Oleh: Bakti Rajawali Ministry | Maret 9, 2015

IBADAH

“Ibadah” dalam bahasa Ibrani adalah “Avodah” atau “Abodah”, arti harafiahnya adalah bakti, hormat, penghormatan, suatu sikap dan aktivitas yang mengakui dan menghargai seseorang/yang ilahi”. Dalam konteks agama, ibadah adalah ekspresi dan sikap hidup yang penuh bakti, penghormatan dan penyerahan diri kepada Tuhan, yang implikasinya nampak dalam tingkah laku dan aktivitas kehidupan sehari-hari.

Ibadah dalam pengertian yang lebih khusus adalah suatu aktivitas gereja sebagai wujud baktinya kepada Tuhan melalui suatu tatanan ibadah atau liturgy. Dalam sebuah ibadah, terjadi pertemuan dan interaksi yang “luar biasa” antara Tuhan dengan Jemaat. Tuhan bertemu dan berbicara dengan umat melalui pembacaan Alkitab, renungan firman Tuhan dan doa berkat. Jemaat Tuhan meresponi pertemuan dengan Tuhan dengan turut serta/mengambil bagian dalam ibadah baik sebagai petugas ibadah maupun sebagai jemaat melalui nyanyian/pujian kepada Tuhan, doa, pengakuan iman, memberi persembahan, dll.

Liturgy atau tata ibadah adalah wujud nyata dari ibadah yang dalam pengertian yang lebih khusus ini. Memberi salam, doa masuk, bernyanyi, paduan suara, pengakuan iman, pemberian ucapan syukur, pembacaan dan pelayanan Firman Tuhan (homilia), dan lain-lain adalah elemen-elemen sebuah liturgy.

Bila ibadah adalah sikap hidup yang penuh bakti, penghormatan dan penyerahan diri kepada Tuhan yang terwujud dalam sebuah liturgy dan yang didalamnya ada elemen-elemen liturgy, maka seharusnyalah dalam pelaksanaan elemen-elemen itu petugas dan jemaat bersungguh-sungguh menunjukkan bakti, penghormatan dan penyerahan dirinya. Dengan kata lain bahwa pelaksanaannya tidak boleh dianggap remeh atau asal-asalan, melainkan dilakukan dengan maksimal atau dengan yang terbaik.

Mungkin ada saja orang yang ingin tampil sebagai petugas pelayanan; baik itu WL, Singers, Pengkotbah, dll, namun tidak mau mempersiapkan/membekali dan meningkat kwalitas diri. Tentu itu sudah keluar dari hakekat ibadah itu sendiri. Sedangkan sebagai jemaat pun dituntut untuk mempersembahkan yang terbaik melalui pujian, doa, dan pemberian. Jadi bukan hanya petugas yang harus selalu meningkatkan diri dan memberi kwalitas terbaik tetapi juga jemaat. (LH 9 Mar 2015)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: