Oleh: Bakti Rajawali Ministry | April 6, 2015

PENONTON DAN PEMAIN

“Penonton, sorak-sorainya memang meriah, tetapi hanya para pemainlah yang mendapat hadiah”, statemen atau pernyataan ini sederhana dan sangat tepat bila merujuk pada sebuah gelanggang pertandingan pada umumnya. Para penonton begitu riuh dengan teriakan, tepuk tangan, hentakan kaki, baik yang bertujuan memberi semangat kepada pemain/team yang mereka dukung, merendahkan team lain, ataupun hanya sekedar expressi hati yang terbawa emosi.

Tentu ada kepuasan tersendiri bila team yang mereka dukung menang dalam pertandingan, atau kekecewaan bila terjadi sebaliknya. Namun, penonton tetaplah penonton yang mungkin bisa senang atau kecewa sesaat, tetapi hadiah pertandingan hanya di dapat oleh para pemain.

Para penonton bisa tiba-tiba menjadi “sangat pintar” bahkan jauh “lebih pintar” dibanding para pemain dengan komentar-komentarnya. “Si A itu salah, mestinya tidak main sendiri”, “Si B itu harusnya bermain lebih cantik”, “Si C itu sangat tidak layak menjadi penyerang”, “Seharusnya si D meng-over dulu bolanya jangan langsung menendang”, dan lain-lain adalah contoh komentar-komentar yang biasa terjadi dari mulut para penonton. Namun, penonton tetaplah penonton, bila mereka diuji dengan sebuah kesempatan bermain, hampir pasti, mereka tidak lebih baik bahkan sangat mungkin lebih buruk permainannya.

Seleksi wajib dilakukan untuk mendapatkan para pemain yang handal. Seorang pemain menjadi handal hanya mungkin, bila telah melewati proses pembentukan melalui pembelajaran dan pelatihan. “Bayar harga” adalah wajib untuk sebuah kwalitas. Meskipun begitu, orang handal sekalipun, dimata penonton masih sering “lebih bodoh” dibandingkan penonton itu sendiri. Namun, penonton tetaplah penonton. Yang sampai di puncak keberhasilan tetaplah para pemain yang handal dan teruji.

Untuk misi Tuhan yang mulia, jadilah pemain bukan sebagai penonton.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: