Oleh: Bakti Rajawali Ministry | Januari 4, 2014

IMAN UNTUK DIPERKENAN

Ibrani 11:16 “tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barang siapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah itu ada, dan bahwa Allah itu memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.

Saya melihat bahwa firman ini merupakan dasar dari semua Theologia Kristen, karena Firman Tuhan ini dengan jelas mengatakan bahwa siapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah itu ada. Orang bisa saja percaya pada theologia kemakmuran yang mengatakan bahwa setiap orang percaya pasti makmur (kaya), atau Teologia Penderitaan bahwa orang percaya harus hidup menderita atau mungkin theologia-theologia yang lain, tetapi tanpa pengakuan bahwa Allah itu ada, maka semua theologia tidak memiliki dasar alias kosong.

Demikianlah kehidupan kita, perlu meyakinkan diri kita bahwa Allah itu ada. Ketika kita datang beribadah kita perlu bertanya kepada diri kita , kepada siapa kita beribadah? Tentu kita beribadah kepada Allah karena kita percaya bahwa Allah itu ada. Kita datang melayani, siapakah yang kita layani? Tentu saja Allah yang kita layani, kenapa? karena kita percaya bahwa Allah itu ada. Bahkan kita menyerahkan hidup kita dan menggantungkan pengharapan kita kepada Allah karena kita percaya bahwa Allah itu ada dan bahwa ia memberi upah kepada setiap orang yang mencari Dia.

Setelah kita lahir baru (percaya dan menerima Yesus) Allah berkeinginan agar kita mengalami pertumbuhan iman. Allah menghendaki kita agar tidak hanya mengimani keselamatan kita di akhirat, tetapi Allah juga menghendaki kita mengimani segala kebaikan Allah yang sempurna yang dapat kita terima selagi kita masih di dunia ini. Karena dengan imanlah kita dapat masuk dalam persekutuan dengan Allah dan dengan iman itu kita dapat mengalami kuasa dan berkat.

Dalam beberapa kejadian mujizat yang terjadi di dalam injil, Yesus mengatakan “iman mu telah menyelamatkan engkau atau imanmu telah menyembuhkan engkau” Ini artinya bahwa iman merupakan hal yang penting karena iman merupakan suatu pengakuan akan kekuasaan Allah yang dapat terjadi bagi kita. Kekuasaan yang sanggup menyelamatkan, menyembuhkan dan memberkati.

Di dalam Alkitab kita dapat melihat pertumbuhan iman para murid dalam tingkatan iman.

1. Mereka percaya Yesus, ketika Yohannes berkata-kata tentang Dia dan mendengar Yesus berbicara (Yoh. 1:35-40).

Hal ini terjadi ketika Yesus memanggil murid yang pertama yaitu Andreas, Andreas ini pula yang membawa saudaranya yaitu simon Petrus untuk mengikut Yesus. Kemudian sebagian murid-murid yang lain juga mengikut Dia karena mereka mendengar dan percaya perkataan Yesus. Disana Yesus belum pernah mengadakan atau meperlihatkan mujizat.
Ini sangat berbeda dengan prinsip duniawi. Kalau prinsip dunia “melihat dulu baru percaya, tetapi prinsip iman adalah “percaya dulu baru melihat”.

2. Iman mereka bertumbuh ketika melihat mujizat Yesus (Perkawinan di Kana -Yoh. 2:11)

Sebagaimana Alkitab jelaskan, bahwa mujizat yang terjadi di pesta perkawinan di Kana, adalah yang pertama sekali dilakukan oleh Yesus. Sampai sejauh Yesus belum melakukan mujizat, murid-murid belum tahu sedahsyat apa pekerjaan yang bisa dilakukan Yesus. Nah, ketika mujizat itu terjadi, mereka semakin percaya.

Tahap 3: Akhirnya mereka bertumbuh dalam iman kepada Yesus dan perkataan-Nya walaupun Yesus tidak bersama-sama dengan mereka.(Yoh. 2:22 ; 4:50) Dan murid-murid itu sendiri menghidupi kehidupan yang disertai dengan tanda-tanda mujizat (Kis.3:1-8)

Ini pulalah yang terjadi kepada Abraham, ketika Allah menyuruh dia untuk meninggalkan keluarganya menuju tanah kanaan yang dijanjikan oleh Allah kepadanya, ia berangkat walaupun ia tidak tahu jalan kesana dan tidak melihat bagaimana keadaan tanah Kanaan itu, namun ia percaya pada perkataan Allah. Dalam perjalanannya Allah menunjukkan kuasanya bagi Abraham, kemenangannya melawan musuh-musuh bahkan berkat-berkat yang melimpah diberikan kepadanya.

Abraham menyuruh Lot memilih tanah.

Demikian juga yang terjadi dengan Musa ketika pertama sekali Ia di panggil oleh Allah untuk membawa umat Isreal dari Mesir menuju tanah Tanah Perjanjian, Musa percaya pada perkataan Allah. Selanjutnya Allah menunjukkan kuasa-Nya yang dahsyat membela orang Israel terhadap orang Mesir , mujizat dan berkat manna Allah sediakan bagi mereka. Dengan iman kita masuk dalam persekutuan dengan Allah. Dan dengan iman itu kita mengalami kekuasaan Allah yang sanggup menyelamatkan, menyembuhkan dan memberkati.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: