Oleh: Bakti Rajawali Ministry | Desember 3, 2014

Kemuliaan Tuhan dalam Sepiring Nasi

Maz. 19:2 “Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya”

Tuhan, selain berbicara atau menyatakan diri lewat firman Tuhan, dia juga menyatakan kemuliaan-Nya lewat ciptaan-Nya. Di awal peradaban dunia sebelum manusia diciptakan oleh Tuhan, Tuhan sudah terlebih dahalu menciptakan alam semesta. Kepada nabi-nabi, Tuhan telah berfiman dan mereka mendengar suara-Nya. Tuhan juga berfirman lewat pengilhaman kepada nabi dan rasul yang menuliskan kitab-kitab yang ada ditangan kita saat ini, dan Dia sendiri yang adalah Firman telah menyatakan diri dalam wujud manusia untuk menyatakan Allah bagi manusia yaitu Yesus Kristus.

Apa yang kita baca dari ayat diatas adalah penyataan Tuhan lewat alam semesta. Bila merujuk kepada ilmu pengetahuan, Matahari, bulan, bumi, dan planet lainnya secara terus menerus berputar dan tetap pada porosnya dengan kecapatan tinggi. Bila seorang pemain bola handal begitu mahir menendang bola ke gawang dengan akurasi yang tinggi dan dapat memutar bola di ujung jarinya, namun sehebat-hebat seorang Messie dia pasti juga sesekali melakukan kesalahan sehingga tendangannya tidak tepat sasaran. Kemampuan jarinya juga tidak bisa memutar bola di ujung jarinya untuk waktu yang lama dan juga tidak selalu berhasil melakukannya. Bila Tuhan sekali saja melakukan kesalahan yang mengakibatkan Matahari keluar dari porosnya maka alam semesta ini tentu sudah kacau balau, dan kehidupan seperti yang kita hidupi sekarang tidak akan ada. Maka layaklah kita bersyukur dan memuliakan Tuhan sebab tanpa kuasa-Nya, Matahari dan planet lainnya tidak akan tetap berputar pada porosnya.

Matahari diciptakan Tuhan dengan cahaya dan cahaya itu ada bukan tanpa tujuan melainkan berfungsi untuk menyinari alam semesta. dan semuah mahkluk hidup di bumi menerima manfaatnya. Tanpa cahaya Matahari maka tidak ada kehidupan di bumi. Tumbuh-tumbuhan yang menjadi sumber makanan bagi manusia dan hewan tidak akan tumbuh. Pernah kita merenungkan bahwa baik padi, ubi, ikan, daging dan sayur-sayuran yang sehari-hari kita makan, semua itu ada karena kuasa Tuhan? Tanpa kuasa Tuhan maka tumbuh-tumbahan tidak akan tumbuh dan hewan tidak akan hidup walau sehebat apa pun kita mengupayakannya. Maka dengan menyadari ini, layaklah kita mengucap syukur kepada Tuhan atas makanan yang kita santap setiap hari. Secara sederhana kita lihat bahwa di dalam sepiring nasi kemuliaan Tuhan nyata yang menjadikannya ada untuk memelihara kita.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: