Oleh: Bakti Rajawali Ministry | Maret 6, 2015

DUA PERUMPAMAAN BAGI IMAM-IMAM DAN ORANG FARISI

Nats : Matius 21:45-46 (Ref. Mat.21:28-44)
Oleh : Gr. L.Hutabalian, M.Th

Ada dua perumpamaan yang disampaikan Tuhan Yesus yang membuat imam-imam dan orang-orang Farisi marah dan berusaha menangkap Yesus:
1) Perumpamaan tentang dua orang anak (Mat. 21:28-32),
2) Perumpamaan tentang pengarap-penggarap anggur (Mat.21:32-44)

Pada perumpamaan yang pertama diceritakan tentang dua orang anak laki-laki yang disuruh oleh Ayahnya bekerja di kebun anggur. Si anak sulung berkata”Baik, bapa”. Tetapi ia tidak pergi. Sedangkan anaknya yang kedua menjawab “aku tidak mau” tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga ke kebun untuk bekerja. Dari tanya jawab yang terjadi antara Tuhan Yesus dengan orang ramai disimpulkan bahwa anak kedualah yang melakukan kehendak ayahnya.

Sampai disini, imam-imam dan orang Farisi tidak ada masalah. Masalah kemudian terjadi ketika terjadi “pembandingan” antara mereka (imam-imam dan orang Farisi) dengan pemungut-pemungut cukai dan orang-orang sundal. Adalah menyakitakan bagi mereka, ketika dikatakan bahwa pemungut-pemungut cukai dan orang-orang sundal akan mendahului mereka masuk ke dalam kerajaan Allah. Jelas mereka sangat terhina dengan perkataan ini, sebab sudah menjadi pandangan umum bahwa imam-imam dan orang-orang Farisi dianggap orang-orang terhormat dan suci, sedangkan pemungut-pemungut cukai dan orang-orang sundal adalah orang yang dianggap berdosa, kotor dan hina.

Status orang terhormat dan suci yang dilekatkan kepada posisi/kedudukan mereka telah menggelapkan mata mereka sehingga mereka tidak lagi memperdulikan essensi pesan Yesus dalam perumpamaan ini yaitu perlunya mereka “percaya” dan “menyesal (bertobat)” (Mat. 21:32). Penyesalan itu akan diikuti dengan ketaatan melakukan kehendak Bapa (Mat.21:30-31).

Pada perumpamaan yang kedua diceritakan tentang seorang tuan tanah yang membuka kebun anggur, memagarinya, menggali lobang pemerasan, mendirikan menara jaga lalu menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap. Namun ketika hampir tiba musim petik, tuan tanah tersebut menyuruh hamba-hambanya namun penggarap-penggarap ini mengusir dan membunuh mereka. Kemudian dia juga menyuruh hamba-hamba yang lain, mereka diperlakukan sama. Sampai kemudian tuan tanah ini mengutus anaknya, yang menurutnya mungkin disegani oleh penggarap-pengarap itu, tetapi ternyata anaknya itu juga dibunuh.

Mengapa imam-iman dan orang-orang Farisi marah atas perumpamaan ini?
1. Karena mereka disamakan dengan penggarap-penggarap tersebut yaitu orang-orang yang mengambil apa yang bukan haknya. Dalam hal ini mereka sama dengan perampas atau perampok dan pembunuh.
2. Mereka akan tersingkir dari mendapat bagian dalam kerajaan Allah, bahkan mereka akan dibinasakan.
3. Mereka dianggap tidak menghasilkan apa-apa bagi kerajaan Allah.

Pertanyaan yang tidak kalah penting dipertanyakan disini adalah mengapa imam-iman dan orang Farisi itu menarik perumpamaan itu kepada diri mereka? Tidak ada alasan lain adalah karena sesungguhnya demikianlah mereka adanya. Hati kecil mereka menyadari kebenaran yang disampaikan oleh Yesus melalui perumpamaan ini, namun mereka menolak untuk mengakuinya dan bertobat. Mereka termasuk orang-orang yang munafik yang bersikap seolah-olah taat dan suci, tetapi sesungguhnya tidak.

Dari dua perumpamaan ini yang dapat kita petik adalah:
1) Rendahkanlah dirimu, percayalah pada perkataan Tuhan dan lakukan kehendak-Nya,
2) Jangan serakah dan mengambil yang bukan bagianmu. Ambillah bagianmu dan berikan yang menjadi bagian si Tuan Tanah. Keserakahan akan membawa engkau kepada banyak kejahatan. Sadarilah bahwa Tuhanlah yang mempunyai ladang dan engkau sebagai pengusahanya. Supaya engkau tidak dibinasakan seperti penggarap-penggarap itu.

(Rangkuman kotbah Minggu, 1 Maret 2015)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: