Oleh: Bakti Rajawali Ministry | Juni 6, 2014

MULUT DAN BAHASA ROH

Istilah “Pentakosta” adalah dari asal kata bahasa Yunani, yaitu “pentekoste” yang artinya hari yang kelima puluh. Karena itu pelaksanaan hari raya Pentakosta yang dirayakan oleh gereja pada masa ini adalah dihitung 50 hari sejak hari raya Paskah, yang bertepatan dengan hari pencurahan Roh Kudus seperti yang dialami oleh murid-murid Tuhan diawal

Hari Pentakosta mengandung beberapa arti. Di Perjanjian Lama (PL) hari Pentakosta sebagai hari raya panen gandum, yang mengingatkan bahwa Allah telah memberikan berkat yang berlimpah kepada umatNya sebagai bukti bahwa Tuhan memelihara umat-Nya. Juga adalah hari yang dirayakan untuk memperingati peristiwa turunnya Taurat yang diwahyukan oleh Allah kepada Musa di gunung Sinai. Sedangkan di PB, hari Pentakosta adalah hari dicurahkannya Roh Kudus.

Salah satu karunia Roh Kudus yang diberikan kepada pengikut Tuhan adalah barbahasa roh. Oleh sebagian teolog dikatakan bahwa bahasa di KPR 2 adalah bahasa lidah bukan bahasa roh, yaitu bahasa manusia yang dimengerti oleh bangsa pemilik bahasa itu, oleh kuasa Roh mereka diberi kemampuan untuk mengucapkannya. Sedangkan di Korintus dikatakan karunia bahasa itu adalah bahasa yang tidak dimengerti oleh manusia. Inilah yang disebut bahasa Roh.

Lepas dari pendapat bahwa bahasa di KPR 2 dapat disebut juga sebagai bahasa roh atau tidak, yang pasti bahasa yang diberikan Roh itu keluar dari mulut orang percaya untuk menyatakan kemuliaan Tuhan. Semua karunia yang diberikan kepada orang percaya bertujuan untuk membawa umat memiliki pengenalan dan persekutuan yang semakin intim dengan Tuhan. Milikilah karunia-karunia Tuhan, dan muliakanlah Tuhan dengan segala apa yang kita peroleh dari-Nya.

Dengan Roh Kudus kita akan menjaga hidup yang kudus dan berkenan kepada Tuhan. Jangan sampai sikap dan perilaku kita kontradiksi dengan keinginan Roh itu. Bila mulut kita dipakai untuk memuliakan Tuhan jangan pula kita gunakan untuk memperkatakan perkataan kotor dan tercela supaya karunia bahasa roh tidak menjadi batu sandungan dan cela bagi pekerjaan Tuhan. (LH-Juni 14)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: