategi bagi kemenangan mereka.

Kegagalan seorang pemimpin sering terjadi oleh karena dia merasa serba tahu/bisa sehingga merasa tidak perlu meminta masukan dari orang lain. Pengambilan keputusan yang semauguenya pemimpin akan mengakibatkan kurangnya respek dari orang-orang yg dipimpin dan terlebih para pejabat/petugas yang ada dibawahnya. Hal ini dapat pula menimbulkan rasa kecewa yang berlanjut ketidakperdulian di pihak yang dipimpin temasuk para pejabat/petugas dibawahnya, apalagi bila ternyata keputusan yang diambil oleh pemimpin itu selain dianggap tidak popular  juga tidak membuahkan hasil yang baik.

  1. Mengangkat panglima-panglima perang (ayat 6).

Saya percaya bahwa panglima-panglima baru yang diangkat oleh Hizkia bukanlah orang-orang yang sembarang diangkat. Mareka pastilah berasal dari prajurit yang sudah teruji. Mengapa? Karena kerajaan dan nyawa mereka yang menjadi taruhan. Hizkia tahu kapan harus mengangkat pemimpin-pemimpin baru dan tentulah yang diangkat itu bukanlah orang yang sembarangan.  Dia mengangkat panglima-panglima baru untuk meningkatkan/memaksimalkan penggalangan kekuatan perang.

Kalau di negeri kita ini, bukan rahasia lagi kalau pemimpin-pemimpin banyak diangkat atas dasar KKN alias Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.  Kerugian beberapa BUMN dan defisit anggaran masih terus terjadi sampai sekarang, diyakini salah satu penyebab adalah management yang buruk, termasuk adanya posisi-posisi yang sengaja “diciptakan” untuk menampung para kolega atau pengangkatan pejabat sebagai balas budi kepada pihak-pihak yang mendukung pemimpin ketika mereka masih menjadi calon.

Lalu bagaimana dengan gereja? Apakah pengangkatan-pengangkatan para pemimpin itu bersih dari KKN? Apakah pangangkatan mereka sudah dengan pertimbangan yang matang? Apakah pengangkatan mereka sesuai dengan panggilan Tuhan? Tentu sulit untuk menjelaskannya. Apalagi mengenai panggilan ini. Bisa saja seseorang mengaku punya panggilan, tapi siapa yang bisa mengkonfirmasinya? Tanpa bermaksud menghakimi, menurut pengamatan penulis, ada kecenderungan cara-cara KKN ini sudah memasuki gereja dalam hal pengangkatan para pemimpin-pemimpin, walau dengan cara yang lebih halus dan kelihatan “rohani”.

Apabila dalam sebuah organisasi kerohanian (gereja) ada pengangkatan ratusan pemimpin (hamba Tuhan atau pengerja) setiap tahunnya; baik yang baru maupun dalam rangka peningkatan jabatan, tapi tidak diikuti dengan pertumbuhan jemaat baik secara quantity terlebih quality (pertumbuhan iman yang nyata dari buah-buah pertobatan) jemaat dan yang justru menghasilkan banyak persoalan-persoalan baru, maka tentu pengangkatan itu harus dipertanyakan.

Raja Hizkia mengangkat penglima-panglima baru memiliki tujuan yang jelas yaitu untuk meningkatkankan/memaksimalkan penggalangan kekuatan pasukan perang bagi kemenangan Yehuda atas Ashyur.

Bersambung.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: