Oleh: Bakti Rajawali Ministry | Oktober 26, 2013

MEMBERI DENGAN KASIH

MEMBERI DENGAN KASIH
2 Korintus 9:6-8

AYAT 6. “CAMKANLAH INI: ORANG YANG MENABUR SEDIKIT, AKAN MENUAI SEDIKIT JUGA , DAN ORANG YANG MENABUR BANYAK, AKAN MENUAI BANYAK JUGA.”

Kata “menabur” menjadi penting untuk kita simak, dimana seorang petani tentu tidak menabur benih disembarang tempat. Sebelum seseorang menabur, dia harus terlebih dahulu memilih lahan, mengolahnya dengan baik, menyiapkan benih yang unggul, lalu menabur benih itu. Artinya disini membutuhkan usaha dan pengorbanan.

Semakin banyak benih yang mau kita tabur maka semakin luas lahan yang diperlukan dan semakin keras usaha yang harus dilakukan. Dan alkitab ini mengatakan bahwa hasil yang akan kita tuai itu dipengaruhi oleh sedikit banyaknya benih yang kita tabur. Ini sudah termasuk hukum alam.

Demikian halnya dalam memberi. Memberi itu bukan perkara yang mudah, dibutuhkan perjuangan tingkat tinggi, melawan egoisme dan cinta diri, apalagi jaman sekarang ini. Namun memberi adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan orang beriman karena Tuhan menjadikannya sebagai salah satu cara Tuhan memberkati umatnya. Karena itulah dikatakan “camkanlah”.

“Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga , dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak” Ini merupakan hukum alamiah, dan ini bisa saja dipakai oleh Tuhan untuk memberkati kita. Semakin banyak kita memberi semakin kita diberkati oleh Tuhan. Namun jangan menjadikannya sebagai motivasi untuk memberi, karena kita tidak sedang berdagang atau bertransaksi dengan Tuhan. Kita memberi karena kita bersyukur kepada Tuhan, soal Tuhan akan membalaskan 30, 60 atau 100 kali lipat, biarlah itu urusan Tuhan.

AYAT 7 “HENDAKLAH MASING-MASING MEMBERIKAN MENURUT KERELAAN HATINYA, JANGAN DENGAN SEDIH HATI ATAU KARENA PAKSAAN, SEBAB ALLAH MENGASIHI ORANG YANG MEMBERI DENGAN SUKACITA”

Tuhan menghendaki supaya pemberian itu diberikan bukan dengan terpaksa melainkan kerelaan. Kerelaan berbicara tentang kasih, sebab hanya orang yang mengasihi yang mampu memberi dengan kerelaan hati dengan tidak mengharapkan balasan/imbalan.

Banyak tokoh-tokoh iman dalam di Alkitab yang memberikan segalanya untuk Tuhan. Bahkan hidupnya diberikan kepada Tuhan oleh karena mereka mencintai Tuhan. Tuhan Yesus sendiri menjadi wujudnya yang nyata, yang telah memberi diri-Nya dengan kerelaan karena Dia mengasihi orang-orang berdosa.

Anak kedua saya tidak terlalu sering meminta, bisa dikatakan sejak kecil dia tidak banyak menuntut untuk segala keperluannya. Sampai dia besar sekarang ini pun, bila sandal atau sepatunya sudah mulai rusak, dia tidak meminta saya atau mamanya untuk membeli. Paling juga nanti dia akan pakai sandal saya atau sepatu saya kalau sepatu itu bisa dipakai. Bahkan terkadang celana sekolah atau celana harian sudah koyak atau berlubang bagian belakangnya pun dia tidak ngomong. Dia malah membeli plester luka dan menempelkan pada bagian yang berlubang/koyak itu. Namun sebagai orang tua, kami tentu memperhatikan keadaannya, dan bila ada uang tidak menunggu lama sandal/sepatu langsung kami beli dan istri saya akan segera menjahitkan celananya yang koyak. Walau anak kami tidak banyak meminta atau menuntut tetapi kami memperhatikan dan sebisa mungkin memenuhi apa yang dia butuhkan. Tentu semua itu dapat terjadi karena ada cinta

Dengan cinta maka memberi menjadi mudah.

Ada seorang pengkotbah dimana setiap dia menyampaikan kotbah tentang berkorban atau memberi maka expressi kebanyakan jemaat terlihat aneh, ekspresi wajah yang manyun. Mengapa hal ini terjadi? Pertama, bisa jadi karena kebanyakan jemaat itu memang tidak suka memberi, sehingga mereka berpikir kotbah itu sedang “menembak” dirinya. Kedua, bisa jadi si pengkotbah ini terlalu sering mengambil topik tentang memberi. Kemungkinan ketiga adalah si pengkotbah tidak hidup seperti firman yang disampaikan Dia hanya cakap mengkotbahkan tentang memberi sedang dia sendiri tidak suka memberi. Hal ini akan membuat jemaat tersandung, sehingga mereka akan berpikir dan berkata dalam hatinya “sudahlah, ngomong aja disitu, cuma tahu ngomong, siapa yang gak bisa?”

Jangan menjadi orang yang tidak tahu berterima kasih. Jangan kita pikir Tuhan tidak memperhatikan pemberian kita. Ingat pada kisah tentang persembahan seorang janda miskin? Ayat 41 dari Markus 12 dikatakan bahwa “Yesus menghadap peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti persembahan…” Jadi sekalipun anda melipat sekecil-kecilnya atau di remas sekuat-kuatnya, atau anda sembunyikan dalam genggaman yang tertutup rapat , Tuhan tahu berapa isi genggamanmu.

AYAT 8. “DAN ALLAH SANGGUP MELIMPAHKAN SEGALA KASIH KARUNIA KEPADA KAMU , SUPAYA KAMU SENANTIASA BERKECUKUPAN DI DALAM SEGALA SESUATU DAN MALAH BERKELEBIHAN DI DALAM PELBAGAI KEBAJIKAN

Saudara jangan ragu kepada Tuhan. Kasih Tuhan telah terbukti dan kuasa-Nya telah nyata. Tuhan sanggup mencukupkan segala kebutuhan kita bahkan memberi kita kelimpahan supaya kita dapat memberi untuk pekerjaan Tuhan.

Seorang yg hitung-hitungan dengan Tuhan, apalagi sampai kikir kepada Tuhan, sesungguhnya mereka tidak mengenal kasih Tuhan. Bila pun mereka mengenal kasih Tuhan tetapi mereka tidak hidup dalam kasih Tuhan.

Bila Tuhan memberi kelimpahan maka kita harus tahu bahwa itu untuk kita pakai melayani, mengaplikasikan kasih Tuhan dalam hidup kita. Jangan menjadi kikir karena orang kikir tidak mendapat bagian dalam kerajaan Allah.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: