Oleh: Bakti Rajawali Ministry | Februari 21, 2015

Berfirmanlah Kepadaku Ya Tuhan

Nats : 1 Samuel 3:10-13

Dalam pengawasan imam Eli, Samuel kecil telah menjadi dewasa dan segera dipakai Tuhan di masa tua imam Eli. Pengalaman rohani yang tidak biasa dialaminya sebelum dia dipakai oleh Tuhan menjadi nabi bagi umat Tuhan. Dia mendengar suara yang memanggilnya yang dikiranya imam Eli. Sampai tiga kali dia menghadap imam Eli dan untuk ketiga kalinya pula imam itu berkata bahwa ia tidak memanggil Samuel. Namun imam itu kemudian mengerti bahwa Tuhanlah yang memanggil Samuel, sehingga dia mengajari Samuel apa yang harus dikatakannya bila panggilan itu datang lagi.

“Berbicaralah, hamba-Mu ini mendengar”, inilah perkataan Samuel di panggilan yang ke empat kalinya. Kemudian Tuhan berbicara dan menyampaikan bahwa Dia akan melakukan sesuatu yang luar biasa atas Israel dan juga atas keluarga Eli.
Jawaban Samuel kepada Tuhan ini telah menjadi inspirasi kepada hamba Tuhan pendahulu Gereja Pentakosta Indonesia, sehingga kalimat itu dijadikan menjadi bagian dari liturgi ibadah sebagai doa masuk sebelum doa penyerahan, dengan kalimat lengkapnya “Berfirmanlah kepadaku ya Tuhan, sebab aku mendengar-Mu. Nyatakanlah kepadaku jalan untuk memuliakan nama-Mu. Penuhilah jiwaku dengan kasih karunia-Mu”

Tentu harus dipahami bahwa doa masuk ini bukan hanya sekedar ucapan kosong belaka sebagai bagian dari liturgy, tetapi sebagai pernyataan iman bahwa kita; ketika datang ke persekutuan ibadah, dimana disana pujian/penyembahan dan penyampaian firman Tuhan – berarti kita sudah benar-benar siap mendengar Firman Tuhan, supaya dengannya kita diajari untuk mengerti kehendak Allah, memuliakan Dia dan hidup dalam pengharapan akan kasih karunia-Nya.

Tuhan berbicara kepada hamba-hambaNya untuk menyatakan diri dan maksud-Nya atas umat-umatnya. Demikian juga ketika Tuhan berbicara kepada Samuel, Dia mau menyampaikan maksudnya atas Israel dan keluarga imam Eli.

Alkitab sebagai firman yang tertulis adalah pernyataan diri dan maksud-Nya atas kita. Baik yang kita baca dan renungkan maupun yang disampaikan oleh hamba-hamba Tuhan adalah bermanfaat untuk mengajar, menegur dan mendidik kita supaya kita mengenal Allah, mengerti kehendak-Nya dan mengetahui apa yang menjadi bagian kita di dalam Dia.

2 Timotius 3:16-17 “segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran”. Mengajar artinya memberi pelajaran supaya orang yang diajar memperoleh pengetahuan. Demikianlah firman Tuhan memberi pengetahuan kepada kita tentang Tuhan, maksud dan karya-Nya. Dengan terus mempelajari firman Tuhan kita akan semakin terdidik untuk tetap berjalan dalam koridor kebenaran Tuhan dan kita akan semakin elergi dengan perbuatan dosa.

Karena firman yang tertulis mewakili Allah, maka membaca dan merenungkan firman Tuhan akan memiliki kenikmatan tersendiri. Sebab Allah menyatakan diri-Nya disitu.

Yeremia 15:16 “Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataanMu, maka aku menikmatnya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam.”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: