Oleh: Bakti Rajawali Ministry | Februari 4, 2014

SIKAP HATI ORANG YANG DIBELA TUHAN (Ringkasan Kotbah – Minggu 2 Feb 2014)

Nats : Mazmur 9:2-5
Oleh : Gr. L. Hutabalian, S.Th

Daud, sama seperti beberapa tokoh besar dalam Alkitab mengalami banyak keberhasilan yang gemilang. Tetapi Dia juga mengalami banyak tantangan dalam perjalanan hidupnya; baik sebelum dia menjadi raja maupun saat memimpin Israel sebagai raja. Satu sikap yang menonjol dalam diri Daud adalah dia percaya dan mengandalkan Tuhan.  Satu contoh adalah ketika dia harus melawan “sang raksasa” Goliat dengan postur tubuh dan peralatan perang yang tidak sebanding, dia dengan penuh keyakin maju melawan Goliat karena Dia mengandalkan Tuhan. Disitu dia mendapat pembelaan dari Tuhan untuk kemenangan bangsa itu. Kesaksian tentang pembelaan itu juga dia nyatakan pada ayat 4-5 dari Nats diatas.

Lalu bagaimana sepatutnya sikap orang-orang yang dibela Tuhan?

Dari ayat-ayat kita baca, paling tidak ada 3 hal yaitu:

1. Orang yang dibela Tuhan akan bersyukur dengan segenap hati. (ayat 2a)

Definisi “syukur” dalam kamus bahasa Indonesia adalah rasa terima kasih kepada Tuhan. Itu berarti ucapan syukur hanya ditujukan kepada Tuhan bukan kepada manusia . Meskipun wujud syukur itu bermcam-macam dan mungkin terkadang disampaikan lewat manusia dan pelayanan, namun semua itu ditujukan kepada Tuhan. Bila mengacu kepada Maz. 65:2, maka wujud syukur itu bisa berupa puji-pujian dan membayar nazar. Kata “dengan segenap hati” berarti tulus, tidak ada kepalsuan atau kepura-puraan.

2. Orang yang dibela Tuhan akan menceritakan perbuatan Tuhan yang ajaib (bersaksi). (ayat 2b)

Menceritakan perbuatan-perbuatan Tuhan yang ajaib kepada keturunan (anak-cucu) adalah perintah Tuhan kepada  orang  Israel. Hal itu penting karena dengan cara itu mereka dapat mengenal Tuhan. Amanat Tuhan Yesus kepada murid-muridnya adalah supaya mereka memberitakan kabar baik.  Kesaksian tidak dapat dianggap sepele, sebab lewat kesaksian banyak orang  dapat diberkati atau dimenangkan bagi Kristus.  Dengan bersaksi berarti : kita membagikan kabar baik, meneruskan berkat dan memuliakan Tuhan.

3. Orang yang dibela Tuhan akan bersukacita, bersukaria dan bermazmur bagi Tuhan.(ayat 3)

Orang yang dibela perkaranya pasti akan bersuka cita, apalagi kalau kemenangan berada di pihaknya. Tuhan telah dan akan terus membela perkara kita dan bila Tuhan dipihak kita maka kita akan berkemenangan. Suka cita akan mendorong hati kita untuk bermazmur bagi Tuhan.

Mari kita hitung berkat yang kita terima setiap hari! Renungkanlah pembelaan Tuhan dari satu perkara ke perkara yang lain, supaya kita tahu bersyukur, bersaksi dan bersukacita dan bermazmur bagi Tuhan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: