Oleh: Bakti Rajawali Ministry | Februari 20, 2015

Iman (by Paulus) dan Perbuatan (by Yakobus)

Yakobus mengatakan “iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati” (Yak. 2). Di bagian lain Alkitab juga dikatakan bahwa “iblis pun juga percaya” tetapi membangkang kepada Tuhan. Iblis tahu Yesus itu Tuhan dan ia pun percaya Tuhan itu berkuasa, namun dia sudah memilih membangkang kepada Tuhan. Matius 7:21 pun berkata “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.”

Berangkat dari ayat-ayat diatas, maka berarti iman tidak bisa dilepaskan dari perbuatan. Namun apakah perbuatan menjadi dasar bagi Tuhan untuk menyelamatkan dan memberkati manusia? Rasul Paulus mengatakan tidak. Imanlah yang menyelamatkan bukan karena melakukan hukum Taurat dan bukan pula karena usaha kita. ( Roma 3:28, Ef.2:8-9)

Apakah kontradiktif? Kalau kita perhatikan sebenarnya Yakobus tidak mengatakan bahwa keselamatan atau pembenaran adalah oleh iman ditambah perbuatan, namun mengatakan bahwa seseorang yang sudah betul-betul dibenarkan melalui iman pasti akan menghasilkan perbuatan baik dalam hidupnya. Yakobus menekankan bahwa iman yang sejati kepada Kristus akan menghasilkan perubahan hidup dan perbuatan-perbuatan baik (Yakobus 2:20-26). Jika seseorang mengaku sebagai orang percaya, namun tidak menyatakan perbuatan baik dalam hidupnya, maka kemungkinan dia tidak memiliki iman yang sejati kepada Kristus (Yakobus 2:14,17,20,26).

Paulus mengatakan hal yang sama di banyak tulisannya. Buah-buah (perbuatan) yang baik yang seharusnya dimiliki oleh orang-orang percaya. (Galatia 5:22-23.) Segera sesudah memberitahukan bahwa kita diselamatkan melalui iman dan bukan oleh perbuatan (Efesus 2:8), Paulus memberitahu kita bahwa kita diciptakan untuk melakukan perbuatan baik (Efesus 2:10).

Sama seperti Yakobus, Paulus juga mengharapkan perubahan hidup. “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” (2 Korintus 5:17) Yakobus dan Paulus bukan berbeda pendapat dalam pengajaran mereka mengenai keselamatan. Mereka mendekati topik yang sama dari perspektif yang berbeda.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: