Oleh: Bakti Rajawali Ministry | Januari 16, 2014

Step Ahead in Faith (Selangkah di depan dalam Iman) – (Ringkasan Kotbah di GPI Trans Marina 12 Jan 2014)

Nats : Bilangan 13:25-33, 24:1-10

Istilah “Step Ahead” atau “Selangkah di depan” sering disampaikan dalam kaitannya dengan suatu produk atau perusahaan yang menyatakan keunggulan dibanding yang lain. Kita mungkin pernah melihat iklan dengan jorgan “selangkah di depan”, “selangkah lebih maju” , “yang lain semakin ketinggalan” atau jorgan lainnya yang menyatakan keunggulannya dibanding yang lain.

Dalam berbagai bidang usaha/bisnis, hasil usaha yang diperoleh tidak terlepas dari keunggulan yang dimiliki; baik itu keunggulan produk, management, pemasaran, dll. Sedangkan keunggulan itu dicapai dengan melakukan inovasi-inovasi. Dan inovasi yang menghasilkan keunggulan itu sendiri tidak terlepas dari adanya  harapan dan keyakinan akan mampu mencapai hasil yang lebih baik.  Harapan dan keyakinan yang dimiliki seseorang membuat dia berani melangkah untuk sesuatu yang baru dan lebih baik.

Dari ayat-ayat firman Tuhan diatas, kita akan menemukan dua “jenis” atau kelompok manusia, dimana yang satu lebih unggul dalam iman atau “step ahead in faith” dengan yang lain. Yang satu adalah mental pemenang sedangkan yang lain adalah pencundang.

Ketika Musa mengirim 12 orang pemimpin-pemimpin yang mewakili 12 suku Israel untuk mengintai tanah Kanaan, dan setelah 40 hari mengintai, mereka kembali  kepada Musa, Harun dan bangsa itu untuk melaporkan hasil pengintian mereka.  Mata jasmani mereka tentu melihat hal yang sama, baik itu hasil alam yang luar biasa baiknya maupun keadaan alam dan orang-orang yang ada disana. Namun mata rohani mereka tidak melihat hal yang sama, dimana 10 orang pengintai yang pecundang itu tidak melihat harapan kemenangan karena mereka mengandalkan diri mereka dan tidak mempercayai janji Tuhan yang akan menyerahkan tanah itu kepada mereka. Sedangkan 2 orang yang unggul dalam iman yaitu Yosua dan Kaleb tidak melihat keadaan orang-orang di Kanaan yang besar-besar bagai raksasa itu sebagai penghalang bagi mereka untuk memiki tanah itu karena mereka percaya pada janji Tuhan.

Bilangan 13:27-29 dan ayat 31-33 adalah merupakan perkataan-perkataan yang keluar dari mulut 10 orang pecundang yang melapor itu. Perkataan-perkataan mereka menunjukkan ketakutan, ketidakpercayaan dan melemahkan.  Perkataan mereka telah membuat bangsa itu ciut. Mereka menjadi lemah dan takut.   Sedangkan Bilangan 13:30, dan Bilangan 14:6-9 adalah perkataan-perkataan yang keluar dari mulut orang-orang yang unggul dalam iman yaitu Yosua dan Kaleb.  Perkataan mereka menunjukkan keberanian, kepercayaan dan meneguhkan.  Sayangnya umat-umat itu sudah terlanjur takut dan gentar karena mereka mendengar perkataan para pecundang itu dan mereka sendiri juga tidak memiliki iman yang unggul seperti Yosua dan Kaleb.  Sebagai akibatnya, maka semua orang-orang Israel dewasa (20 tahun keatas) mati dalam perjalanan dan tidak sampai ke tanah perjanjian Kanaan kecuali Yosua dan Kaleb. Yosua dan Kaleb mendapat tempat istimewa dihati Tuhan karena mereka mengikut Tuhan dengan setia. (Bil. 32:11-12).

Bila anda melihat “raksasa-raksasa” persoalan dalam hidupmu, janganlah ciut. Maju dan melangkah dalam iman. Percayalah pada janji Tuhan dan berlakulah setia, maka engkau akan tampil sebagai pemenang.

 

PEMENANG   (UNGGUL)

 

 

PECUNDANG

 

  1.   Mengandalkan Tuhan
  2.   Percaya pada Janji Tuhan
  3.   Perkataannya menguatkan/ memberi   semangat

 

 

  1.   Mengandalkan Diri
  2.   Tidak Percaya pada Janji Tuhan
  3.   Perkataannya melemahkan

 

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: