Oleh: Bakti Rajawali Ministry | April 10, 2014

SARA, JANGAN JADI PENGHALANG DEMI INDONESIA HEBAT

Pemilu 2014 untuk memilih legislative sudah berlalu. Seperti yang diprediksi banyak orang bahwa PDIP akan menjadi pemenang pemilu sekali pun partai ini tidak punya media tv yang mendukung partai ini untuk mengkampanyekan diri seperti beberapa partai lainnya. Tidak sedikit juga orang beranggapan bahwa kemenangan PDIP kali ini tidak terlepas dari adanya “Jokowi effect” yaitu popularitas Jokowi sebagai orang yang dianggap bersih; Jujur dan transparan, nasionalis, humanis dan tegas, yang diusung oleh PDIP sebagai calon presiden.

Menoleh beberapa bulan ke belakang, dimana ada AHOK sebagai mantan Bupati Belitung Timur dan DPR RI ketika disandingkan dengan Jokowi sebagai candidat wakil Gubernur adalah juga karena dikenal sebagai sosok yang bersih; Jujur dan transparan, nasionalis, humanis dan tegas. Meskipun banyak cara dimunculkan oleh pihak tertentu untuk menggagalkan mereka, termasuk issu agama dan etnis, tetapi akhirnya mayoritas pemilih DKI Jakarta menghantarnya mereka pada posisi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Rakyat Indonesia sudah sewajarnya lelah dengan keadaan yang ada sekarang. Korupsi yang masih terus merajalela. Toh, para koruptor dan pembuat masalah di negeri ini tidak memandang suka, agama dan ras. Justru SARA sering dimanfaatkan oleh oknum atau kelompok tertentu untuk kepentingan pribadi/golongan. Masih segar dalam ingatan kita bahwa tokoh dari partai berbasis agama justru terlibat korupsi yang tidak kecil. Pun yang terperangkap dengan “wanita”, kurupsi  di departemen agama, dll.

Mengacu pada pengalaman Ahok dan Jokowi kita melihat adanya kecenderungan masyarakat Indonesia sudah mulai sadar untuk tidak mempersoalkan SARA (Suku, Agama dan Ras) dalam memilih pemimpin mereka melainkan pada kepribadian dan sikap yang dimiliki oleh kandidat tersebut yaitu bersih; Jujur dan transparan, nasionalis, humanis dan tegas. Sikap seperti inilah yang sangat dibutuhkan bangsa ini; sikap sebagai pemimpin maupun sebagai anggota masyarakat supaya negeri ini semakin baik dan maju. Rakyat Indonesia harus mulai meninggalkan pola lama yang menghambat persatuan dalam membangun negeri karena adanya faktor SARA.  Potensi yang dimiliki oleh anak-anak bangsa harus dimaksimalkan untuk pembangunan bangsa dan negara Indonesia, tanpa harus mempertanyakan suka, agama atau ras mereka. (LH – Apr 14)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: