Oleh: Bakti Rajawali Ministry | September 8, 2011

A WONDERFUL LEADER Bag. III (Penutup)

Yang juga menarik dari kisah raja Hizkia ini adalah, bahwa dia adalah orang yang setia kepada Tuhan. Semenjak dia menjadi raja, dia membersihkan bukit-bukit pengorbanan kepada dewa-dewa atau baal, dan juga memulihkan sistem dan fungsi rumah Tuhan. Namun kita lihat bahwa tantangan yang menguji kesetiaannya justru diijinkan Tuhan melalui raja Sanherib.

Ada sebuah statement yang sudah mendunia yang mengatakan “Tuhan tidak pernah berjanji bahwa hidup kita akan mulus-mulus saja tanpa ada tantangan ketika kita berlaku setia dihadapan Tuhan, namun Tuhan berjanji akan menolong dan memampukan kita untuk melewati tantangan/ujian yang kita alami”.  Inilah yang dialami oleh raja Hizkia, dan demikian juga yang kita alami dalam hidup ini.

Banyak sekali tantangan yang kita hadapi dalam mengikut Tuhan, bahkan mungkin kita mengalami tantangan yang tidak pernah kita duga atau bayangkan akan terjadi dalam hidup kita. Persoalan yang kita alami bisa terjadi karena banyak factor, baik itu ekternal ataupun internal, bisa karena orang luar maupun dari keluarga kita sendiri, bisa karena maksud jahat orang lain kepada kita, bisa juga karena kita kurang sensitive mendengar arahan Tuhan sehingga kita menjadi salah mengambil keputusan, bisa karena orang luar maupun dari keluarga kita sendiri. Terlalu banyak factor dan sering tidak terurai.  Kalau sudah begini, apa yang harus kita lakukan? Apakah kita akan menyalahkan Tuhan dengan mengatakan “mengapa ini terjadi Tuhan, bukankah aku telah berlaku setia dihadapanMu?”

Dalam sebuah masalah yang genting, bangsa Yehuda berada dalam kegentaran. Sangat mungkin secara kekuatan prajurit dan peralatan, Yehuda pasti kalah. Karena itulah raja Sanherib melalui utusannya mengatakan kepada orang Yehuda supaya menyerah saja sebelum keadaan lebih buruk. Namun kita lihat pada ayat 6-8 dikatakan: “Ia mengangkat panglima-panglima perang yang mengepalai rakyat, menyuruh mereka berkumpul kepadanya di halaman pintu gerbang kota dan menenangkan hati mereka dengan kata-kata:  “Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Janganlah takut dan terkejut terhadap raja Asyur serta seluruh laskar yang menyertainya, karena yang menyertai kita lebih banyak dari pada yang menyertai dia. Yang menyertai dia adalah tangan manusia, tetapi yang menyertai kita adalah TUHAN, Allah kita, yang membantu kita dan melakukan peperangan kita.” Oleh kata-kata Hizkia, raja Yehuda itu, rakyat mendapat kepercayaannya kembali dikatakan “

Yang perlu kita garis bawahi disini adalah kata “menenangkan hati mereka”. Dapat kita bayangkan bagaimana jadinya bangsa ini kalau Hizkia menjadi takut dan lemah. Sebagai pemimpin dia sadar bahwa sikap hidupnya sangat berpengaruh penting bagi rakyatnya. Dia tahu rakyat itu dalam kegentaran, karena itu sebagai pemimpin dia harus menenangkan hati mereka. Dalam kegentaran mereka, perkataan Hizkia memberi kekuatan dan semangat baru. Hizkia meyakinkan bangsa ini bahwa Tuhanlah yang akan menolong mereka, bahwa kekuatan Tuhan melebihi kekuatan laskar-laskar kerajaan Asyur.

Penulisa percaya, perkataan-perkataan Hizkia ini lahir dari kepercayaannya kepada Tuhan. Dia mengenal Tuhan dan dia percaya kepada petolongan Tuhan yang dahsyat. Keyakinan orang Israel diteguhkan oleh fakta iman pemimpin mereka yaitu raja Hizkia. Dan kisah raja Hizkia ini menjadi pelajaran penting bagi saya pribadi dalam menghadapi persoalan yang terjadi di dalam kehidupan ini.

Tuhan memberkati.

LH


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: