Oleh: Bakti Rajawali Ministry | Mei 9, 2014

ORANG YANG BERDALIH TIDAK MENDAPAT BAGIAN (Rangkuman Kotbah Minggu, 04 Mei 14)

Nats : Lukas 14:15-24

Yesus menyampaikan perumpamaan tentang orang-orang yang berdalih ini untuk meresponi seorang tamu yang mengatakan “Berbahagialah orang yang akan di jamu dalam Kerajaan Allah”. Disini Yesus mau menyampaikan bahwa untuk mendapat bagian di perjamuan dalam Kerajaan Allah, haruslah meninggalkan keutamaan pada diri sendiri untuk melakukan kehendak Allah sebagai keutaamaan dalam hidup.

Menurut Kamus Pintar Bahasa Indonesia, “dalih” adalah alasan yang dipakai untuk membenarkan diri atau membenarkan suatu perbuatan, alasan yang dibuat-buat atau alasan yang dicari-cari. Orang yang berdalih adalah memberi alasan yang dicari-cari untuk membela atau membenarkan diri.Orang-orang yang berdalih tidak mendapat bagian dalam perjamuan Kerajaan Allah. Dalam perumpamaan ini digambarkan, kalau kita tidak bisa meninggalkan kepentingan kita pribadi untuk memenuhi panggilan Allah, maka kita tidak layak. Tuntutan yang lebih keras digambarkan pada ayat 25-36 dari Lukas pasal 14 yaitu untuk menjadi murid kita harus dapat melepaskan segalanya demi Kristus

Berdalih sebagai wujud ketidaksungguhanPerumpamaan orang-orang yang berdalih , pada ayat 17 dikatakan “menjelang perjamuan itu dimulai” lalu si hamba mengatakan kepada undangan “Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap”, artinya disini mereka sudah diundang sebelumnya yaitu sebelum hari perjamuan tiba. Sehingga seharusnya mereka sudah bisa mengatur waktu dan kegiatan supaya bisa hadir pada hari perjamuan itu. Padahal dalam konteks budaya saat itu memenuhi undangan adalah kehormatan. Disini tampak tidak ada niat yang sungguh-sungguh.

Berdalih sebagai wujud ketidakjujuranBerdasarkan defenisi berdalih tersebut diatas, maka dapat dikatakan bahwa berdalih merupakan wujud kebohongan atau ketidakjujuran. Memberi alasan yang tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya adalah kebohongan. Kebohongan atau ketidakjujuran itu ibarat bibit penyakit, yang kalau tidak segera dituntaskan akan berkembang. Semakin sering seseorang berbohong akhirnya akan menjadi kebiasaan dan ia akan merasa nyaman dengan kebohongan. yakitkan, tetapi dia akan berbuah kekudusan.

 Berdalih sebagai wujud ketidaktaatanKitab 1 Samuel 15 Tuhan memerintahkan Saul melalui Samuel agar pergi mengalahkan orang Amalek dan menumpuas semua penduduk dan ternak mereka, tetapi Saul dan rakyat itu tidak taat dengan menyelamatkan Agag dan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dan tambun. Saul berdalih kepada Samuel bahwa semua yang dibawa daripada orang Amalekakan dikorbankan kepada Tuhan. Maka Tuhan mengatakan melalui Samuel, “Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik daripada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik daripada lemak domba-domba jantan. Karena engkau telah menolak firman Tuhan, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja.”

Bukankah seringkali manusia berdalih untuk membenarkan ketidaktaatannya kepada Allah? Dalih tidak lahir begitu saja. Ia lahir sebagai wujud ketidaksungguhan, ketidakjujuran dan ketidaktaatan kepada Tuhan. Dan orang-orang yang berdalih tidak mendapat bagian dalam perjamuan Kerajaan Allah.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: