Oleh: Bakti Rajawali Ministry | Desember 20, 2014

JAWABAN DARI ABBA

Nats : Matius 7:7-11

Meminta sesuatu kepada Tuhan sewajarnya adalah sesuatu yang kita butuhkan/perlukan dalam kehidupan. Meminta berarti kita sadar apa dan untuk apa yang kita minta tersebut. Dalam konteks kita sebagai anak Allah maka segala yang kita minta haruslah bermuara pada kehendak Tuhan, dimana semua yang kita minta akan menyatakan kemualiaan Tuhan. Dengan demikian kita tahu apa saja yang akan kita Imani dan nantikan sebagai jawaban dari Tuhan. Namun meminta dan berharap kepada Tuhan bukan berarti kita berpangku tangan tanpa usaha-usaha maksimal. Kita perlu mengambil tindakan supaya dengan jalan itu Tuhan menyatakan pertolongan-Nya atas kita, oleh karena itu dalam bagian ayat itu dikatakan “carilah”. Mencari berarti ada upaya/usaha, ada pembelajaran, ada inovasi, dll. Sedangkan “mengetok” adalah sikap “nuon” (permisi) sebagai gambaran kerendahan hati.

Kalimat “setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan” pada ayat ke 8 adalah sebagai bentuk jaminan atau garansi. Namun hal itu harus dipahami dalam konteks meminta seturut kehendak Allah, sebab Tuhan tidak akan memberi JAMINAN bila hal itu bertentangan dengan kehendak-Nya.

Untuk menepis keraguan atas doa yang dipanjatkan kepada Tuhan, Tuhan membuat gambaran yang bersifat relasi atau hubungan antara bapa dengan anak. Bagaimana seorang ayah mengasihi anak-anaknya dan memikirkan yang terbaik buat anak-anaknya maka demikian bahkan lebih lagi kasih Tuhan atas kita anak-anak-Nya. Kita adalah anak-anak Tuhan oleh iman kita kepada Kristus Yesus. Yohannes 1:12, mengatakan ”Tetapi semua orang yang menerima-Nya (Yesus) diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.”

Dengan posisi kita sebagai anak, kita memperoleh kesempatan untuk bergaul karib dan begitu dekat dengan Allah. Ini sungguh luar biasa. Dalam beberapa kesempatan Yesus Kristus menyebut Allah sebagai Abba. Abba dalam bahasa Aramic artinya deddy (B. Inggris) ayah (B.Indonesia) bukan hanya sekedar bapa. Bapa belum tentu ayah tetapi ayah sudah pasti bapa. Abba atau Ayah menunjukkan garis keturunan. Abba menunjukkan dari mana seseorang berasal. Galatia 4:6,”Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: “ya Abba, ya Bapa!”(Band Roma 8:15) Karena kita telah menyatu dengan Kristus dan telah mendapat bagian dari identitas ke-anak-anNya, maka kita juga berhak memanggil-Nya Abba.

Setiap orang sewajarnya bangga menjadi bapa (Abba) yang baik (Proud to be a good father). Seorang abba yang baik pasti memikirkan dan mengusahakan yang terbaik bagi anak-anaknya. Dan kebaikan Tuhan sebagai Abba kita lebih daripada kebaikan bapa kandung kita secara jasmani (ayat 11). Demikian pula seharusnya menjadi suami, isteri dan anak-anak dalam keluarga. Seorang suami yang baik pasti memikirkan dan mengusahakan yang terbaik buat isteri dan anak-anaknya. Seorang isteri yang baik pasti akan memikirkan dan mengusahakan yang terbaik buat suami dan anak-anaknya, dan seorang anak yang baik pasti akan memikirkan dan mengusahakan yang terbaik buat bapa, ibu dan saudara-saudaranya.

Ketika Yesus berdoa, Dia selalu mengarahkan doanya kepada Bapa. Dia menyebut Allah dalam doa-Nya sebagai Abba. Dan saat Dia mengajarkan murid-murid dalam hal berdoa dan meminta kepada Allah, Dia mengajarkan para murid untuk meminta kepada Bapa. Ini menjadi suatu pelajaran bagi kita bahwa apabila kita berdoa dan meminta kepada Allah dalam doa kita, hal yang sangat perlu kita sadari bahwa kita sedang berdoa atau meminta kepada Bapa kita. Bapa atau Abba yang mengasihi kita, yang perduli dan yang bangga memberi yang terbaik bagi anak-anak-Nya seturut kehendak-Nya, maka setiap orang yang meminta akan menerima dan setiap orang yang mencari akan mendapat dan setiap orang yang mengetok akan dibukakan pintu baginya. (LH)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: