Oleh: Bakti Rajawali Ministry | Juni 13, 2014

Tetap Bersukacita (Rangkuman Kotbah Minggu, 08 Juni 2014, GPI Trans Marina)

Nats : Amsal 17:22

Oleh: Lamron Sagala (GPI Malaysia)

Meski para dokter memiliki obat medis, tetapi mereka juga meyakini bahwa hati yang bergembira akan lebih cepat memulihkan keadaan orang yang sakit. Dan itu sesuai dengan penelitian. Jauh sebelum medis berkembang, firman Tuhan sudah mengatakan bahwa hati yang gembira adalah obat tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang. Saudara bisa menguji  hidup saudara apakah saudara seperti ranting yang rapuh atau sebaliknya seperti kayu yang kuat untuk menopang sebuah bangunan.

Bagaimana kita beribadah untuk menyenangkan hati Tuhan bila kita tidak bersuka-cita? Ketika seorang suami letih dari pekerjaan, apakah tetap membawa sukacita sampai ke rumah? Ketika ibu-ibu begitu sibuk dengan pekerjaan di rumah, mengurus anak-anak dan lain-lain, apakah masih tetap bersukacita? Dalam segala keadaan kita perlu menjaga hati supaya tidak hilang kontrol dan menjadi emosional, marah-marah. Bila tidak bisa menjaga hati  bisa berdampak buruk ke mana mana.

Bagitu pun dalam hal keuangan. Mungkin ada saat-saat dimana keuangan menipis bahkan mengalami kesulitan, ibu-ibu harus tetap sayang kepada suami-suami. Jangan seperti orang yang tidak mengenal Tuhan, ketika ada uang abang disayang, tidak ada uang abang melayang, tetapi harus berprinsip : ada uang abang disayang, tak ada uang tetap disayang.

Beban kehidupan memang bisa membuat orang kehilangan sukacita. Seorang anak hendaklah membahagiakan orang tua, sebab orang tua adalah wakil Tuhan di dunia ini. Dan orang tua hendaklah mengasihi anak-anak dan jangan menimbulkan  kepahitan di hati anak-anak supaya dengan itu sukacita tetap ada di tengah-tengah keluarga.  Orang percaya harus berbeda dengan orang dunia. Dalam segala tantangan yang kita hadapi , kita meresponi persoalan dengan iman kepada pertolongan Tuhan.

Segala hal butuh kesungguhan untuk  keberhasilan. Pelayanan tidak mungkin berkembang kalau tidak sungguh-sungguh di dalam Tuhan.  Kesungguhan kita akan tampak dalam kita bersikap, dan sukacita yang tetap memancar adalah satu bukti kita sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan dan orang dunia akan melihat kehidupan kita.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: