Oleh: Bakti Rajawali Ministry | September 17, 2012

Sejarah Gereja Pentakosta Indonesia Pulau Batam

Gereja Pentakosta Indonesia mulai berdiri di pulau Batam pada tahun 1987. Perintisan pelayanan dimulai oleh Pdt. DJ. Nadeak, S.Th., yang kala itu belum menjadi seorang pendeta.   Kerinduan hatinya untuk mengabarkan Injil ditunjukkan dengan penuh semangat menjangkau jiwa-jiwa .  Pdt. Dj. Nadeak, S.Th bersama istri dan beberapa orang yang telah yang telah dijangkau kemudian mengadakan ibadah perdana pada tanggal 01 Februari 1987 di rumah Keluarga bapak Sirai/Br Gultom yang berlokasi di perkampungan teluk Jodoh.

Satu bulan setelah ibadah perdana tersebut, tempat ibadah yang menjadi pos pelayanan itu kemudian dipindahkan ke rumah Pdt. Dj. Nadeak, S.Th di blok VI Nagoya. Tindakan ini diambil untuk lebih memberi kenyamanan dan lebih mudah dijangkau, karena tempat ibadah sebelumnya masih kumuh dan becek.

Pada perjalanan pelayanan ini,  semakin banyak jemaat yang bertambah baik itu jemaat yang dijangkau lewat penginjilan maupun jemaat Gereja Pentakosta Indonesia dari daerah lain yang merantau ke Batam.  Jemaat sangat antusias dan bersemangat meskipun tempat ibadah jauh dari rumah masing-masing dan sarana transportasi yang masih minim pada masa itu.

Untuk lebih memberikan kepastian hukum bagi pelayanan yang baru ini, pada bulan April 1987 Pengurus Pusat Gereja Pentakosta Indonesia yang berkedudukan di Pematang Siantar memberikan Surat Keterangan (SK)  Pengangkatan kepada Pdt. DJ. Nadeak, S.Th (waktu itu belum menjadi pendeta) sebagai Pimpinan Sidang (Gembala) Gereja Pentakosta Indonesia Pulau Batam.

Pada bulan Februari 1991, dengan mengingat dan mempertimbangkan bahwa organisasi ini telah terbentuk menjadi sebuah wadah gereja yang resmi, maka Pdt. Dj. Nadeak, S.Th. bersama dengan Pdt. AC. Sihombing (Alm) mendaftarkan gereja ini ke Kanwil Departemen Agama Provinsi Riau di Pekan Baru, Pada masa ini tempat ibadah telah dipindahkan dari  rumah Pdt. DJ. Nadeak, S.Th. ke bangunan baru yang terbuat dari papan di tanah garapan di deaerah Batu Batam.  Kemudian pada tahun 1999 gereja ini pindah ke tempat baru yaitu lahan yang resmi di Sagulung dan menempati bangunan yang permanen sampai sekarang.  Gereja ini kemudian disebut Gereja Pentakosta Indonesia Sidang Sagulung, yang berarti Gereja Pentakosta Indonesia Jemaat Sagulung.

Dengan semakin bertambahnya jemaat seiring bertambahnya penduduk pulau Batam dari tahun ke tahun yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti bertambah banyak perusahaan baru di Batam, maka Gereja Pentakosta Indonesia Pulau Batam telah berkembang dan melebarkan sayap pelayanan diberbagai tempat.

Bulan Oktober 1992, pos pelayanan di  Batu Aji dimulai dan kemudian menjadi Gereja Pentakosta Indonesia Sidang Batu Aji Lama dan kepemimpinan diserahkan kepada Pdt. B.F. Sihombing, yang sebelumnya adalah Guru Injil  dibawah kepemimpinan Pdt. DJ. Nadeak, S.Th. Pada tahun 1996 kemudian berdiri Gereja Pentakosta Indonesia Sidang Batu Aji Baru yang kepemimpinannya diserahkan kepada Pdt. S. Situmorang.  Dari ketiga sidang-sidang ini kemudian melebarkan sayap di berbagai tempat antara lain: GPI Sidang Bengkong, GPI Sidang Tiban, GPI Sidang Tanjung Uncang, GPI Sidang Punggur, GPI Sidang Bumi Agung, GPI Sidang Sei Binti, GPI Sidang Pasir Indah, GPI Sidang Simpang Dam, dan beberapa sidang lainnya.

Dan pada tahun 2001 Gereja Pentakosta Indonesia Sidang Batu Aji Lama melebarkan sayap pelayanan dengan membuka Gereja Pentakosta Indonesia Sidang Tembesi yang dipimpin oleh Pdt. P. Pasaribu, S.Th.

 

Sejarah Gereja Pentakosta Indonesia Sidang Tembesi

            Gereja Pentakosta Indonesia Sidang Tembesi adalah hasil pengembangan pelayanan Gereja Pentakosta Indonesia Sidang Batu Aji Lama. Dengan bertambah banyaknya jemaat di Sidang Batu Aji Lama yang tinggal di daerah Tembesi, dan oleh karena masalah tranportasi dan keadaan ekonomi jemaat waktu itu maka dimulailah pos pelayanan di Tembesi supaya dekat kepada jemaat disekitar. Pembukaan pos pelayanan ini sekaligus untuk bertujuan untuk menjangkau jiwa-jiwa baru.

Ibadah perdana diadakan pada tanggal 11 Februari 2001 sore hari yang dihadiri oleh tiga-empat keluarga ditambah sekitar sepuluh orang pemuda dan pemudi yang sudah berkomitmen akan beribadah di pos pelayanan ini, dan juga diikuti oleh beberapa orang hamba Tuhan dan jemaat dari Gereja Pentakosta Indonesia Sidang Batu Aji Lama. Kira-kira satu bulan lamanya ibadah di pos pelayanan ini diadakan sore hari yang dilayani oleh hamba-hamba Tuhan dari Gereja Pentakosta Indonesia Sidang Batu Aji Lama. Setelah itu ibadah diadakan pada pagi hari dan Pdt. P. Pasaribu, S.Th. (dulu masih Guru Injil) ditempatkan untuk memimpin pos pelayanan ini, dan pos pelayanan ini diresmikan menjadi Sidang yaitu Gereja Pentakosta Indonesia Sidang Tembesi.

Untuk membantu pelayanan di sidang baru ini, pengurus Gereja Pentakosta Indonesia Sidang Batu Aji Lama juga menempatkan dua orang hamba Tuhan yaitu Sintua M. Situmorang dan Sintua T. Manurung.

Sidang ini berkembang pesat seiring berkembangnya kota Batam dan semakin banyaknya penduduk. Jemaat Gereja Pentakosta Indonesia Sidang Tembesi terus bertambah. Oleh karena itu pada bulan Juni 2001 atas pertimbangan kebutuhan pelayan maka diangkatlah seorang jemaat yaitu bapak L. Hutabalian menjadi sintua dan dua tahun kemudian yaitu tahun 2003, bapak B. Sitompul diangkat menjadi Sintua dan Sintua M. Situmorang diangkat menjadi Guru Injil.

Perkembangan pelayanan Sidang Tembesi ini mengharuskan bangunan awal yang hanya 8 m X 10 m diperpanjang sampai tiga kali selama kurang waktu 7 tahun menjadi 8 m X 16 m. Sejak itu tidak ada lagi perombakan bangunan gereja karena lahan yang tidak memungkinkan. Oleh karena itulah pada hari-hari besar ketika hampir semua jemaat hadir, sebagian jemaat ada yang berdiri.

Puji syukur kepada Tuhan oleh anugerah-Nya Gereja Pentakosta Indonesia Sidang Tembesi sudah mendapatkan lahan menetap dari Otorita Batam dan sedang dibangun gedung baru yang permanen yang memasuki tahap ke tiga yaitu pengatapan. Luas bangunan ini 14 m X 28 m diatas lahan 30 m X 50 m.

Jumlah jemaat pada tahun 2012 terdiri dari 115 KK, pemuda dan pemudi yang terdaftar 60 orang, sekolah minggu kurang lebih 50 orang, ditambah simpatisan. Setiap ibadah raya minggu ada sekitar 150 orang jemaat yang hadir tidak termasuk anak sekolah minggu.


Responses

  1. Terpujilah Tuhan yang maha baik dan maha penyayang. Demikian juga Dia yang sudah mengijinkan gerejanya bertumbuh dan berkembang di pylau batam. Kiranya sayap-sayap kerajaan Allah semakin di perlebar khususnya di pulau batam.
    From Arlen Fioner Sitindaon, S.Pd – Kota Dumai

  2. Haleluya!
    Sungguh terkagum akan penyertaan Tuhan dalam pelayanan Bapak Pdt. DJ. Nadeak, S.Th sehingga terus berkembang dan membuka sidang yang lain, Kiranya tetap giat terus melayani Tuhan hingga Tuhan datang kedua kalinya.
    Puji Tuhan

    Tuhan memberkati kita

  3. maju trus bapak bapak hamba Tuhan,mari kita kaderkan para penginjil penginjil untuk membuka Gereja Pentakosta Indonesia dimana pun,supaya melalui gereja ini banyak jiwa jiwa dibawa ke sorga seperti bpk Pdt Dj Nadeak dulu kita sama sama waktu kecil di layani di GPI Sidang Bedagaii yg dipimpin oleh bpk Pdt R Sihombing (Alm) sekarang berkembang banyak membuka Sidang GPI di daerah Batam maju trus amang Haleluya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: