Oleh: Bakti Rajawali Ministry | September 3, 2014

FORMASI UNTUK MENGUASAI KOTA YERIKHO (Rangkuman Kotbah Minggu, 31-08-14 – GPI Sisang Trans Marina)

Nats: Yos 6:1-5

Kisah jatuhnya kota Yerikho ke tangan orang Israel tidak terlepas dari kerja sama yang baik diantara elemen yang ada di bangsa itu. Walaupun sangat mudah bagi Allah untuk meluluh lantakkan kota Yerikho tanpa orang Israel berbuat apa-apa tapi hal itu tidak dilakukan oleh Allah. Allah menghendaki mereka memiliki andil dengan bertindak sebagai bukti kepercayaan mereka kepada perintah Tuhan.

Allah memerintahkan mereka untuk mengedari kota itu sebanyak tujuh hari dimana hari pertama sampai ke enam mereka mengitari hanya 1 kali dan hari ketujuh 7 kali mereka harus mengitari kota itu. Mereka juga diperintahkan oleh Allah membawa serta Tabut Perjanjian, membunyikan sangkakala dan bersorak dengan nyaring. Meski secara logika tidak mungkin hal itu akan dapat meruntuhkan tembok Yerikho, tetapi mereka percaya kepada Tuhan dan taat.

Adapun elemen yang dipakai oleh Tuhan menurut yang tertulis di kitab Yosua 6 adalah : Prajurit, Imam-imam dan seluruh bangsa (umat). Keterlibatan semua elemen untuk meruntuhkan tembok Yeriko dalam konteks jaman ini dapat menggambarkan kerjasama dan keterlibatan semua elemen yang ada di gereja Tuhan. Kota harus dimenangkan dan tembok iblis harus dihancurkan. Tuhan mau memakai semua elemen dan talenta yang ada untuk mendukung misi Allah. Tembok Yerikho tidak akan hancur bila hanya prajurit dan atau imam-imam saya yang mengitari kota itu sedangkan seluruh umat hanya sebagai penonton. Pun tidak akan hancur bila hanya umat saja tanpa imam dan prajurit.

Lebih jelas formasi yang diperintahkan Yosua sesuai dengan petunjuk Allah untuk mengitari kota Yeriko adalah orang bersenjata (prajurit), kemudian di ikuti oleh imam-imam yang membawa sangkakala, lalu dibelakangnya ada tabut perjanjian (juga dibawa oleh imam –ayat 12), dan yang terakhir adalah barisan penutup (Ayat 6-9). Formasi ini sangat cocok dengan model pelayanan baik di dalam pengembangan gereja/pelayanan yang sudah ada, maupun dalam penginjilan untuk menjangkau jiwa-jiwa baru bagi Tuhan. Orang bersenjata adalah para penginjil/pekerja-pekerja perintis yang dipersiapkan, imam-imam adalah hamba-hamba Tuhan yang dipercaya menggembalakan dan menyuarakan suara kenabian, Tabut adalah gambaran Yesus yang diberitakan sekaligus menjadi lambang kehadiran dan penyertaan Allah, sedangkan yang terakhir adalah barisan penutup mengacu pada jemaat yang menerima pengajaran firman dan sekaligus menjadi penopang berlangsungnya pelayanan dengan tenaga, doa dan dana.

Melalui kerjasama yang baik dan saling mendukung diantara semua elemen yang ada di tengah-tengah gereja Tuhan, sesuai dengan panggilan dan talenta masing-masing elemen/orang,   pekerjaan-pekerjaan yang besar akan dapat dilakukan. Ketika yang dibawa adalah misinya Tuhan dan oleh karena kehadiran Tuhan yang dilambangkan sebagai Tabut Perjanjian akan selalu menyertai, maka pekerjaan yang dasyat akan terjadi seperti runtuhnya tembok Yeriko dan kota itu dikuasai.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: