Oleh: Bakti Rajawali Ministry | Mei 3, 2014

TELADAN YUDAS (Rangkuman Kotbah Minggu, 27 April 2014)

Nats : Yudas 1:1-2

Surat ini ditulis oleh Yudas. Kalau kita mendengar tentang Yudas, maka yang mungkin pertama muncul dalam pemikiran kita adalah tentang tindakan penghianatan yang dilakukan oleh Yudas Iskariot. Tindakan Yudas telah memberi kesan kurang baik terhadap orang yang bernama Yudas. Padahal tidak semua orang yang bernama Yudas adalah penghianat seperti Yudas Iskariot.  Tidak jarang memang tindakan seseorang dikaitkan dengan namanya. Dan kejahatan yang dilakukan oleh seseorang biasanya meninggalkan kesan lebih kuat daripada yang baik.

Siapakah Yudas penulis kitab ini? Secara umum diyakini berdasarkan beberapa pertimbangan bahwa penulis kitab ini bukanlah Yudas Iskariot, juga bukan Yudas murid Yesus yang lain. Melainkan Yudas adik (tiri) Tuhan Yesus sendiri yaitu anak dari Yusuf dan Maria (Mat. 27:5 ; Luk. 6:16 ; Kis. 1:13-14 ; Mat. 10:3 ; Mat. 13:55 ; Mark 6:3 ; 1 Kor 9:5). Mungkin akan timbul pertanyaan, kalau dia adalah adik Yesus lantas mengapa dia menyebut diri sebagai hamba Yesus?

  1. Dia memiliki kerendahan hati.  Meskipun secara manusia dia punya alasan untuk bermegah sebagai saudara Tuhan, tetapi dia merendahkan hati. Tentu hal ini kontras dengan manusia pada umumnya ; jangankan punya saudara kandung sebagai artis atas pejabat, hanya hubungan satu kampung saja pun orang sudah bangga dan menggembar-gemborkannya.
  2. Disini Yudas menekankan hubungan rohani daripada jasmani. Itu berarti orientasi Yudas adalah kepada Tuhan.  Dalam kehidupan sehari-hari dan pelayanan, meski kita terikat hubungan saudara secara jasmani tetapi  terikat dalam hubungan rohani adalah mutlak, sebab hubungan secara rohani inilah yang memberi kekuatan, ketabahan dan kesabaran, ketika kita mungkin tanpa sengaja membuat saudara jasmani kita kecewa, tersinggung, dll.
  3. Ia menyadari sepenuhnya bahwa Ia milik Tuhan. Seorang hamba tidak berhak atas dirinya melainkan tuannya. Fokus hidup seorang hamba adalah melayani Tuannya, dan kemuliaan seorang hamba adalah menyenangkan hati tuannya. Demikianlah hakekat kita dihadapan Tuhan, bahwa hidup kita telah ditebus dan kita adalah milik-Nya yang menjadi hamba untuk pekerjaan kemuliaan-Nya.

Surat ini ditujukan “kepada mereka yang terpanggil, yang dikasihi dan dipelihara untukYesus Kristus”, yaitu pengikut-pengikut Kristus. Yudas mengingatkan supaya mereka waspada terhadap guru-guru palsu yang muncul ditengah-tengah mereka.  Hal ini mengatakan kepada kita adanya “keperdulian” dari Yudas kepada mereka, supaya pikiran mereka tidak disesatkan.  Pada zaman ini banyak hal yang digunakan iblis untuk menyesatkan manusia, baik itu melalui media, budaya, ajaran, dan lain-lain. Siapakah yang akan perduli hal ini? Bukankah kita hamba-hamba Kristus?

Ayat 2 pada bagian salam ini berisi doa dan harapan Yudas untuk pengikut Tuhan.  Memang sudah sepatutnya kita sebagai hamba-hamba Tuhan memiliki keperdulian kepada pengikut Kristus lainnya, dengan itu kita melakukan tindakan-tindakan yang menolong mereka tetap berdiri diatas kebenaran dan iman yang teguh.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: