Oleh: Bakti Rajawali Ministry | Oktober 26, 2011

POSITIF ATAU NEGATIF, ACIL MEMILIH ENDING NEGATIF

Liputan 6 SCTV bilang, Acil sudah ditangkap oleh polisi. Mengapa dia ditangkap polisi? Karena Ia menjadi tersangka pembunuhan pacarnya Yuyun seperti yang diakuinya kepada polisi. Hah? Pacarnya sendiri dibunuh? Gile juga..

Ya, begitulah. Alasan Acil membunuh  Yuyun  karena dia cemburu sang pacar kerap digoda laki-laki lain lewat statusnya di jejaring sosial facebook. Hm..begitu cemburunya, sampai nekad membunuh.  Ini cinta atau nafsu?

Kalau kita ikuti pemberitaan media selama ini, sudah banyaknya juga yang korban; baik pembunuhan maupun penipuan yang bermula dari facebook. Detik.com pernah mempublikasikan kasus tercatat di Komisi Nasional Perlindungan Anak sebanyak 36 laporan terkait kasus anak dan remaja yang menjadi korban kejahatan lewat situs jejaring Facebook hanya sepanjang Januari hingga Februari 2010. Itu baru yang dilaporkan ke komnas, belum lagi yang tidak dilaporkan dengan berbagai alasan dan pertimbangan.

Kalau sudah begini, apa yang harus dilakukan? Apakah kita perlu demonstrasi ke menkofindo untuk menutup jejaring sosial ini? Ayolah kalau itu yang paling baik, biar pak Tifaful tambah pusing..he..he..

Jejaring sosial ini adalah sebuah bukti dari kemajuan teknologi di bilang teknologi informatika. Sedangkan kemajuan teknologi itu ada karena upaya-upaya manusia yang terus menggali, mencoba/eksperimen dengan tujuan mempermudah setiap pekerjaan dan urusan manusia.

Kemajuan teknologi selalu memiliki dampak yang positif dan negatif, itu menurut saya. Sama halnya facebook.  Dampak positifnya seperti :  Dapat berinteraksi dengan teman atau keluarga dengan mudah, bertemu kembali teman lama dan mendapat teman baru, dapat menjadi sarana berdiskusi dengan banyak orang dan jarak yang tidak terbatas, menjadi sarana promosi usaha dan promosi diri barangkali..he..he.

Waktu saya di luar negeri (cie…) saya bisa berkomunikasi dengan keluarga tanpa mengeluarkan banyak biaya. Salah seorang teman saya berhasil menambah pundi-pundinya dengan menjual “kolor” bayi melalui facebook. Si Otong dan Si Iting (bukan nama sebenarnya) berkenalan di facebook dan menjadi suami-istri yang bahagia. Ada juga dua orang remaja yang “menjual ompongnya” dengan lipsing, yang di upload di youtube dan menyebar luas lewat facebook. Masih ingat Briptu Norman kan? Itu salah satunya.

Nah, kalau dampak negatifnya selain seperti saya sebutkan diatas, dampak lainnya adalah dapat mengganggu pekerjaan karena keasyikan di facebook akhirnya bisa membuat Si Kentung juragan Jengkol marah-marah karena laporan penjualan Jengkolnya gak kelar-kelar, bisa menjadi alat memperluas jaringan teroris yang di pimpin oleh mbah Janggut, bisa membuat Suami atau Istri “lupa” pada pasangannya karena asyik chatting dengan orang lain sampai larut, dan masih banyak lagi.

Akhirnya, menurut saya dampak baik atau buruknya adalah kembali ke pribadi-pribadi penggunanya. Bagi yang sudah dewasa tetaplah mawas diri, pikirkan dan lakukan apa yang baik dan berguna. Buat anak atau remaja, peran orang tua menjadi sangat penting untuk mengawasi, mengarahkan dengan pendekatan disiplin dan secara personal kekeluargaan.

Kembali ke kasus Acil dan Yuyun. Acil  membunuh  Yuyun  karena dia cemburu sang pacar kerap digoda laki-laki lain lewat statusnya di jejaring sosial facebook. Tapi tahukan anda, bahwa Acul mengenal Yuyun juga lewat facebook?

LH, 26/10/11


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: