Oleh: Bakti Rajawali Ministry | Maret 11, 2014

Giat dan Maksimal (Ringkasan Kotbah Minggu, 9 Maret 2014)

Nats: Ulangan 31:2

Sama seperti Musa, kita sebagai manusia juga memiliki umur yang terbatas. Karena kita memiliki umur yang terbatas maka otomatis kesempatan yang kita miliki pun terbatas. Seiring dengan umur yang semakin senja (tua), sudah menjadi natur manusia kemampuan pun akan semakin terbatas.  Oleh karena itu di masa tuanya, Musa harus menyerahkan kepemimpinan atas orang Israel kepada Yosua yang telah dipilih oleh Tuhan menggantikannya.

Kita perlu bertanya kepada diri sendiri, apakah kita selama ini bergiat dalam kehidupan kita atau tidak? Mungkin kita selama ini telah bergiat dalam belajar, bekerja dan berusaha untuk kepentingan Jasmani, itu tidak salah. Namun janganlah melupakan hal yang terpenting yaitu bergiat untuk kepentingan rohani. Sebab kepentingan jasmani hanya bersifat sementara yang dapat kita nikmati beberapa puluh tahun saja, tetapi kepentingan rohani bersifat kekal yaitu hidup kekal dalam kemuliaan Allah di surga.

Bagaimana supaya kita bisa giat dan maksimal dalam kehidupan kita?

1. Temukan Bidang Panggilanmu.

Kehendak Tuhan yang utama bagi umatnya adalah mereka diselamatkan. Destinasi orang percaya adalah terwujudnya keselamatan.  Namun selagi masih di dunia, Tuhan memanggil setiap orang untuk fungsi yang tidak selalu sama. Sebagai contoh, Musa dipilih oleh Tuhan sebagai pemimpin umat, sedangkan kakaknya Harun sebagai Imam dan kakaknya Miriam sebagai pemimpin Lewi yang mengangkat puji-pujian. Atas kehendak Tuhan, Musa juga mengangkat pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang, dan pemimpin sepuluh orang.  Setiap orang memiliki fungsi termasuk umat itu untuk mewujudkan rencana Tuhan atas bangsa Israel (Kel. 18:25)

Demikianlah kita sebagai umat Tuhan juga memiliki panggilan masing-masing. Tidak semua menjadi Hamba Tuhan, Pengerja, Singer, dll, pun tidak semua harus menjadi pelayan di gereja, tetapi Tuhan juga memanggil umat Tuhan sebagai pekerja di dunia sekuler dimana dengan jalan itu, mereka melayani dan memuliakan Tuhan.

2. Fokus Pada Tujuan

Orang Israel bersungut-sungut kepada Musa karena mereka selalu menoleh ke belakang ketika mengalami tantangan dalam perjalanan mereka. (Kel. 16:2-3).  Mereka tidak fokus pada tujuan yaitu Tanah Kanaan yang melimpah susu dan madu, tempat dimana mereka menjadi orang-orang merdeka. Selalu melihat kebelakang justru membuat beban atau tantangan semakin terasa berat, sebaliknya bila fokus kepada tujuan yaitu meraih janji Tuhan maka akan timbul semangat dan kekuatan baru untuk berjuang hingga sampai pada tujuan itu.  Paulus mengatakan “Sebab aku tidak berlari tanpa tujuan dan bukan petinju yang sembarangan saja memukul (1 Kor. 9:26)

Usia memang terbatas, kekuatan pun akan menurun seiring usia yang semakin tua. Tetapi bergiat di dalam Tuhan sepanjang usia adalah kehendak Tuhan. Menemukan bidang panggilan kita dan focus kepada tujuan akan membuat kita bergiat dan maksimal dalam hidup.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: