Oleh: Bakti Rajawali Ministry | September 7, 2014

KEUTAMAAN KRISTUS (Rangkuman Kotbah Minggu, 07-09-2014 – GPI Sidang Trans Marina)

Nats : Yohanes 1:35-42

Sebutan Anak Domba Allah (ay 36) yang digunakan oleh Yohanes Pembabtis untuk memperkenal Yesus kepada murid-muridnya dan mungkin orang lain yang bersama dengan dia, merujuk kepada pengertian hukum Musa mengenai “anak domba” yang disembelih sebagai korban penebus salah/dosa. Dalam konteks dekat di ayat-ayat sebelumnya berhubungan juga dengan sebutan “Mesias”. Kedua murid, khususnya Andreas jelas mengerti arti sebutan “Anak Domba Allah” dan juga “Mesias” (merujuk kepada ayat sesudahnya). Meskipun Yesus baru akan memulai tugasnya dan belum segera akan dikorbankan, tetapi bagi Yohanes bahwa Yesus adalah Mesias adalah sudah meyakinkan karena Allah telah mengatakannya. Lebih lagi bagi kita zaman ini, ketika seluruh isi Alkitab bermuara kepada Kristus dan PekerjaanNya, maka kita tidak ada keraguan lagi bahwa Yesus adalah Mesias.

Ketika murid Yohanes mengikuti Yesus (ay 37), dia tidak berusaha melarang apalagi menjadi kecewa. Dia tidak takut kehilangan murid (abdi) sebab baginya Yesus yang utama. Yesus yang utama bukan Pendeta/Majelis/Penatua. Setiap orang pada akhirnya harus dibawa dan menjadi murid Kristus. Bagi Yohanes, Yesus harus semakin besar dan Ia harus semakin kecil (Yoh.3:30).

Dari ayat 38, ada satu pertanyaan penting untuk kita yang mengikut Yesus untuk direnungkan dan dijawab yaitu “Apa yang kamu cari?” Ketika seseorang datang ke gereja, KKR atau persekutuan, apa yang mereka cari? Apakah mencari mujizat atau berkat semata? Apakah ke gereja mencari orang yang kaya yang diharapkan bisa selalu menolong? Apakah mencari seorang manager perusahaan yang diharapkan bisa memberikan pekerjaan? Bila semua itu yang menjadi tujuan, besar kemungkin mereka akan kecewa dan tidak akan menjadi jemaat yang sungguh-sungguh. Carilah Tuhan dan temukanlah kebenaranNya, yang lain akan ditambahkan kepada kita.

Ketika kedua murid Yohanes itu mengikut Yesus lalu menanyakan dimana Ia tinggal dan akhir mereka tinggal bersama-sama dengan Tuhan (ay 39), pastilah karena mereka ingin lebih mengenal Yesus. Maka dari ayat ini dapat kita buat sebuah statement yaitu “To know more about Jesus is to stay with Him” (untuk lebih mengenal Yesus adalah dengan tinggal bersama dengan Dia). Bagaimana kita tetap tinggal di dalam Dia? Yaitu dengan persekutuan ibadah, doa, membaca dan merenungkan firman dan belajar melakukan firman-Nya.

Selanjutnya di ayat 41, dari Andreas kita belajar yaitu bagaimana kita sebagai murid Tuhan perlu terbeban untuk membawa (memberitakan) Kristus kepada orang lain dan membawa orang lain kepada Kristus, supaya semakin banyak orang diselamatkan. Itu adalah tugas orang percaya yang ditegaskan oleh Yesus dalam Amanat Agung-Nya (Mat 28:19-20).

Di ayat 42, Simon dinamai oleh Yesus sebagai Kefas yang artinya Petrus (batu karang). Pemberian nama ini mengisyaratkan bahwa Yesus meletakkan landasan gereja-Nya diatas Petrus (Mat. 16:18). Petruslah yang kemudian memimpin jemaat mula-mula setelah kenaikan Yesus. Yang menarik kalau kita lihat dari sisi Andreas, bahwa tidak masalah Petrus menjadi pemimpin rasul-rasul (dimana Andreas termasuk di dalamnya) dan jemaat mula-mula, meskipun Andreaslah sebagai murid pertama bahkan yang “menginjili” Petrus. Baginya yang terpenting adalah membawa Simon kepada Yesus, entah sebagai alat yang bagaimana Petrus dipakai oleh Tuhan, hal itu terserah pada Tuhan. Mari kita belajar prinsip ini.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: