Oleh: Bakti Rajawali Ministry | Januari 18, 2015

KEMULIAAN TUHAN DINYATAKAN LEWAT CIPTAAN

Nats : Maz. 19:1-5b

Tuhan, selain berbicara atau menyatakan diri lewat firman Tuhan, dia juga menyatakan kemuliaan-Nya lewat ciptaan-Nya. Apa yang kita baca dari ayat diatas adalah penyataan Tuhan lewat alam semesta. Bila merujuk kepada ilmu pengetahuan, Matahari, bulan, bumi, dan planet lainnya secara terus menerus berputar dan tetap pada porosnya dengan kecapatan tinggi.

Seorang pemain bola handal begitu mahir menendang bola ke gawang dan dapat memutar bola di ujung jarinya, namun pasti juga sesekali melakukan kesalahan sehingga tendangannya tidak tepat sasaran. Kemampuan jarinya juga tidak bisa memutar bola di ujung jarinya untuk waktu yang lama dan juga tidak selalu berhasil melakukannya. Namun Tuhan tidak sekalipun melakukan kesalahan yang mengakibatkan Matahari keluar dari porosnya dan menimbulkan kekacauan dan kehancuran alam semesta.   Maka layaklah kita bersyukur dan memuliakan Tuhan sebab tanpa kuasa-Nya, Matahari dan planet lainnya tidak akan tetap berputar pada porosnya.

Matahari diciptakan Tuhan dengan cahaya dan cahaya itu ada bukan tanpa tujuan melainkan berfungsi untuk menyinari alam semesta. dan semuah mahkluk hidup di bumi menerima manfaatnya. Tanpa cahaya Matahari maka tidak ada kehidupan di bumi. Tumbuh-tumbuhan yang menjadi sumber makanan bagi manusia dan hewan tidak akan tumbuh. Pernah kita merenungkan bahwa baik padi, ubi, ikan, daging dan sayur-sayuran yang sehari-hari kita makan, semua itu ada karena kuasa Tuhan? Tanpa kuasa Tuhan maka tumbuh-tumbahan tidak akan tumbuh dan hewan tidak akan hidup walau sehebat apa pun kita mengupayakannya. Maka dengan menyadari ini, layaklah kita mengucap syukur kepada Tuhan atas makanan yang kita santap setiap hari. Secara sederhana kita lihat bahwa di dalam sepiring nasi kemuliaan Tuhan nyata yang menjadikannya ada untuk memelihara kita.

Ayat 3 mengatakan “Hari meneruskan berita itu kepada hari dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam” Segala sesuatu yang diciptakan Tuhan dan bagaimana alam dan kehidupan itu berlangsung menjadi sebuah cerita atau kisah. Apa yang terjadi sebelum hari dimana kita ada, disitu terdapat kisah-kisah yang sudah kita lewati; ada kuasa Tuhan dinyatakan dan pemeliharaan Tuhan sehingga kita bisa hidup hingga saat ini. Jadi seperti apa adanya kita hari ini tidak berdiri sendiri mewakili satu hari kehidupan kita melainkan mewakili puluhan tahun usia kita sejak kita lahir.

Dikatakan “Hari menceritakan kepada hari”. Hari kemarin menjadi cerita di hari ini, hari ini akan menjadi cerita di hari besok dan hari besok menjadi cerita di hari kemudian. Oleh karena itu, syair yang kita baca mengandung makna bahwa existensi alam semesta yang ada hari ini dan segala keadaan kita hari ini merupakan kelanjutan kisah penyataan kemuliaan Tuhan sejak penciptaan. Kita ada hari ini karena Tuhan sudah menyatakan kemuliaan-Nya atas kita dihari kemarin. Berkat Tuhan selalu baru tiap hari itulah nafas hidup dan pemeliharaan Tuhan dari sehari ke sehari. Oleh karena itulah kita patut selalu mengucap syukur kepada Tuhan.

Selanjutnya dikatakan “dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam” Mengapa harus malam? Karena malam menjadi momen/waktu bagi kita untuk merenungkan kehidupan yang kita lakoni sepanjang hari. Sebelum kita tidur, mungkin kita akan merenungkan segala hal yang kita mulai di pagi hari sampai malam hari. Raja Daud mengatakan “Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkahlah, ya Tuhan, yang membiarkan aku diam dengan aman” (Maz 4:9). Kata “sebab hanya Engkaulah, ya Tuhan, yang membiarkan aku diam dengan aman” menjadi semacam konklusi dari perenungannya sebelum dia tidur.

Dari perenungan, kita akan mendapatkan hikmat dan pengetahuan baru yang menjadi bekal kita supaya kita tahu apa yang harus kita perbaiki, tingkatkatkan atau tinggalkan pada esok hari. (LH)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: