Oleh: Bakti Rajawali Ministry | Maret 6, 2014

CONFESSION (PENGAKUAN) – Rangkuman Kotbah Minggu, 2 Maret 2014

Nats : Maz. 119:141

Raja Daud adalah raja yang memiliki nama besar. Keperkasaannya sangat terkenal sejak muda karena penyertaan Tuhan. Dia adalah raja yang percaya dan dalam hampir keseluruhan hidupnya yang dikisahkan di Alkitab, dia selalu mengandalkan Tuhan. Namun kebesaran kuasa dan nama yang dia miliki tidak membuat dia menjadi sombong atau congkak tetapi tetap merendahkan diri.  Menyatakan diri sebagai orang kecil dan hina adalah sebuah pengakuan (confession) yang wajar bila diperhadapkan dengan kemuliaan (keagungan) Tuhan.  Pengakuan ini lahir dari kesadaran bahwa tanpa Tuhan, ia tidak berarti apa-apa.

Dalam sebuah pengakuan (confession) paling tidak ada 3 hal yang terkait dengannya. Tentu confession disini bukan sekedar pengakuan yang keluar dari mulut kita melainkan pengakuan yang jujur di dalam hati. 3 Hal yang terkait dengan pengakuan itu adalah :

1. Pengenalan/Kesadaran diri.

Sebelum sebuah pengakuan terjadi, kesadaran akan diri dengan segala kekuaran yang ada akan mendahuluinya. Seseorang mengaku bersalah atas kesalahannya karena dia sadar bahwa apa yang dilakukannya adalah salah. Dalam konteks yang lebih luas, pengenalan/kesadaran diri itu sangat penting karena dengan itu kita mengenal segala kekurangan/kelemahan dan kelebihan yang kita miliki.  Kesungguhan kepada Tuhan tidak mungkin ada dalam kehidupan seseorang bila dia tidak sadar bahwa dia sungguh-sungguh membutuhkan Tuhan. Sebagai umat Tuhan kita harus menyadari bagaimana seharusnya kita bertindak/bersikap dalam kehidupan dengan segala tantangan yang kita hadapi.

2. Keterbukaan diri.

Keterbukaan diri (self-disclosure) merupakan reaksi kita terhadap situasi atau keadaan yang kita alami.  Kita perlu terbuka untuk melihat detail-detail kehidupan kita supaya kita bisa menemukan secara maksimal kekurangan dan kelebihan kita. Dengan keterbukaan inilah kita dapat mengenal diri kita sesungguhnya tentang sisi baik atau buruk yang kita miliki. Untuk itu dibutuhkan keberanian melihat segala kekurangan/kepahitan/kesombongan dan segala macam yang ada dalam kehidupan kita.

3. Tekad

Kesadaran dan keterbukaan hati untuk melihat detail-detail diri haruslah diikuti oleh tekad untuk mengakuinya. Tekad itu mendorong kita untuk memberikan/menyampaikan sebuah pengakuan dan tekad itu  pula yang mendorong kita untuk memperbaiki diri dalam hal kekurangan/kelemahan yang dimiliki. Ada sebuah statemen yang mengatakan “orang bijak memperbaiki diri”. Ketika kita menemukan banyak kekurangan/kelemahan atau keterlanjuran seringkali kita sibuk menyalahkan diri sendiri atau orang lain, sehingga karena kesibukan itu maka lupa untuk membenahi diri.

Confession atau pengakuan adalah wujud dari adanya keterbukaan, pengenalan dan tekad diri. Kita sebagai manusia dilahirkan tidak sempurna. No body is perfect, demikian sering dikatakan orang. Oleh karena itu confession (pengakuan) adalah hal yang penting, supaya kita dapat mengevaluasi diri dengan jujur dan kemudian tahu menempatkan diri atau bersikap dalam menjalani kehidupan dengan segala seluk-beluknya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: