Oleh: Bakti Rajawali Ministry | Mei 12, 2014

DIPULIHKAN DARI PENDERITAAN (Rangkuman Kotbah Minggu, 11 Mei 2014)

Nats: Maz. 107:1-32

Melalui nats ini pemazmur mengatakan kepada kita bahwa Tuhan menjawab seruan orang-orang yang ada dalam pergumulan/penderitaan. Dan dengan itu mereka tahu untuk mengucap syukur kepada Tuhan.

Pemazmur melukiskan 4 macam penderitaan yang termasuk extrim dengan alasan yang melatarbelakanginya.

1. TERSESAT (4-5)

Di ibaratkan orang yang ada di padang gurun, tersesat dan tidak menemukan jalan ke kota yang melambangkan kehidupan. Tidak ada sesuatu yang dapat diharap untuk mereka tetap hidup. Sebuah situasi tanpa harapan (hopeless). Mereka lapar dan haus, jiwa mereka lemah lesu di dalam diri mereka. Mungkin kita tidak ada di dipadang gurun yang sebenarnya, tetapi situasi yang digambarkannya, mungkin sedang ada atau pernah kita alami yaitu situasi yang tanpa harapan (hopeless).

2. TERPENJARA DALAM KESENGSARAAN (10-12)

Terjemahan BIS ayat 10 menulis “ada orang yang meringkuk dalam kegelapan, orang tahanan yang menderita dalam belenggu besi” Disini digambarkan orang-orang yang terpenjara dengan penjara khusus. Kata yang digunakan untuk “dalam kegelapan” adalah “choshek” yaitu “darkness” atau “secret place”. Sedangkan untuk “kelam” digunakan “tsalmeveth” artinya “death shadow”. Jadi orang-orang yang dimaksud disini adalah orang-orang yang sangat menderita karena mereka terpenjara di tempat rahasia yang gelap dan dalam bayangan kematian. Keadaan itu diizinkan Tuhan karena pemberontakan mereka kepada perintah-perintah Tuhan. Demikianlah digambarkan orang-orang yang memberontak terhadapa perintah Tuhan.

3. MENDERITA SAKIT KARENA KELAKUAN YANG BERDOSA (17-18)

Interlinier menyebut orang-orang yang sakit itu sebagai “(be) foolish” yaitu orang-orang yang menjadi bodoh, dengan keterangan tambahan “karena menghina hikmat”. Orang-orang yang dimaksud adalah mereka memiliki perilaku yang menyimpang dari apa yang patut, karena mereka menghina (menolak) hikmat maka mereka melakukan tindakan-tindakan yang membuat mereka menderita.

4. MENDERITA KARENA AMBISI DAN KESERAKAHAN

Orang-orang ini melihat pekerjaan dan perbuatan Tuhan di tempat yang dalam. Mereka bukan saja mengambil hasil laut untuk dibawah ke darat dan diperdagangkan, tetapi mereka juga mengadakan perdagangan dilautan yang luas. Kalimat “perdagangan dilautan yang luas” ini menjadi penting karena hal itu sesuatu yang tidak lumrah. Maka ada beberapa kemungkinan, 1) Mereka menjadi serakah dan melakukan perdangan dengan tidak jujur, 2) Mereka dipenuhi ambisi sehingga hidup mereka hanya untuk berdagang mengumpulkan kekayaan sehingga mereka melupakan Tuhan. Sebab pasti ada alasan mengapa Tuhan “murka” atas mereka seperti yang dinyatakan di 25-27. Karena murka Tuhan mereka menjadi sangat menderita.

Dimana kebaikan Tuhan dalam hal ini? Ketika Tuhan menolong mereka dalam situasi penderitaan yang berat. Dalam keadaan tanpa harapan, penderitaan karena pemberontakan, sakit penyakit oleh karena perilaku yang berdosa dan karena ambisi dan keserakahan. Meskipun perilaku mereka yang memberontak/menentang dan menghina hikmat Tuhan, tetapi ketika mereka bertobat dan berseru kepada Tuhan, Tuhan menolong mereka dan memulihkan keadaan mereka.

Mari kita bercermin kepada empat hal diatas. Bagaimana kehidupan kita sesungguhnya selama ini. Jika kita ada seperti yang dimaksud oleh firman Tuhan maka bertobatlah dan berseru kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh supaya Tuhan memulihkan keadaanmu. Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Sekalipun dosa merah seperti kermiji akan putih seperti salju ketika engkau menerima pengampunan dari Tuhan. Seperti apa pun keadaanmu, seperti apapun penderitaanmu berserulah kepada Tuhan, supaya Dia memulihkan keadaanmu.

Ada empat tahap penting yang perlu kita renungkan juga dalam nats ini adalah : Menderita – Berseru – Tuhan Menolong – Yang ditolong bersyukur.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: