Oleh: Bakti Rajawali Ministry | Februari 27, 2014

Kristus di dalam kamu, bukan? (Ringkasan Kotbah Minggu, 23 Feb 2014)

Nats : 2 Korintus 13:5

Kata uji berdasarkan kamus bahasa Indonesia mengandung pengertian sebagai “percobaan untuk mengetahui mutu/kualitas”. Maka pengujian selalu berkaitan dengan kualitas, apakah baik atau buruk. Kata uji pada ayat ini dimaksudkan agar mereka mau memeriksa diri sendiri apakah mereka tetap tegak dalam iman. Berarti ada kemungkin iman seseorang menjadi lemah atau menjadi layu. Atau jangan-jangan murasa beriman padahal tidak. Hanya orang yang tegak yang dapat membawa beban yang besar, sedangkan bila dalam posisi membungkuk atau berdiri miring tidak bisa menahan beban.

Sebuah pertanyaan disini, apakah kamu tidak yakin akan dirimu bahwa Yesus ada di dalam kamu? Mengapa perlu hal ini dipertanyakan pada diri sendiri?

  1. Dengan meyakini (percaya) bahwa Yesus di dalam kita maka kita memiliki kepastian bahwa kita akan mengalami penyertaan-Nya. Dalam percobaan/tantangan hidup, Dia ada. Ketika kita membutuhkan pertolongan, Dia ada. Ketika kita merencanakan apa pun dalam hidup kita, Dia juga ada.
  2. Dengan menyakini (percaya) bahwa Yesus ada di dalam kita maka kita terdorong untuk selalu hidup dalam kebenaran dan kasih. Karena Yesus adalah kebenaran dan yang Dia kehendaki adalah kebenaran dan kasih. Hidup dalam kebenaran dan kasih berarti menuruti firman Tuhan, tidak ada tipu muslihat, Egoisme/Kesombongan, Cinta diri, Cinta uang., dll.
  3. Dengan meyakini (percaya) bahwa Yesus ada di dalam kita maka kita akan menjadi orang-orang yang berdampak bagi dunia ini, menjadi garam dan terang dunia. Kita mengalami kuasa Tuhan untuk melakukan banyak perkara karena Tuhan ada di dalam kita.  Di PL kita melihat Tabut Perjanjian sebagai tipologi Kristus. Kemana Tabut dibawah maka disitu kuasa Allah yang luar biasa terjadi, baik untuk memberkati bangsa itu, melewati tantangan dan memberi kemenagan.

Bila kita tidak percaya bahwa Yesus di dalam kita maka kita tidak akan mengalami hal-hal yang disebutkan diatas. Dalam versi Bahasa Inggris (Gideon), “sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan aji” ditulis “unless indeed you are disqualified” artinya kalau tidak demikian maka kamu didiskualifikasi. Didiskualifikasikan berarti: a) larangan turut bertanding bagi seorang atau sebuah regu karena melanggar peraturan pertandingan, b) pencabutan hak, c) tidak di loloskan karena tidak memenuhi syarat akibat kelainan atau cacat tubuh. Dalam sebuah pertandingan ada syarat/peraturan yang harus diikuti supaya tidak didiskualifikasi, oleh karena dalam pertandingan iman, syarat yang mutlak adalah percaya kepada Allah dan bahwa Tuhan ada di dalam kita.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: