Oleh: Bakti Rajawali Ministry | Januari 30, 2015

MENANTI DENGAN IMAN SEJATI

Wahyu 22:12

Salah satu janji Tuhan kepada umat-Nya adalah bahwa kelak Dia akan datang kembali untuk menjemput orang yang percaya kepada-Nya dan membawanya ke tempat yang disediakan oleh Tuhan yaitu Surga. Surga, dimana kehidupan yang kekal berlangsung menjadi dambaan orang-orang yang percaya. Setiap kita yang datang beribadah kepada Tuhan tentu didasari atas iman kita kepada Tuhan dan janji-Nya.

Tuhan akan datang segera, demikian firman Tuhan. Dan Dia pasti akan datang, walau waktu yang tepat tidak pernah disebutkan. Tetapi pasti Dia akan datang. Yang menjadi pertanyaan bagi umat Tuhan adalah “apa yang menjadi persiapan umat-umat Tuhan?’ Cukupkan dengan kata percaya seperti yang disampaikan diatas.

Yakobus mengatakan “iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati” (Yak. 2). Di bagian lain Alkitab juga dikatakan bahwa “iblis pun juga percaya” tetapi membangkang kepada Tuhan. Iblis tahu Yesus itu Tuhan dan ia pun percaya Tuhan itu berkuasa, namun dia sudah memilih tidak taat kepada firman Tuhan. Matius 7:21 pun berkata “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.”

Berangkat dari ayat-ayat diatas, maka berarti iman tidak bisa dilepaskan dari perbuatan. Namun apakah perbuatan menjadi dasar bagi Tuhan untuk menyelamatkan dan memberkati manusia? Rasul Paulus mengatakan tidak. Imanlah yang menyelamatkan bukan karena melakukan hukum Taurat dan bukan pula karena usaha kita. ( Roma 3:28, Ef.2:8-9)

Apakah kontradiktif? Kalau kita perhatikan sebenarnya Yakobus tidak mengatakan bahwa keselamatan atau pembenaran adalah oleh iman ditambah perbuatan, namun mengatakan bahwa seseorang yang sudah betul-betul dibenarkan melalui iman pasti akan menghasilkan perbuatan baik dalam hidupnya. Yakobus menekankan bahwa iman yang sejati kepada Kristus akan menghasilkan perubahan hidup dan perbuatan-perbuatan baik (Yakobus 2:20-26). Jika seseorang mengaku sebagai orang percaya, namun tidak menyatakan perbuatan baik dalam hidupnya, maka kemungkinan dia tidak memiliki iman yang sejati kepada Kristus (Yakobus 2:14,17,20,26).

Paulus mengatakan hal yang sama di banyak tulisannya. Buah-buah (perbuatan) yang baik yang seharusnya dimiliki oleh orang-orang percaya. (Galatia 5:22-23.) Segera sesudah memberitahukan bahwa kita diselamatkan melalui iman dan bukan oleh perbuatan (Efesus 2:8), Paulus memberitahu kita bahwa kita diciptakan untuk melakukan perbuatan baik (Efesus 2:10).

Sama seperti Yakobus, Paulus juga mengharapkan perubahan hidup. “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” (2 Korintus 5:17) Yakobus dan Paulus bukan berbeda pendapat dalam pengajaran mereka mengenai keselamatan. Mereka mendekati topik yang sama dari perspektif yang berbeda. Paulus menekankan bahwa pembenaran adalah hanya oleh iman, sementara Yakobus menekankan bahwa iman dalam Kristus menghasilkan perbuatan-perbuatan baik.

Maka dalam menanti kedatangan Tuhan, yang harus kita miliki adalah iman yang sejati kepada Tuhan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: