Oleh: Bakti Rajawali Ministry | Agustus 9, 2014

SIAP, RELA DAN BERDAMPAK (Rangkuman Kotbah Minggu, 03-08-2014 – GPI Trans marina)

Nats: Hakim-hakim 5:1-2

Meskipun dalam tradisi Yahudi posisi perempuan dan perannya tidak mendapat hitungan secara personal, tetapi Tuhan juga menggunakan perempuan untuk menjalankan misinya atas bangsa Israel dan dunia ini. Selain Hawa, Naomi, Ester dan perempuan lainnya, Tuhan juga membangkitkan seorang hakim perempuan di masa hakim-hakim yaitu Debora untuk memimpin bangsa Israel melawan musuh-musuh mereka dan menjadi hakim ditengah bangsa itu.
Dua ayat diatas adalah bagian dari nyanyian kemenangan oleh Debora dan Barak. Mereka bernyanyi setelah mereka mengalami kemenangan oleh karena pertolongan Tuhan yang dikisahkan pada ayat sebelumnya.
Beberapa hal yang menjadi pembelajaran bagi kita dari 2 ayat dan dari latarbelakang di pasal 4:

1. Tuhan tidak membatasi gender (Jenis Kelamin) untuk menjalankan misi-Nya. Dia bisa menggunakan baik laki-laki atau perempuan, sekalipun fungsi keimaman harus tetap pada laki-laki. Persoalan zaman sekarang yang terjadi adalah laki-laki (suami-suami) justru tidak menjalankan fungsi sebagai imam tetapi cenderung sebagai “raja”. Dia menyuruh dan menghantar istri dan anak-anaknya ke gereja tetapi dia sendiri tidak ke geraja. Dia membiarkan istri pergi ke persekutuan-persekutuan doa sedang dia sendiri sibuk di warung atau menonton di rumah. Ini sungguh memprihatinkan.

2. Bagian lirik nyanyian Debora mengatakan “karena pahlawan-pahlawan Israel siap berperang”. Tentu Deboran dan Barak dalam hal ini tidak sedang mengesampingkan peran Tuhan dalam kemenangan mereka, tetapi lewat kesiapan pahlawan-pahlawan itu Tuhan memberi kemenangan kepada mereka. Baik dalam dunia pelayanan rohani maupun dalam dunia sekuler, kesiapan seseorang untuk menghadapi atau mengerjakan sesuatu, akan mempengaruhi hasil yang dicapai. Kata “Siap” yang dimaksud bukan hanya tentang kesiapan mental tetapi juga skill (keahlian). Untuk itu perlu membekali diri dengan terus belajar, berlatih dan berdoa. Jangan hanya berdoa tanpa melakukan apa-apa. Doa harus diikuti dengan tindakan dan tindakan disertai doa. Ada banyak berkat Tuhan menanti kita, tetapi yang menjadi pertanyaan bagi kita adalah apakah kita siap untuk meraihnya?

3. Pada ayat itu juga dikatakan “karena bangsa itu menawarkan dirinya dengan sukarela”. Saudara, betapa luar biasa kuasa dari “kerelaan”. Orang yang melakukan sesuatu dengan sukarela akan jauh lebih maksimal dan berdampak daripada bila seorang melakukan sesuatu karena didorong-dorong atau ditarik-tarik, karena orang yang didorong-dorong atau ditarik-tarik mengesankan keadaan yang terpaksa. Ketidakrelaan seringkali terjadi karena kurangnya kesadaraan akan dirinya dan tanggungjawabnya. Bisa juga karena kedegilan hatinya yang tidak mau menerima ajaran. Bukankah demikian yang banyak terjadi dalam kehidupan banyak orang zaman ini? Mereka acuh tak acuh dan tidak melakukan apa-apa di dalam pelayanan. Jangankan untuk menjadi alat bagi Tuhan sedangkan untuk beribadah rutin saja banyak yang bermalas-malasan. Karena itu mereka tidak bertumbuh apalagi berdampak. Maka sadarilah akan hidupmu dan tanggungjawabmu, supaya karena kerelaan itu engkau bertindak dan berdampak, dan kemualiaan Tuhan nyata atas dirimu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: