Oleh: Bakti Rajawali Ministry | Juli 4, 2014

BERSATU HATI MENCARI TUHAN (Rangkuman Kotbah – 29 Juni 2014 – GPI Sidang Trans Marina))

2 Taw. 20:3-4 “Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa. Dan Yehuda berkumpul untuk meminta pertolongan dari pada TUHAN. Mereka datang dari semua kota di Yehuda untuk mencari TUHAN.”

1. Yosafat Mencari Tuhan

Yosafat adalah raja Yehuda yang mengikuti jejak iman kakek moyangnya yaitu Daud. Kata “mencari” bukan berarti bahwa Ia tidak memiliki persekutuan dengan Tuhan selama ini, namun yang dimaksud adalah dia mengadukan persoalannya kepada Tuhan. Selama kita masih ada di dalam dunia ini, tidak ada seorang pun yang menjamin bahwa kita tidak akan menghadapi masalah atau tantangan hidup, meskipun kita adalah orang percaya. Dan rasa kwatir dan takut bisa saja menyelimuti hati kita. Bila itu terjadi maka tindakan pertama dan terpenting adalah “carilah Tuhan”.

2. Yehuda Bersatu Hati

Yosafat sebagai raja, menyerukan kepada bangsa itu sapaya berkumpul meminta pertolongan Tuhan dan semua orang Yehuda datang dari semua kota. Pelajaran penting disini adalah mereka bersatu hati. Orang-orang Yehuda mengikuti pemimpin mereka yang menyerukan untuk berkumpul dan berpuasa meminta pertolongan kepada Tuhan.

Kesatuan hati tidak boleh dianggap remeh. Kerjasama yang baik dan sinergi antara masyarakat/jemaat dan pemimpin memiliki dampak yang besar dalam segala pekerjaan yang dipercayakan Tuhan. Visi dan Misi pemimpin akan bisa berjalan dengan baik bila seluruh masyarakat/jemaat meresponi dan bersatu hati untuk mewujudkannya. Pemimpin tidak bisa berjalan sendiri. Dia membutuhkan peran serta setiap elemen masyarakat/jemaat.

Di teks berikutnya di Tawarikh 20 ini dikisahkan kemenangan yang dialami oleh bangsa Yehuda bahkan ketika mereka belum memulai peperangan. Tuhan membuat penghadangan terhadap bani Amon dan Moab, dan orang-orang dari pegunungan Seir, yang hendak menyerang Yehuda. Setelah bani Amon dan Moab memusnahkan penduduk pegunungan Seir, mereka sendiri yang justru saling bunuh-membunuh.

Saya pernah mengalami seperti yang dialami oleh Yehuda ini, dimana ketika beberapa preman yang sering menganggu usaha penyewa-penyewa di tempat saya, yang tentu saja secara tidak langsung mengganggu usaha. Saya mengalami bagaimana Tuhan membela saya, ketika oleh karena berbagai kasus preman-preman itu ditangkap polisi dan bagaimana yang lain saling hantam-menghantam, dan saya hanya sebagai penonton, sampai kemudian suatu masa semua preman di seluruh Indonesia ditangkapi oleh aparat.

Tentu tidak harus sama pengalaman itu. Ada banyak cara Tuhan membela umat-umat yang berseru kepada-Nya. Maka tetaplah mencari Tuhan dan peliharalah kesatuan iman. (LH)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: