Oleh: Bakti Rajawali Ministry | Januari 9, 2014

EMPAT JALAN TUHAN MEMBERKATI (Ringkasan Kotbah di GPI Trans Marina 05 Jan 2014)

Dan Allah sanggupmelimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupandi dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. (2 Kor 9:8)

 

Kita bersyukur bahwa Allah yang kita sembah adalah yang mengasihi kita. Dengan kuasa-Nya  Ia sanggup mencukupkan apa yang kita perlukan dan memberi kita kelimphan supaya kita bisa melakukan berlbagai kebajikan.

 

Berikut ini kita mau mempelajari paling tidak ada Empat jalan Tuhan untuk memberkati  kita yaitu:

 

  1. Berkat Melalui Penciptaan (Berkat yang Pertama).

Sebelum Allah menciptakan manusia, Ia terlebih dahulu menciptakan berbagai macam untuk memenuhi kebutuhan manusia itu. Dia tidak saja menciptakan matahari, bulan dan ciptaan lainnya tetapi juga air dan tumbuh-tumbuhan.  Dari sini kita melihat bahwa Allah kita bukanlah Allah yang lalai tetap Allah yang bertanggungjawab. Dia tahu bahwa manusia memerlukan semua itu sesuai rancangan-Nya maka Ia menyediakannya.

Berkat ini bersifat universal yang tidak pernah dicabut oleh Tuhan meskipun manusia telah jatuh ke dalam dosa. Hanya saja akibat kejatuhan manusia ke dalam dosa itu, maka tanah dikutuk dan tidak lagi memberi hasil seperti semula dan manusia  harus bersusah payah mengusahakannya (Kej. 3:17).

Berkat ini dapat kita peroleh dengan kerja keras, mau belajar, menggali potensi yang kita miliki dan percaya bahwa meski  tanah telah terkutuk, bagi orang percaya  selalu ada pertolongan Tuhan untuk membuat segala sesuatu lebih mudah. (Ul. 8:18)

  1. Berkat Melalui Kesetiaan.

Alkitab mengisahkan bahwa orang –orang yang setia kepada Tuhan kehidupan mereka diberkati luar biasa oleh Tuhan. Abraham, Ishak, Yakub, Daud, Salomo, dll adalah orang-orang yang diberkati ketika mereka berlaku setia kepada Tuhan.  Mereka bukan saja diberkati secara finansial, tetapi mereka juga memberi pengaruh besar kepada orang-orang sezamannya dan juga generasi setelah mereka.

Memang ada masa tertentu yang mereka alami sebagai proses dimana mereka harus mengalami banyak tantangan, tetapi apabila mereka setia maka mereka memperoleh upah yaitu berkat yang luar biasa dari Tuhan.

Sebagai pengikut Kristus kita diberi tanggungjawab. Dimulai dari yang kecil sampai kepada yang besar. Dan kalau kita setia dalam perkara-perkara kecil maka Tuhan akan memberikan perkara-perkara beser dalam kehidupan kita  (Mat. 25:21-23)

  1. Berkat Melalui Persembahan

Tuhan memberi ketetapan bagi orang Israel untuk memberikan persembahan persepuluhan, ucapan syukur dan persembahan lainnya.  Di dalam PL, suku Lewi telah ditetapkan Tuhan untuk menjadi pelayanan di rumah Tuhan sehingga mereka tidak mendapat bagian di Tanah Kanaan seperti kepada suku-suku lainnya.

Pada zaman Maleakhi ada kemunduran ahlak sehingga menganggap remeh semua persembahan yang seharusnya diberikan sesuai perintah Allah. Dan para imam pun telah merendahkan perintah Allah karena menerima persembahan yang cacat.  Para imam pun tidak lagi mengkhususkan diri untuk perkerjaan Tuhan karena mereka harus memikirkan kebutuhan mereka.

Oleh karena itu Tuhan “menantang” mereka, untuk kembali kepada firman, maka mereka akan melihat bahwa Tuhan akan membukakan bagi mereka tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat sampai berkelimpahan. (Mal. 3:10)

Perkembangan gereja, program-program dan misi tidak terlepas dari kebutuhan akan dana (keuangan). Oleh karena itu perbendaharaan di rumah Tuhan diperlukan untuk merealisasikannya dengan maksimal.

  1. Berkat Melalui Pemberian.

Janji Allah kepada Abraham bahwa dia akan diberkati dan olehnya semua kaum di bumiakan mendapat berkat (Kej.12:2-3).  Abraham diberkati bukan hanya untuk kepentingannya sendiri melainkan agar melalui dia orang lain juga diberkati.

Kita yang hidup oleh iman adalah anak-anak Abraham yang juga menerima janji Allah (Gal 3:7,29), dan ketika kita diberkati oleh Tuhan, kita juga seharusnya menjadi berkat bagi orang lain dan lewat itu Tuhan akan terus bahkan semakin memberkati kita. “Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu.Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu” (Luk 6:38)

Hal yang sulit bagi banyak orang adalah memberi dari apa yang dia punya. Tetapi justru lewat hal yang sulit ini iman kita diuji apakah kita percaya  kepada Tuhan yang berjanji membalaskan segala perbuatan baik yang kita lakukan  Jadi jangan takut mengulurkan tangan dan menjadi berkat bagi orang lain.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: